UPDATE

Blueprints AI Siapkan Cetak Biru Bangunan Siap Izin dalam Hitungan Menit

12/10/2026 22:31

CIANJUR.CO - Blueprints AI mengembangkan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan yang dapat menyusun cetak biru konstruksi sesuai kode bangunan dan siap diajukan untuk izin dalam hitungan menit. Pengguna dapat memulai dari deskripsi proyek, sketsa dua dimensi, atau berkas PDF. Startup yang didirikan Al Drams bersama Coco Cao itu akan memperkenalkan versi kedua perangkat lunaknya dalam ajang TechCrunch Disrupt di San Francisco pekan ini.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, gagasan tersebut berawal dari tesis akhir Drams hampir dua dekade lalu. Saat masih menjadi mahasiswa arsitektur, ia menulis tentang perangkat lunak yang mampu menghasilkan dokumen desain untuk gedung sekolah. Drams mengikuti jejak orang tua dan kakeknya di bidang arsitektur, tetapi pada saat yang sama ia tertarik pada teknologi. Gagasan itu belum dapat diwujudkan ketika teknologi yang dibutuhkan belum tersedia.

Perubahan datang setelah OpenAI merilis ChatGPT pada November 2022. Drams mengatakan kemunculan chatbot generatif yang menggunakan large language models (LLM) membuat gagasan lamanya terasa lebih mungkin diterapkan. Dalam waktu enam bulan, ia meluncurkan konsep Blueprints AI, dengan tujuan mengotomatisasi pembuatan dokumen konstruksi arsitektur dari bahan awal sederhana.

Perjalanan Drams sebelum membangun perusahaan itu mencakup pendidikan dan pengalaman di sejumlah bidang. Ia meraih gelar sarjana dan magister arsitektur dari University of Tehran, kemudian menyelesaikan dua tahun mata kuliah doktoral tentang desain digital di European Graduate School, Swiss. Setelah pindah ke Amerika Serikat, ia membuka firma arsitektur Drams Architects pada 2018. Ia kemudian memperoleh lisensi kontraktor umum dan menambahkan bisnis konstruksi pada 2021.

Dari pekerjaan berulang menuju lebih banyak waktu untuk desain

Meski telah menjalankan firma dan usaha konstruksi, Drams merasa membangun proyek satu per satu belum tentu menghasilkan dampak sebesar yang ia harapkan. Ia menyebut daya tarik utama teknologi baginya adalah dampaknya, termasuk waktu dan energi yang bisa dihemat ketika orang tidak perlu terus mengerjakan tugas yang sama berulang kali.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13-15 Oktober, Diskon Tiket Berakhir

Menurut Drams, pekerjaan penyusunan gambar teknis menyita sebagian besar hari seorang arsitek. Ia memperkirakan arsitek menghabiskan sekitar 80 persen waktu untuk drafting dan hanya 20 persen untuk desain. Dengan perangkat lunak Blueprints AI, ia ingin membalik proporsi itu sehingga waktu untuk drafting menjadi 20 persen dan desain mencapai 80 persen. Ia mengatakan waktu yang lebih banyak untuk merancang dapat membantu arsitek membuat ruang yang lebih baik bagi penggunanya.

Drams dan Cao bertemu di sebuah konferensi AI beberapa tahun lalu, lalu menggabungkan keahlian mereka untuk membangun perusahaan. Cao, ilmuwan data asal Hong Kong, menangani penjualan dan strategi masuk ke pasar sebagai chief commercial officer. Drams membawa pengalaman arsitektur, desain, dan konstruksi ke pengembangan produk.

Untuk melatih modelnya, mereka menggunakan kumpulan gambar dan dokumen desain yang telah disetujui selama delapan tahun dari firma desain dan konstruksi milik Drams. Firma tersebut masih beroperasi. Data itu menjadi landasan perangkat lunak yang ditujukan untuk membantu menghasilkan dokumen sesuai persyaratan, bukan sekadar gambar konsep.

Versi kedua mencakup berbagai disiplin bangunan

Produk generasi pertama Blueprints AI menghasilkan dokumen konstruksi arsitektur. Biaya langganannya berkisar 3.200 hingga 8.500 dolar AS per bulan, bergantung pada paket yang dipilih. Perusahaan juga menyediakan harga khusus bagi pelanggan perusahaan.

Baca juga: Ambi Raih Pendanaan US$26 Juta untuk Aplikasi AI yang Selalu Mendengarkan

Versi kedua yang akan diperkenalkan di Disrupt membawa peningkatan kemampuan. Pengguna dapat memulai dari deskripsi atau sketsa, lalu membuat cetak biru untuk berbagai aspek bangunan secara bersamaan. Cakupannya meliputi arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, plumbing, dan desain interior.

Berbeda dari iterasi pertama, versi baru memungkinkan pengguna merancang proyek sekaligus melakukan perubahan. Jika satu bagian desain diubah, pembaruan itu diterapkan pada keseluruhan proyek. Sistem juga memeriksa rancangan terhadap kode bangunan setempat. Dengan demikian, perubahan pada satu elemen tidak hanya berdiri sendiri, tetapi diperhitungkan dalam dokumen proyek secara menyeluruh.

Sejumlah pelanggan awal sudah menggunakan versi kedua. Drams mengatakan perangkat lunak tersebut akan tersedia untuk publik pekan ini. Pada saat yang sama, Blueprints AI telah mengerjakan versi ketiga, yang rencananya akan menambahkan analisis struktur dan desain panel listrik.

Perusahaan ini resmi didirikan oleh Drams dan Cao di Santa Monica pada 2025. Blueprints AI kemudian terpilih dalam Startup Battlefield 200 tahun 2026, kelompok startup tahap awal yang mendapat kesempatan untuk memamerkan produk di TechCrunch Disrupt. Acara tersebut berlangsung di San Francisco pada 13 hingga 15 Oktober.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13-15 Oktober di San Francisco

Arsitek berlisensi tetap meninjau dokumen

Para pendiri menegaskan perangkat lunak tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan arsitek berlisensi. Dokumen yang dihasilkan tetap ditinjau oleh tenaga profesional berlisensi, yang kemudian membubuhkan segel sebelum berkas diajukan untuk memperoleh izin. Menurut para pendiri, keputusan dan pertimbangan profesional tetap berada di tangan manusia.

Blueprints AI menyasar dua kelompok pelanggan. Kelompok pertama adalah firma profesional di bidang arsitektur, teknik, dan desain. Kelompok kedua mencakup pengembang serta pemilik real estat. Perusahaan saat ini menawarkan perangkat lunaknya melalui model berlangganan, dan mempertimbangkan opsi pembayaran satu kali dengan tarif tetap bagi pengguna yang hanya membutuhkan layanan untuk satu proyek.

Peluncuran versi kedua di Disrupt menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperlihatkan perluasan fungsi produknya, dari penyusunan dokumen arsitektur menuju pembuatan rancangan lintas disiplin. Namun, proses persetujuan tetap melibatkan pemeriksaan dan pengesahan oleh profesional berlisensi sebelum dokumen digunakan untuk pengajuan izin.