Pemkab Bandung Libatkan Mahasiswa Edukasi Pengelolaan Sampah di 16 Kecamatan

08/10/2026 20:15

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menggandeng mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Kegiatan sekaligus pendampingan itu dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan di 16 kecamatan.

Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy menyebut program ini sebagai kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi. Sasarannya ialah meningkatkan pemahaman warga dalam mengelola sampah sejak dari hulu, sebelum sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Wahid menjelaskan edukasi akan membantu warga membedakan sampah yang harus dibuang dan sampah yang masih dapat dikelola. “Target kami bagaimana berkolaborasi bagaimana memberikan edukasi ke warga, mana sampah untuk dibuang, mana sampah yang memang bisa dikelola,” ujarnya di Bandung, Kamis.

Pelaksanaan program didahului koordinasi lintas unsur. DLH berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung serta aparatur kewilayahan di lokasi sasaran. Pihak perguruan tinggi juga diundang dalam pembahasan tersebut.

Baca juga: Sumedang Siapkan 424 TPS untuk Pilkades Digital di 92 Desa

Menurut Wahid, langkah itu menindaklanjuti arahan Sekretaris Daerah yang disampaikan belum lama ini. Setelah menerima arahan, pihaknya segera menggelar rapat koordinasi bersama DPMD dan aparatur wilayah, sekaligus melibatkan perguruan tinggi untuk mendukung pelaksanaan edukasi dan pendampingan.

Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat akan bertugas mendampingi kegiatan di 16 kecamatan. Kesiapan mereka menjadi salah satu hal yang diperhatikan agar penyampaian materi dan pendampingan dapat berjalan efektif di lapangan.

Karena itu, mahasiswa perlu dibekali tata cara memberikan edukasi dan melakukan pendampingan, serta pengenalan terhadap situasi lapangan. Wahid menilai bekal tersebut diperlukan agar para pendamping memahami cara menjalankan tugasnya ketika berhadapan langsung dengan masyarakat di wilayah program.

Baca juga: Dua Pemuda Ditangkap Setelah Tanam Ganja di Kebun Cabai Rajapolah

Enam belas kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan adalah Soreang, Katapang, Margaasih, Margahayu, Baleendah, Banjaran, Arjasari, Ciparay, Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka, Paseh, Majalaya, Pacet, Pangalengan, dan Bojongsoang. Penetapan wilayah sasaran mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk neraca sampah di masing-masing kecamatan.

Program tersebut berkaitan dengan upaya pengelolaan sampah dari tingkat sumber yang selama ini telah berjalan di Kabupaten Bandung. Pengelolaan dilakukan mulai dari rumah tangga dan wilayah, sebelum sampah yang tersisa dibawa menuju tempat pemrosesan akhir. Dengan demikian, edukasi kepada warga diarahkan pada bagian awal dari alur pengelolaan itu.

Wahid menyampaikan bahwa terdapat kesenjangan yang lebar antara timbulan sampah dan kuota pengangkutan menuju TPPAS Sarimukti. Meski demikian, ia menyebut sampah di Kabupaten Bandung masih terkendali karena sebagian timbulan telah dikelola di tingkat rumah tangga maupun wilayah.

Baca juga: Kejari Majalengka Musnahkan Barang Bukti dari 28 Perkara Inkrah

Pengelolaan yang telah dilakukan antara lain melalui tempat pengolahan sampah terpadu (3R), bank sampah, dan fasilitas lainnya. DLH Kabupaten Bandung mencatat kuota pengangkutan sampah dari wilayah tersebut ke TPPAS Regional Sarimukti sekitar 280,37 ton per hari, sedangkan timbulan sampah mencapai sekitar 1.820 ton per hari.

Perbedaan antara jumlah timbulan dan kuota pengangkutan itu membuat pengelolaan dari sumber menjadi bagian penting dalam mengurangi beban yang harus diangkut. Melalui kegiatan selama tiga bulan di 16 kecamatan, mahasiswa akan terlibat dalam penyampaian edukasi dan pendampingan kepada warga mengenai pemilahan serta pengelolaan sampah.