DLH Cianjur Tanam 3.000 Bibit Pohon di 13 Titik Rawan Bencana

08/10/2026 20:17

CIANJUR.CO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menanam 3.000 bibit pohon secara bertahap di berbagai wilayah rawan bencana. Kegiatan yang berlangsung sejak Januari hingga September 2026 itu ditujukan untuk membantu mencegah bencana alam, terutama saat musim penghujan. Penanaman tidak hanya berlangsung di satu kawasan, tetapi tersebar pada sejumlah titik yang dipetakan sebagai lokasi rawan.

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Cianjur, Lia Amalia, mengatakan ribuan bibit tersebut ditanam sebagai bagian dari gerakan Cianjur Hijau dan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, penanaman menyasar 13 titik rawan bencana. Sebaran lokasi itu meliputi beberapa kecamatan serta kawasan Puncak-Cipanas.

Wilayah yang disebutkan antara lain Kecamatan Cipanas, Mande, Cilaku, dan Cikalongkulon. Selain empat kecamatan tersebut, penanaman juga dilakukan di sejumlah titik rawan di kawasan Puncak-Cipanas. Dengan cakupan itu, kegiatan DLH menjangkau lokasi yang memiliki kebutuhan penanganan berbeda, termasuk kawasan yang berkaitan dengan risiko longsor dan resapan air.

Baca juga: Pemkab Bandung Libatkan Mahasiswa Edukasi Pengelolaan Sampah di 16 Kecamatan

Lia menjelaskan bahwa penanaman difokuskan pada jalur rawan longsor, daerah resapan air, dan kawasan Puncak. Jenis pohon yang ditanam di lokasi-lokasi itu adalah mahoni. Ia menyebut mahoni dipilih karena akarnya kuat untuk membantu menahan tanah dan menyimpan air. Penempatan jenis pohon tersebut, menurut penjelasannya, berkaitan dengan fungsi yang diharapkan pada wilayah sasaran.

Di luar titik rawan bencana, DLH bersama dinas dan instansi lain serta relawan di Cianjur juga menanam bibit di sepanjang jalur utama dan jalan protokol. Jenis yang ditanam di jalur tersebut merupakan pohon yang dapat menghasilkan buah, yaitu nangka, durian, alpukat, dan jambu. Jadi, penanaman di jalur utama menggunakan jenis yang berbeda dari mahoni yang ditanam di jalur rawan longsor, daerah resapan, dan kawasan Puncak.

Baca juga: Sumedang Siapkan 424 TPS untuk Pilkades Digital di 92 Desa

Upaya bersama di jalan utama juga dilakukan pada Juli. Dalam kegiatan itu, DLH berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Suryakancana, Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, serta mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung. Mereka menanam ratusan bibit pohon di jalur utama Cianjur, salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan. Kegiatan Juli tersebut menjadi bagian dari penanaman yang melibatkan sejumlah unsur di daerah.

Penanaman di sisi jalan berkaitan dengan peremajaan pohon di kiri dan kanan jalur yang rawan tumbang. DLH juga melakukan pemangkasan dan penebangan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ketika musim penghujan tiba. Langkah tersebut menyertai penanaman bibit baru: peremajaan dilakukan pada jalur yang pohonnya berisiko tumbang, sementara pemangkasan dan penebangan ditujukan untuk mengantisipasi risiko tersebut.

Baca juga: Dua Pemuda Ditangkap Setelah Tanam Ganja di Kebun Cabai Rajapolah

Lia menyatakan jumlah bibit yang ditanam akan terus ditambah. Penambahan itu, menurut dia, diarahkan untuk memperkuat tutupan lahan di daerah hulu. Ia juga menyebut penanaman sebagai upaya antisipasi terhadap tanah longsor, pergeseran tanah, dan banjir. Ketiga jenis bencana tersebut disebut dalam kaitannya dengan tujuan kegiatan penanaman pohon yang telah berjalan sejak awal 2026.

DLH berencana melakukan penanaman serupa di sejumlah titik lain di wilayah selatan Cianjur. Lia mengatakan kegiatan berikutnya akan melibatkan berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa. Rencana perluasan lokasi itu masih berada dalam upaya mencegah bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Cianjur, yang disebut masuk zona merah tertinggi bencana alam di Jawa Barat.