Monumen Titik Nol Kurang Terawat, Pemekaran Cianjur Selatan Belum Jelas
CIANJUR.CO - Rencana pemekaran Kabupaten Cianjur Selatan yang telah lama dinantikan masyarakat belum juga terealisasi. Meski titik nol pemekaran telah diresmikan di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, belum ada kepastian kapan daerah otonomi baru (DOB) itu akan dibentuk. Keadaan tersebut membuat sebagian warga kembali mempertanyakan kelanjutan rencana yang sebelumnya sempat menumbuhkan harapan.
Seperti diberitakan iNews Cianjur, Muhamad Suparjo alias Ajo, 65, tokoh masyarakat Desa Mekarlaksana, menilai masyarakat telah menunggu terlalu lama. Ia menyebut warga berharap pemekaran dapat mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan, tetapi harapan itu belum diikuti realisasi yang dirasakan langsung.
Ajo mengatakan peresmian titik nol pernah memberi optimisme bahwa pemekaran akan segera terwujud. Namun, menurutnya, sampai sekarang belum ada kepastian pelaksanaan. Ia menyampaikan hal itu pada Minggu (11/10/2026), sekaligus menggambarkan penantian masyarakat Desa Mekarlaksana dan Kecamatan Sindangbarang.
Baca juga: Desa Neglasari Cianjur Masih Mengontrak Rumah Warga untuk Kantor
“Dulu, waktu peresmian titik nol, disampaikan akan ada pemekaran. Namun, sampai saat ini belum ada realisasinya,” ujar Ajo. Ia mengatakan dirinya masih menunggu kapan rencana pembentukan Kabupaten Cianjur Selatan benar-benar dapat dilaksanakan.
Bagi Ajo, pemekaran bukan hanya soal membentuk pemerintahan baru. Ia berharap perubahan status wilayah dapat diikuti percepatan pembangunan infrastruktur, akses pelayanan publik yang lebih luas, serta peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah selatan Cianjur. Harapan tersebut menjadi alasan warga menantikan tindak lanjut, bukan hanya pengumuman mengenai rencana pemekaran.
Ia juga mengaitkan harapan itu dengan pengalaman pemekaran desa yang menurutnya membawa perubahan positif. Ajo mencontohkan Desa Mekarlaksana, yang sebelumnya merupakan bagian dari desa induk di Saganten. Setelah pemekaran desa, ia melihat pembangunan meningkat dan perekonomian warga mengalami kemajuan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Pasang Pembatas Beton untuk Cegah PKL Kembali Berjualan di Puncak
“Setelah pemekaran desa, alhamdulillah pembangunan meningkat. Perekonomian masyarakat juga mengalami kemajuan,” kata Ajo. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat masyarakat berharap pemekaran kabupaten dapat membawa manfaat yang lebih besar. Ia tidak menyebut perubahan desa itu sebagai jaminan bahwa hasil serupa otomatis terjadi, tetapi menjadikannya contoh dampak yang ia rasakan dari pemekaran di tingkat desa.
Selain belum adanya realisasi, kondisi lokasi titik nol yang kini terlihat kurang terawat turut menjadi perhatian Ajo. Ia memandang lokasi tersebut semestinya menjadi simbol keseriusan perjuangan pembentukan Kabupaten Cianjur Selatan. Ketika rencana pemekaran belum jelas dan keadaan titik nol dinilai kurang baik, kekecewaan warga yang menaruh harapan besar pun semakin terasa.
Ajo mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan, “Saya merasa seperti diberi harapan soal pemekaran.” Ia menilai keadaan titik nol menambah pertanyaan masyarakat tentang kapan pemekaran benar-benar diwujudkan. Perhatian terhadap lokasi itu, dalam pandangannya, berkaitan dengan belum tampaknya tindak lanjut atas rencana yang pernah disampaikan saat peresmian.
Baca juga: Pedagang Jajanan Sekolah di Cibadak Beradaptasi di Tengah Program MBG
Atas kondisi tersebut, Ajo meminta aspirasi warga tidak dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Ia berharap pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Pusat memberi perhatian serius sekaligus menyampaikan perkembangan yang jelas mengenai rencana pemekaran. Ia meminta rencana itu segera ditindaklanjuti karena warga menantikan pembangunan dan infrastruktur yang semakin maju.
“Kami sangat menunggu realisasinya karena masyarakat ingin pembangunan dan infrastruktur semakin maju,” ujar Ajo. Permintaan itu menegaskan dua hal yang menjadi perhatian warga menurutnya: kepastian kelanjutan pemekaran Kabupaten Cianjur Selatan dan manfaat pembangunan yang diharapkan dapat menyertai pembentukan daerah baru tersebut.