UPDATE

Bupati Cianjur Hadiri Puncak Haul Al-Musri di Ciranjang

22/01/2026 12:00

CIANJUR.CO - Bupati Cianjur, dr. Wahyu, menghadiri Puncak Haul Al-Musri yang digelar Kamis malam (22/1/2026) di Masjid Al-Hidayah dan Ar-Rifa’i YPP Miftahul Huda Al-Musri, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. Kegiatan tersebut menjadi peringatan bagi empat ulama dengan hitungan haul yang berbeda, sesuai masa peringatan masing-masing.

Empat ulama yang diperingati ialah Mama KH. Ahmad Faqih pada haul ke-26, Aa KH. Zaenal Musthofa ke-21, KH. Ade Muhammad Mansur Shomad ke-11, dan KH. Hilman Abdurrohman ke-4. Keempat nama itu menjadi pusat peringatan yang berlangsung di lingkungan Miftahul Huda Al-Musri.

Dikutip dari laman resmi CianjurKab, Pemkab Cianjur menyebut kegiatan tersebut mengusung tema “Mempertahankan Tradisi Al-Musri”. Acara berlangsung tertib dan khidmat, serta sarat makna spiritual. Tema itu mengiringi rangkaian haul yang dihadiri Bupati Cianjur, sekaligus menempatkan tradisi Al-Musri sebagai pokok pesan dalam kegiatan.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, dr. Wahyu menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, panitia, para masyayikh, serta seluruh pihak yang berperan aktif menyukseskan acara. Pihak-pihak tersebut disebut dalam apresiasi Bupati atas terselenggaranya kegiatan haul.

Bupati juga berharap seluruh rangkaian kegiatan menjadi amal ibadah dan diterima oleh Allah SWT. Ia turut menyampaikan harapan agar para masyayikh yang telah menyemarakkan acara senantiasa memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya. Harapan itu disampaikan dalam konteks peringatan yang tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan mengenang para ulama, tetapi juga memiliki makna spiritual bagi pihak-pihak yang terlibat.

Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas

Menurut dr. Wahyu, haul bukan sekadar bentuk penghormatan kepada para guru agung atau kiai. Ia memandang kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan menguatkan nilai-nilai keagamaan. Bupati juga menilai haul dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta keimanan di tengah masyarakat. Dengan demikian, makna kegiatan yang disampaikan Bupati mencakup penghormatan kepada ulama sekaligus hubungan antarmasyarakat dan penguatan kehidupan keagamaan.

Ia menilai peringatan haul memiliki nilai strategis karena menjadi kesempatan untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama. Perjuangan yang dimaksud meliputi upaya menegakkan dakwah Islam, membina akhlak umat, serta mencerdaskan kehidupan masyarakat. Bupati mengaitkan pengenangan tersebut dengan kelanjutan perjuangan para ulama, sehingga keteladanan mereka dapat menjadi perhatian bagi generasi penerus.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Pesan itu juga tercermin dalam ajakan Bupati untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan para guru. “Melalui kegiatan haul ini, kita diingatkan untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, persatuan, dan keteladanan yang telah diwariskan para guru agung/kiai kepada generasi penerus,” ungkap Bupati. Pernyataan tersebut menghubungkan tema mempertahankan tradisi Al-Musri dengan nilai keislaman, persatuan, dan keteladanan yang ia sebut sebagai warisan para kiai.