71,04 Persen Penduduk Kota Bekasi Berusia Produktif pada 2026
CIANJUR.CO - Kota Bekasi memiliki sekitar 2,653 juta penduduk pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.884.700 orang atau 71,04 persen berada pada kelompok usia 15–64 tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) itu menunjukkan besarnya porsi penduduk yang berada dalam usia produktif di kota tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, kelompok usia produktif dipandang sebagai salah satu modal penting bagi perkembangan kota. Besarnya jumlah warga pada rentang umur tersebut juga membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam kehidupan Kota Bekasi, tidak hanya sebagai pengguna fasilitas, tetapi juga sebagai penggerak berbagai bidang.
Peran yang dapat diambil mencakup pendidikan, kegiatan ekonomi, teknologi, kreativitas, hingga kegiatan sosial. Dengan jumlah penduduk usia 15–64 tahun yang mencapai lebih dari 1,8 juta orang, perhatian terhadap kebutuhan kelompok ini menjadi bagian dari upaya mendukung potensi sumber daya manusia yang dimiliki kota.
Potensi perlu didukung fasilitas dan kesempatan
Besarnya jumlah penduduk usia produktif, menurut paparan dalam laporan tersebut, perlu diimbangi kesiapan sektor yang menunjang kehidupan mereka. Pendidikan yang mudah diakses dan ketersediaan lapangan kerja disebut sebagai bagian dari dukungan yang diperlukan. Keduanya berkaitan dengan kesempatan bagi penduduk untuk mengembangkan kemampuan dan mengambil peran di berbagai bidang.
Baca juga: Dua Pemuda Ditangkap Usai Tanam Ganja di Kebun Cabai Rajapolah
Dukungan yang dibutuhkan tidak terbatas pada pendidikan dan pekerjaan. Ruang kreativitas, fasilitas olahraga, serta ruang publik yang aman juga disebut penting agar potensi penduduk usia produktif dapat berkembang. Dengan demikian, angka 71,04 persen itu tidak berdiri sendiri sebagai gambaran komposisi umur, tetapi berhubungan dengan kebutuhan terhadap fasilitas dan kesempatan yang mendukung kehidupan warga.
Laporan tersebut tidak merinci jumlah fasilitas atau lapangan kerja yang tersedia. Namun, kebutuhan terhadap sektor-sektor pendukung itu disampaikan sebagai hal yang perlu diperhatikan seiring besarnya kelompok usia produktif. Potensi yang tercermin dalam komposisi penduduk, menurut uraian tersebut, perlu ditopang oleh akses pendidikan, pekerjaan, ruang beraktivitas, serta fasilitas yang dapat digunakan masyarakat.
Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan berimbang
Komposisi penduduk Kota Bekasi berdasarkan jenis kelamin tercatat relatif seimbang. BPS mencatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.329.700 orang, sedangkan penduduk perempuan mencapai 1.323.300 orang. Selisih kedua jumlah itu relatif kecil dibandingkan total penduduk kota.
Rasio jenis kelamin Kota Bekasi tercatat 100,48. Angka itu berarti terdapat sekitar 100 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Data tersebut melengkapi gambaran demografi kota yang tidak hanya menunjukkan besarnya kelompok usia produktif, tetapi juga komposisi penduduk menurut jenis kelamin.
Baca juga: 10 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Pasar Andir Garut
Dalam laporan itu, besarnya populasi dan jumlah penduduk muda juga disebut sebagai potensi yang dapat menjadi penggerak berbagai bidang di Kota Bekasi. Sementara itu, angka rasio jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh. Kedua informasi tersebut memberikan gambaran yang berbeda mengenai susunan penduduk, tanpa mengubah fakta utama bahwa lebih dari tujuh dari setiap sepuluh warga berada dalam rentang usia 15–64 tahun.
Bekasi Utara memiliki penduduk terbanyak
Jumlah penduduk tidak tersebar sama di seluruh kecamatan. Berdasarkan data BPS yang dikutip ANTARA Jabar, Kecamatan Bekasi Utara memiliki proporsi penduduk terbesar, yaitu 13,23 persen dari total penduduk Kota Bekasi. Dengan proporsi tersebut, Bekasi Utara menempati posisi pertama di antara wilayah kecamatan yang disebutkan dalam laporan.
Di bawah Bekasi Utara, Bekasi Barat memiliki proporsi 10,77 persen, sedangkan Jatiasih tercatat 10,35 persen. Jika dilihat berdasarkan jumlah penduduk, Bekasi Utara dihuni sekitar 351 ribu orang. Bekasi Barat memiliki sekitar 285,6 ribu penduduk, sementara jumlah penduduk Jatiasih mencapai sekitar 274,6 ribu orang.
Baca juga: Desa Wisata Selamanik Ciamis Masuk Enam Besar Destinasi Edutrip Kemenpar
Perbandingan tersebut memperlihatkan perbedaan jumlah penduduk di antara tiga kecamatan itu. Bekasi Utara berada di urutan teratas dalam proporsi maupun jumlah yang dicantumkan, disusul Bekasi Barat dan Jatiasih. Data kecamatan ini menjadi bagian dari gambaran sebaran penduduk, di samping angka total kota dan komposisi menurut usia serta jenis kelamin.
Perbedaan jumlah penduduk antarkecamatan juga berkaitan dengan perhatian terhadap kebutuhan warga di setiap wilayah. Laporan tersebut menyebut bahwa semakin besar jumlah penduduk di suatu wilayah, semakin penting ketersediaan fasilitas publik yang mampu mengikuti kebutuhan masyarakatnya. Karena itu, angka penduduk di Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Jatiasih memberi gambaran mengenai perbedaan skala kebutuhan di masing-masing wilayah.
Data makro kelompok umur Kota Bekasi yang dirujuk dalam laporan bersumber dari BPS Kota Bekasi 2026. Angka yang dipaparkan menunjukkan jumlah dan persentase penduduk usia 15–64 tahun, tetapi tidak menyertakan rincian jumlah untuk kelompok umur lain. Dengan data yang tersedia, porsi usia produktif menjadi sorotan utama dalam gambaran demografi Kota Bekasi pada 2026.