UPDATE

Cianjur Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

12/08/2026 12:00

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi melalui High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula BKAD Cianjur, Rabu (12/8/2026). Dua agenda itu dibahas dalam satu forum karena, menurut Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, pengendalian inflasi dan digitalisasi perlu berjalan beriringan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkan laporan Pemkab Cianjur, kegiatan itu dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia beserta jajaran, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Cianjur. Pimpinan perbankan, BUMD, pelaku usaha, dan anggota TPID serta TP2DD juga hadir. Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, badan usaha, pelaku usaha, dan tim yang terkait dengan pengendalian inflasi maupun percepatan digitalisasi.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Dalam arahannya, Mohammad Wahyu Ferdian menekankan bahwa keputusan dan langkah antisipasi perlu berpijak pada informasi serta kondisi nyata. Ia mengatakan, “Kita harus bergerak berdasarkan data, melakukan antisipasi berdasarkan informasi, dan mengambil kebijakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.” Pernyataan itu menjadi penegasan mengenai dasar yang perlu digunakan dalam merumuskan kebijakan, termasuk untuk menanggapi perkembangan harga dan pasokan pangan.

Bupati meminta TPID memperkuat pemantauan harga dan pasokan pangan. Pemantauan tersebut menjadi salah satu langkah yang secara khusus ia arahkan kepada tim dalam upaya pengendalian inflasi. Harga dan pasokan sama-sama disebut dalam arahan itu, sehingga perhatian TPID tidak hanya tertuju pada perkembangan harga, tetapi juga pada ketersediaan pangan yang perlu dipantau.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Sementara itu, TP2DD diminta terus memperluas transaksi digital. Bupati menyebut transaksi yang dikembangkan perlu mudah, aman, transparan, dan terintegrasi. Arahan tersebut menempatkan perluasan transaksi digital sebagai bagian dari agenda yang berjalan bersama pengendalian inflasi, dengan kualitas layanan transaksi sebagai perhatian yang turut disampaikan dalam pertemuan.

Baca juga: Bupati Cianjur Pimpin Gorol Pembangunan Jalan di Sukaraharja

Menutup arahannya, Mohammad Wahyu Ferdian mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas harga, memperluas transaksi digital, dan memperkuat ekonomi masyarakat. “Mari kita jaga harga tetap stabil, perluas transaksi digital, dan perkuat ekonomi masyarakat,” tegasnya. Ajakan itu selaras dengan dua penugasan yang disampaikan dalam forum: TPID memperkuat pemantauan harga dan pasokan pangan, sedangkan TP2DD melanjutkan perluasan transaksi digital dengan prinsip yang telah disebutkan.