Wamendag Roro Dorong Akses Pembiayaan dan Pasar Global bagi Pengusaha Perempuan

15/10/2026 21:39

CIANJUR.CO - TANGERANG — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan perlunya memperluas akses pembiayaan, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pengusaha perempuan mengembangkan bisnis. Tiga hal tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta menjangkau pembeli dari berbagai negara.

Pesan itu disampaikan Wamendag Roro dalam International Women Business and Investment Forum (IWBF) 2026, Kamis (15/10). Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, forum tersebut digelar di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Pertemuan ini menjadi ruang bagi pengusaha perempuan untuk membahas pengembangan usaha sekaligus membangun hubungan dengan mitra dari luar negeri.

Roro menjelaskan, pembiayaan berperan dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas usaha. Dukungan tersebut berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya, sementara akses yang lebih luas ke pasar dan jejaring dapat membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli mancanegara.

Di samping pembiayaan, ia menyoroti kolaborasi global sebagai jalan bagi pengusaha perempuan untuk memperluas jaringan, bertukar pengetahuan, dan menjajaki peluang kerja sama bisnis. Dengan bertemunya pelaku usaha dari berbagai negara, forum diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga memberi kesempatan untuk membangun hubungan yang mendukung perkembangan usaha.

Baca juga: Kemenkes Jajaki Pembukaan PPDS di FK UKI untuk Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis

Teknologi digital, menurut Roro, juga dapat membantu eksportir Indonesia menjangkau lebih banyak pembeli dan membangun jaringan bisnis di berbagai negara. Ia menyebut pemberdayaan pengusaha perempuan bukan hanya diarahkan agar lebih banyak perempuan memulai usaha. Dukungan juga diperlukan supaya bisnis milik perempuan yang sudah berjalan dapat berkembang dan mampu bersaing di pasar global.

“Pemanfaatan teknologi digital dapat membantu eksportir Indonesia menjangkau lebih banyak pembeli dan memperluas jaringan bisnis dari berbagai negara,” ujar Roro. Ia menyampaikan bahwa pengembangan usaha perlu mencakup peluang untuk tumbuh, bukan hanya mendorong pendirian usaha baru. Dengan demikian, akses pembiayaan, kolaborasi lintas negara, dan penggunaan teknologi ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperluas kemampuan pelaku usaha perempuan.

Kesiapan teknologi dan dukungan jejaring

Meski teknologi menyediakan peluang, Roro mengingatkan bahwa kemajuan tersebut perlu diimbangi kesiapan dan peningkatan pemahaman dari pelaku usaha. Ia menilai pemanfaatan peluang digital membutuhkan bekal yang memadai agar teknologi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis. Pesan ini disampaikan bersamaan dengan ajakannya kepada peserta perempuan untuk memakai IWBF 2026 sebagai sarana membangun jejaring dan saling menopang dalam mengembangkan usaha.

Roro juga menekankan pentingnya dukungan antarpengusaha perempuan. “Perempuan dapat berhasil selama saling mendukung, hadir untuk satu sama lain, dan ikut bangga atas keberhasilan satu sama lain,” katanya. Ajakan tersebut menggarisbawahi bahwa jejaring yang dibangun di forum dapat menjadi ruang untuk saling mendukung, selain membuka kemungkinan hubungan bisnis.

Baca juga: Kemendag dan BPJPH Perkuat Pengawasan Produk Halal di Perdagangan

Dalam paparannya, Wamendag Roro menyebut perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Ia menyampaikan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi sekitar 62 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Lebih dari 60 persen pelaku UMKM, menurut angka yang disampaikannya, merupakan perempuan.

Besarnya keterlibatan perempuan di UMKM, lanjut Roro, menunjukkan bahwa pengembangan usaha mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan yang ia sebut mencakup keluarga, lingkungan sosial, mitra bisnis, dan pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan membantu pelaku usaha perempuan mengembangkan potensi sekaligus mewujudkan peluang usaha yang lebih luas.

Kementerian Perdagangan, kata Roro, terus mendukung pengembangan kualitas produk, pembukaan akses ke pasar ekspor baru, promosi produk Indonesia, serta penghubungan pelaku usaha nasional dengan mitra internasional. Rangkaian dukungan itu diarahkan untuk membuka kesempatan bagi perempuan, termasuk pelaku UMKM, memasarkan produk bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga ke pasar luar negeri.

Baca juga: Indonesia Dorong Kemitraan Strategis dengan Belanda di TEI 2026

Peluang kolaborasi lintas negara di IWBF

Forum ini juga dinilai penting untuk mempererat hubungan pengusaha dari sejumlah negara. Perwakilan ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN), BRICS Women’s Business Alliance, dan berbagai komunitas pengusaha perempuan internasional hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi dan menjajaki potensi kerja sama lintas negara.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi berharap IWBF dapat mempererat kolaborasi bisnis antara IWAPI dan Asia Women Entrepreneurs Council (AWEC) dari Tiongkok dan Malaysia. Ia menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan AWEC dalam berbagai acara internasional diharapkan membuka peluang bagi para pengusaha untuk membangun koneksi bisnis dan memperluas kerja sama perdagangan lintas negara.

Dalam kesempatan yang sama, Roro mengajak para delegasi internasional mengeksplorasi produk, industri, dan peluang bisnis Indonesia selama mengikuti TEI 2026. Ia berharap IWBF 2026 dan rangkaian TEI ke-41 memberi manfaat bagi peserta untuk memperluas usaha serta membangun kemitraan bisnis jangka panjang. Ajakan itu sekaligus menghubungkan agenda forum pengusaha perempuan dengan kesempatan melihat produk dan peluang bisnis Indonesia di pameran perdagangan tersebut.