UPDATE

Sugiono Tekankan Pendidikan Sesuai Dunia Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat

22/10/2026 14:55

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menekankan bahwa pendidikan dan pemberdayaan masyarakat perlu berjalan beriringan. Menurutnya, pendidikan harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja agar peserta didik memiliki bekal yang dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan layak dan mandiri secara ekonomi. Penguatan kedua bidang itu dinilai penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pokok pembahasan tersebut disampaikan dalam audiensi Sugiono dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Menko PM, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, pertemuan itu membahas keterkaitan tugas kedua kementerian koordinator dalam mendukung program prioritas Presiden.

Sugiono menyebut Kemenko PMK dan Kemenko PM memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Irisan tugas keduanya mencakup pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, koordinasi diperlukan agar program-program yang dijalankan dapat diselaraskan, bukan bergerak sendiri-sendiri. Keselarasan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perluasan kesempatan kerja dan ekonomi, serta upaya mendorong kesejahteraan.

Baca juga: Kemenko PMK Finalisasi Modul SBM untuk Perkuat Peran Forum PRB

Ia menggambarkan kedekatan lingkup kerja kedua kementerian koordinator itu sebagai gerak yang sejalan. “Memang sejatinya Kementerian Koordinator kita berdua ini kan dua Kemenko yang bergerak dalam satu tarikan nafas,” ujar Sugiono. Pernyataan tersebut menegaskan perlunya sinergi dalam menjalankan agenda pembangunan manusia dan pemberdayaan, terutama karena kedua bidang itu berhubungan dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dan kesempatan mereka untuk berdaya.

Dalam pembahasan pendidikan, Sugiono menempatkan proses belajar sebagai salah satu fondasi untuk membangun manusia Indonesia yang unggul. Namun, hasil pendidikan tidak cukup hanya diukur dari kualifikasi akademik atau kepemilikan ijazah. Peserta didik juga perlu memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar maupun lapangan kerja. Dengan bekal tersebut, pendidikan diharapkan membuka jalan bagi pekerjaan yang layak, pengembangan potensi, dan kemandirian ekonomi.

Baca juga: Kemendag dan KOICA Perkuat Pembelajaran Daring Trade CorpU

“Pendidikan ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan,” kata Sugiono. Ia mengingatkan, apabila pendidikan tidak terhubung dengan kebutuhan pasar atau lapangan kerja, sekolah berisiko hanya dipandang sebagai cara untuk memenuhi syarat memperoleh ijazah. Pemerintah, menurut penjelasannya, menginginkan hasil yang lebih dari sekadar kelulusan: orang bersekolah dan kuliah agar dapat bekerja serta memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan, sehingga mereka bisa berdaya.

Untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan, Sugiono menilai perlu ada program-program khusus pada pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi. Program tersebut diperlukan untuk menjembatani peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya menyangkut pendidikan tinggi, tetapi juga jenjang dasar dan menengah yang menjadi bagian dari jalur pendidikan peserta didik.

Baca juga: Indonesia-Australia Luncurkan PROSPERA Fase II, Fokus Reformasi Ekonomi

Koordinasi lintas kementerian juga diperlukan dalam pengembangan pendidikan dan keterampilan. Langkah itu ditujukan agar kesiapan tenaga kerja dapat didukung dan akses terhadap pekerjaan yang layak dapat diperluas. Dalam kerangka tersebut, penyelarasan program Kemenko PMK dan Kemenko PM menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembangunan SDM dengan pemberdayaan masyarakat.

Penguatan pendidikan dan pemberdayaan yang terkoordinasi diharapkan mendorong lahirnya SDM unggul dan berdaya saing. Pemerintah juga mengaitkan upaya itu dengan percepatan pengentasan kemiskinan dan kelaparan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Arah yang disampaikan Sugiono menempatkan keterhubungan antara pendidikan, kesiapan kerja, dan pemberdayaan sebagai bagian dari agenda pembangunan manusia.