UPDATE

CARE-I Siapkan Relawan DIY untuk Diseminasi Risiko Zoonosis

22/10/2026 14:57

CIANJUR.CO - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Yogyakarta menggelar rapat persiapan uji coba proyek Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I). Pertemuan tersebut berlangsung secara daring pada Selasa (20/10/2026) di Yogyakarta.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, rapat itu diarahkan untuk mempersiapkan diseminasi penanganan penyakit zoonosis. Kegiatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari mitigasi bencana non-alam, dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Relawan dan anggota Forum PRB menjadi unsur yang mendapat perhatian khusus dalam upaya pengurangan risiko dan pencegahan potensi pandemi.

Dalam persiapan itu, pelibatan masyarakat dipandang penting agar pengendalian penyebaran zoonosis dapat dilakukan secara terpadu. Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menjelaskan bahwa pendekatan CARE-I tidak hanya mengandalkan pelatihan. Data relawan juga direncanakan masuk ke dalam dasbor khusus, sehingga sebaran dan efektivitas pergerakan mereka saat menyampaikan pengetahuan tentang zoonosis dapat dipantau.

Baca juga: Sugiono Tekankan Pendidikan Sesuai Dunia Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat

Rencana pemantauan tersebut menghubungkan kegiatan diseminasi dengan pengukuran pelaksanaannya di lapangan. Dengan data relawan dalam dasbor, penyelenggara dapat melihat jangkauan dan efektivitas pergerakan mereka dalam menyebarkan pengetahuan. Andre menyebut materi yang disampaikan melalui program ini juga akan menjadi pijakan untuk kelanjutan program serta penguatan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi.

“Apa yang kita diseminasikan ini akan menjadi landasan bagi kita untuk melanjutkan program ke depannya, termasuk untuk penguatan rencana kontingensi apabila terjadi lagi semacam pandemi COVID-19,” ujar Andre. Pernyataan itu menegaskan bahwa diseminasi dalam uji coba bukan hanya kegiatan penyampaian pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan rencana tindak lanjut dan kesiapan kontingensi.

Baca juga: Kemenko PMK Finalisasi Modul SBM untuk Perkuat Peran Forum PRB

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DIY Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan bahwa peserta uji coba diseminasi akan diprioritaskan dari kalangan relawan di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, dan Kulon Progo. Penentuan wilayah tersebut disesuaikan dengan rekam jejak tingginya kasus kejadian zoonosis di sana. Kasus yang disebut sebagai contoh antara lain antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Secara keseluruhan, rencana kerja diseminasi menargetkan sedikitnya 100 peserta yang berasal dari anggota Forum PRB. Target ini menjadi bagian dari persiapan pelibatan unsur masyarakat dalam kegiatan. Selain jumlah dan asal peserta, kesiapan pelaksanaan juga mencakup kebutuhan panduan bagi relawan sebelum program dijalankan.

Baca juga: Kemendag dan KOICA Perkuat Pembelajaran Daring Trade CorpU

Perwakilan Forum PRB Yogyakarta Bambang Sasongko menilai petunjuk teknis dan mekanisme operasional yang ringkas perlu disediakan lebih dahulu. Menurutnya, panduan tersebut dibutuhkan agar relawan memahami alur koordinasi serta pelaporan deteksi dini di lapangan. Pelaporan itu ditujukan kepada petugas dari Puskesmas dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Kebutuhan panduan operasional berkaitan langsung dengan pelaksanaan deteksi dini: relawan perlu mengetahui koordinasi yang harus ditempuh dan kepada siapa temuan dilaporkan. Melalui CARE-I, kapasitas masyarakat untuk mendeteksi dan merespons potensi perluasan zoonosis hendak diaktifkan. Kemenko PMK berharap persiapan ini mendukung tata kelola serta sinkronisasi antara relawan akar rumput dan instansi kesehatan, sehingga kesiapsiagaan Indonesia menghadapi ancaman wabah di masa depan dapat diperkuat.