UPDATE

Dedi Mulyadi Tertibkan PKL di Ciloto, Pedagang Terdampak Dapat Kompensasi

27/05/2026 12:00

CIANJUR.CO - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ciloto Puncak, Kabupaten Cianjur, berlangsung pada Rabu (27/05/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung dalam penanganan persoalan tersebut, didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. Penataan difokuskan pada sejumlah warung liar dan lapak yang berdiri di area bahu jalan.

Dikutip dari laman resmi CianjurKab, Pemkab Cianjur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menata kawasan itu untuk mengembalikan fungsi pedestrian sekaligus mengurangi kemacetan. Sasaran penataan berupa bangunan dan lapak di bahu jalan, sementara tujuan yang disampaikan pemerintah mencakup kondisi kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Sebelum pembongkaran dimulai, Dedi terlebih dahulu berdialog dengan para pedagang. Dialog tersebut dilakukan untuk mencari solusi bersama terkait penataan Ciloto. Dengan demikian, pembicaraan dengan pedagang berlangsung sebelum warung liar dan lapak yang menjadi sasaran penertiban dibongkar.

Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa penertiban tidak semata-mata berupa pembongkaran. Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ruang agar kawasan Puncak kembali tertib, nyaman, dan aman bagi masyarakat. Penataan diharapkan sekaligus mendukung pemulihan fungsi pedestrian serta upaya mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.

Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas

Pemerintah, kata Dedi, telah menyiapkan solusi bagi pedagang yang terdampak agar tetap dapat melanjutkan usaha dan memiliki sumber penghasilan setelah lapak mereka dibersihkan. Ia menyampaikan, “Para pedagang yang lapaknya dibongkar akan diberikan kompensasi.” Pernyataan itu menjadi bagian dari penjelasan mengenai dukungan yang disiapkan bagi pedagang setelah pembongkaran.

Dedi juga menyebut dukungan bagi pedagang yang belum memiliki rumah. “Bagi pedagang yang belum memiliki rumah, pemerintah akan mencarikan lahan untuk dibangun tempat tinggal,” ujarnya. Jadi, selain kompensasi bagi pedagang yang lapaknya dibongkar, pemerintah menyatakan akan mencarikan lahan untuk dibangun tempat tinggal bagi pedagang yang belum mempunyai rumah.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap penataan kawasan Ciloto dapat berjalan kondusif serta mendapat dukungan masyarakat dan para pedagang. Harapan tersebut disampaikan seiring upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Proses penataan ini mencakup pembongkaran lapak di bahu jalan dan solusi yang disiapkan pemerintah bagi pedagang terdampak.