UPDATE

Rembug Warga Bojonglarang Hadirkan Beragam Layanan untuk Masyarakat

13/05/2026 12:00

CIANJUR.CO - Rembug Warga di Desa Bojonglarang, Kecamatan Cijati, menghadirkan sejumlah layanan dan bantuan yang dapat diakses masyarakat secara langsung. Kegiatan pada Rabu (13/6/2026) itu dipimpin Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan dialog antara pemerintah dengan warga.

Dikutip dari laman resmi CianjurKab, Pemkab Cianjur menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Rembug Warga tidak hanya menjadi kesempatan bagi warga dan pemerintah untuk bertemu, tetapi juga memadukan dialog dengan pelayanan serta penyaluran bantuan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Salah satu layanan yang tersedia ialah pemeriksaan kesehatan gratis. Warga dapat menjalani pemeriksaan gula darah dan tensi. Pelayanan kesehatan juga mencakup pemeriksaan bagi ibu hamil dan balita, serta layanan keluarga berencana (KB). Dengan demikian, kegiatan ini menyediakan beberapa jenis pelayanan kesehatan dalam satu rangkaian untuk masyarakat setempat.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Di luar layanan kesehatan, warga memperoleh akses terhadap pelayanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil. Ada pula pelayanan perizinan usaha mikro. Kehadiran layanan administrasi dan perizinan tersebut melengkapi agenda kesehatan, sehingga Rembug Warga mencakup kebutuhan pelayanan publik yang berbeda-beda.

Kegiatan ini juga menghadirkan bantuan pendidikan dan pertanian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa. Sementara itu, bantuan sosial disalurkan kepada lansia, anak yatim, serta warga yang membutuhkan. Pemkab Cianjur menyebut penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil.

Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas

Rembug Warga turut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk hadir langsung di tengah warga. Kehadiran Bupati Mohammad Wahyu Ferdian digambarkan sebagai simbol bahwa pemerintah bukan hanya berada di kantor, melainkan juga mendengar dan menyapa masyarakat secara langsung. Dialog dalam kegiatan itu menjadi bagian dari upaya untuk memahami persoalan warga dan memberikan solusi.

Kebersamaan juga tampak dalam kegiatan makan bersama atau ngaliwet bersama warga. Momen tersebut mencerminkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat tanpa sekat, berdampingan dengan pelayanan dan bantuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Rembug Warga di Bojonglarang diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan mendukung pembangunan Cianjur yang lebih maju, peduli, dan dekat dengan rakyat.