UPDATE

Indonesia-Timor Leste Perkuat Perdagangan Bilateral di TEI ke-41

16/10/2026 12:05

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Kamis (15/10/2026). Pertemuan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, dan membahas penguatan hubungan perdagangan kedua negara.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Timor Leste untuk menegaskan kembali komitmen memperkuat perdagangan bilateral sekaligus menjaga momentum pertumbuhannya. Kedua pihak turut membicarakan potensi yang masih dapat dikembangkan melalui peningkatan akses pasar dan pemanfaatan peluang kerja sama.

Budi Santoso menyambut positif kinerja perdagangan Indonesia dan Timor Leste yang terus tumbuh. Menurutnya, upaya memperluas hubungan ekonomi dapat dilakukan dengan mendorong perdagangan yang lebih beragam, memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha, serta membuka akses pasar bagi produk unggulan dari kedua negara.

“Kami ingin mendorong perdagangan yang semakin beragam melalui penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara,” ujar Budi. Ia berharap langkah tersebut dapat membuka peluang baru bagi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Timor Leste.

Baca juga: Yagi Forest Bawa Perawatan Berbasis Hutan Aceh ke Pasar Global

Dalam pertemuan itu, Francisco menyampaikan bahwa Timor Leste terus mempelajari peluang dan strategi untuk mengoptimalkan perdagangan sejak resmi bergabung menjadi anggota ASEAN. Keikutsertaan pelaku usaha Timor Leste dalam TEI ke-41 menjadi salah satu upaya untuk memperoleh pengetahuan dan memperluas pemahaman mengenai perdagangan.

“Keikutsertaan pelaku usaha kami di TEI 2026 merupakan kesempatan berharga untuk memperluas pengetahuan mengenai strategi ekspor sekaligus memperkuat pemahaman tentang organisasi perdagangan,” kata Francisco. Ia juga mengundang Menteri Perdagangan RI untuk berkunjung ke Timor Leste.

Francisco menilai peluang kerja sama investasi dan perdagangan antara kedua negara masih terbuka lebar. Ia menyatakan Timor Leste siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Besarnya hubungan dagang kedua negara terlihat dari posisi Indonesia sebagai mitra dagang terbesar Timor Leste di kawasan ASEAN. Pada 2025, perdagangan Indonesia-Timor Leste bernilai USD 423,63 juta. Nilai itu setara sekitar 76 persen dari total perdagangan Timor Leste dengan negara-negara ASEAN, yang mencapai USD 561,83 juta.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Soroti Potensi Produk Pangan Lokal di TEI ke-41

Angka perdagangan Timor Leste dengan Indonesia tersebut jauh lebih besar dibandingkan nilai perdagangannya dengan Tailan, sebesar USD 57,18 juta, dan Singapura, sebesar USD 55,57 juta. Perbandingan itu menunjukkan porsi penting Indonesia dalam perdagangan Timor Leste di kawasan, sebagaimana tercermin dalam data yang disampaikan Kementerian Perdagangan RI.

Data Januari–Agustus 2026 mencatat total perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai USD 273,86 juta. Jumlah tersebut meningkat 1,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika nilainya USD 269,56 juta. Dalam delapan bulan pertama 2026, ekspor Indonesia ke Timor Leste tercatat USD 267,35 juta, sementara impor dari negara itu mencapai USD 6,50 juta.

Dengan komposisi tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 260,85 juta pada Januari–Agustus 2026. Sementara itu, sepanjang 2025 total perdagangan kedua negara mencapai USD 423,63 juta, tumbuh 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Indonesia dan Mozambik Dorong Koneksi Dagang serta Peluang Pasar Baru

Pada 2025, ekspor Indonesia ke Timor Leste mencapai USD 410,56 juta dan impornya sebesar USD 13,07 juta. Selisih nilai ekspor dan impor itu menghasilkan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 397,49 juta.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Timor Leste meliputi sepeda motor, kendaraan pengangkut barang, semen portland dan alumina, minyak kelapa sawit olahan, serta pasta. Adapun barang yang menjadi komoditas utama impor Indonesia dari Timor Leste mencakup kopi, buldoser swagerak, kopra, biji-bijian atau buah berminyak lainnya, dan vanili.

Selain pembahasan formal mengenai perdagangan dan peluang kerja sama, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat melalui pendekatan diplomasi kuliner. Budi Santoso menyuguhkan jajanan khas Nusantara, yakni serabi solo Notosuman dan es cendol Simple Drink dari Purworejo.