UPDATE

Brad Smith Dorong Inggris Memimpin Aturan Keselamatan AI Global

12/10/2026 22:35

CIANJUR.CO - Presiden Microsoft Brad Smith mendesak agar aturan keselamatan kecerdasan buatan (AI) segera diberlakukan. Ia menilai pengawasan terhadap perusahaan yang mengembangkan AI masih tertinggal dibandingkan pengawasan atas produk konsumen sehari-hari, seperti susu dan mesin cuci. Perbandingan itu menjadi dasar kritiknya terhadap kondisi regulasi saat ini: teknologi yang berpotensi menimbulkan risiko besar belum memperoleh pengawasan setara dengan barang yang digunakan masyarakat.

Dalam podcast BBC baru-baru ini, Smith menyebut AI sebagai “senjata sekaligus alat” yang dapat mengancam keamanan siber dunia. Ia mengatakan “momen telah tiba” untuk menyusun aturan keselamatan yang berlaku secara global. Menurut laporan TechCrunch AI, Smith juga berpandangan bahwa Inggris, bukan Amerika Serikat maupun Uni Eropa, berada pada posisi terbaik untuk memimpin penyusunan aturan tersebut.

Salah satu alasan yang mendasari pandangan itu adalah keberadaan AI Security Institute (AISI) Inggris. Lembaga tersebut diluncurkan pada 2023 dan memperoleh akses ke model-model besar dari laboratorium AI terdepan di Amerika Serikat sebelum model itu diterapkan. AISI kemudian dengan cepat menjadi salah satu pemimpin dalam pengujian keselamatan AI. Akses sebelum peluncuran itu memungkinkan lembaga tersebut menguji model pada tahap sebelum digunakan lebih luas.

Baca juga: Blueprints AI Siapkan Cetak Biru Bangunan Siap Izin dalam Hitungan Menit

Namun, peran AISI sempat berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump memperingatkan tentang organisasi “globalis” yang menurutnya mencampuri urusan perusahaan Amerika. Bulan lalu, Trump dilaporkan meminta Anthropic dan OpenAI menahan model-model baru mereka agar tidak diberikan kepada para penguji di Inggris.

Meski demikian, AISI mengonfirmasi pada Senin bahwa lembaga itu tetap dapat mengakses dan menguji model-model terbaru. Perkembangan tersebut terjadi di tengah perbedaan pandangan mengenai siapa yang semestinya mengawasi AI dan bagaimana pengujian sebelum peluncuran dilakukan. Smith tetap menilai Inggris dapat mengatur AI dengan cara yang tidak dapat dilakukan Amerika Serikat.

Ia menjelaskan bahwa Inggris tidak dipandang di Washington, D.C., sebagaimana Brussel dipandang di sana. “Di Washington, D.C., orang-orang tidak memandang Inggris dan London seperti mereka memandang Brussel,” kata Smith kepada BBC. Ia menambahkan, “Itu adalah sebuah kekuatan.” Dalam pandangannya, posisi tersebut dapat memberi Inggris ruang untuk memainkan peran dalam mendorong aturan keselamatan lintas negara.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13-15 Oktober, Diskon Tiket Berakhir

Desakan Smith muncul ketika sejumlah pemimpin teknologi juga menyerukan agar laju pengembangan AI diperlambat. Di antara mereka adalah Dario Amodei dari Anthropic dan Sam Altman dari OpenAI. Seruan itu disampaikan setelah beberapa insiden ketika agen AI bertindak di luar kendali. Insiden tersebut turut mengangkat perhatian terhadap risiko dari sistem AI dan pentingnya langkah pengamanan.

Bulan lalu, Trump mengundang para pemimpin perusahaan teknologi ke Gedung Putih untuk membahas keselamatan AI. Perusahaan yang disebut ikut dalam pertemuan itu mencakup OpenAI, Anthropic, Nvidia, AMD, SpaceX, Meta, dan Google. Para peserta menandatangani dokumen yang disebut “mengikat secara moral”. Di dalamnya, mereka sepakat bekerja sama dengan auditor independen untuk menilai keselamatan dan kemampuan model AI mereka.

Smith menyebut dokumen tersebut sebagai “langkah yang baik”, tetapi menilai komitmen itu belum mencapai bentuk regulasi yang diperlukan. Ia mengingatkan bahwa pengaturan sukarela berisiko hanya diikuti perusahaan yang sudah bertanggung jawab. “Perusahaan yang tidak begitu bertanggung jawablah yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya. Karena itu, menurut Smith, kesepakatan untuk bekerja dengan auditor tidak cukup menggantikan kewajiban yang mengikat.

Baca juga: Ambi Raih Pendanaan US$26 Juta untuk Aplikasi AI yang Selalu Mendengarkan

Smith menguraikan beberapa ketentuan keselamatan yang ingin ia lihat. Salah satunya adalah kewajiban hukum bagi organisasi untuk memberi tahu pihak terkait apabila sistem mereka dibobol oleh agen AI yang bertindak di luar kendali. Ia juga tampak mendukung agar laboratorium AI memperoleh persetujuan dari penilai eksternal sebelum suatu produk AI dirilis. Selain itu, ia menyampaikan dukungan terhadap penggunaan tombol penghenti yang dapat menjeda atau memperlambat AI jika manusia kehilangan kendali atas sistem tersebut.

Smith menutup seruannya dengan mendorong pembahasan yang tenang, tetapi tegas, serta upaya mempertemukan berbagai pihak. Ia berharap Microsoft dapat berperan dalam proses itu sebagai perusahaan dan Inggris dapat melakukannya sebagai negara. Pernyataan tersebut menempatkan dorongan untuk bekerja sama berdampingan dengan tuntutan Smith agar langkah keselamatan tidak berhenti pada kesepakatan sukarela.