Sumedang Siapkan 424 TPS untuk Pilkades Digital di 92 Desa
CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyiapkan 424 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara digital di 92 desa pada bulan ini. Persiapan itu juga mencakup pembentukan 92 tim teknis, dengan dukungan yang disiapkan untuk setiap desa penyelenggara.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo mengatakan persiapan teknis masih terus dilakukan. Upaya tersebut ditujukan agar seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai rencana, termasuk kesiapan perangkat dan petugas yang akan menggunakannya.
Widodo menyampaikan bahwa tahapan pencalonan di seluruh desa yang akan menggelar pemilihan telah memiliki dasar yang diperlukan. “Dari 92 desa yang akan melaksanakan pemilihan, semuanya sudah mempunyai calon dan sudah mempunyai nomor urut,” katanya di Sumedang, Kamis.
Untuk mendukung pemungutan suara, setiap TPS akan dilengkapi dua layar monitor dan satu printer termal. Perangkat itu menjadi bagian dari persiapan teknis Pilkades digital di lokasi pemungutan. Selain peralatan, tiap desa akan didukung satu tim teknis yang bertugas membantu mengatasi kendala selama pelaksanaan.
Baca juga: Dua Pemuda Ditangkap Setelah Tanam Ganja di Kebun Cabai Rajapolah
Dengan jumlah 92 desa dan 92 tim teknis, dukungan tersebut disiapkan pada tingkat desa, sementara perangkat pemungutan disiapkan untuk 424 TPS. DPMD juga menyiapkan pelatihan bagi operator desa. Widodo menjelaskan bahwa pengenalan perangkat dan mekanisme pemilihan perlu dilakukan sebelum hari pemungutan, sehingga panitia dan petugas TPS memahami tugasnya.
Rangkaian peningkatan kapasitas dijadwalkan berlangsung pada beberapa tanggal. Bimbingan teknis untuk panitia Pilkades akan dilaksanakan pada 12 Oktober 2026. Sementara itu, pelatihan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dijadwalkan secara berjenjang pada 15, 19, dan 20 Oktober.
“Kita sudah menyiapkan tim teknis dan melakukan pelatihan operator desa. Untuk panitia Pilkades, bimbingan teknis akan dilaksanakan tanggal 12 Oktober,” ujar Widodo. Ia mengatakan pelatihan dan bimbingan teknis tersebut dimaksudkan agar petugas mengenali cara menggunakan perangkat sekaligus memahami mekanisme Pilkades digital sebelum pelaksanaan.
Baca juga: Kejari Majalengka Musnahkan Barang Bukti dari 28 Perkara Inkrah
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut meminta seluruh unsur yang terlibat memanfaatkan tahapan pelatihan dan simulasi untuk menemukan persoalan sedini mungkin. Pihak yang ia sebut meliputi panitia, camat, perangkat daerah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur terkait lainnya.
Dony menekankan bahwa masalah sebaiknya dibicarakan saat persiapan, bukan baru muncul ketika pemungutan suara berlangsung. “Jangan persoalan baru ada ketika pemungutan. Lebih baik sekarang ditanyakan, sehingga ada solusinya,” katanya. Dengan demikian, simulasi dan pelatihan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kendala dan mencari penyelesaian sebelum hari pemilihan.
Menurut Dony, penyelenggaraan Pilkades digital tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Kemampuan sumber daya manusia yang terlibat juga perlu diperkuat. Karena itu, ia meminta seluruh unsur penyelenggara bekerja terkoordinasi dan saling membantu, baik selama persiapan maupun saat pelaksanaan.
Baca juga: Kejari Kota Cirebon Musnahkan 76.548 Butir Obat Farmasi
“Harus saling melengkapi, harus saling menguatkan, bukan saling melemahkan,” tegas Dony. Ia menilai pengalaman Sumedang dalam digitalisasi pemerintahan desa menjadi modal untuk menerapkan sistem pemilihan tersebut. Pengalaman yang disebutnya mencakup penggunaan E-Office Desa dan layanan administrasi berbasis digital.
Dony menyatakan Pemkab Sumedang siap melakukan uji coba secara keseluruhan. Ia berharap persiapan yang telah dilakukan dapat mendukung kelancaran Pilkades digital di 92 desa sekaligus menjadi pengalaman bagi Sumedang dalam penerapan teknologi pada penyelenggaraan demokrasi tingkat desa.