Asep Guntara Apresiasi Pelatihan TMT Kemnaker di Tiga Kecamatan Cianjur
CIANJUR.CO - Program Tailor Made Training (TMT) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asep Guntara. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Mande, Ciranjang, dan Bojongpicung itu menghadirkan pelatihan dengan bidang keterampilan berbeda bagi warga sekitar.
Seperti diberitakan iNews Cianjur, Asep meninjau pelaksanaan program tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan itu merupakan kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung dengan lembaga atau yayasan. Dalam keterangannya pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Asep menyampaikan bahwa setiap kelas diisi 16 peserta yang direkrut dari warga sekitar lokasi.
Jenis pelatihan dibedakan menurut kecamatan. Peserta di Mande mempelajari pembuatan roti, sedangkan kegiatan di Ciranjang berfokus pada keterampilan menjahit. Adapun peserta di Bojongpicung mengikuti pelatihan komputer dasar. Dengan pembagian tersebut, program di tiga lokasi itu mencakup keterampilan produksi makanan, jahit, dan komputer.
Baca juga: Mutasi Polri, Kapolres Cianjur dan Cimahi Berganti
Asep menilai pelatihan tersebut memiliki dua arah manfaat. Peserta dipersiapkan untuk memenuhi standardisasi tenaga kerja industri, sekaligus dibimbing agar mempunyai daya saing untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Karena itu, keterampilan yang diberikan tidak hanya dipandang sebagai bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat digunakan dalam merintis usaha.
“Saya apresiasi hadirnya program ini untuk meningkatkan keahlian (skill) masyarakat agar mampu menjawab tantangan dunia kerja, sekaligus memicu lahirnya wirausahawan baru di Kabupaten Cianjur,” ujar Asep, sebagaimana dikutip iNews Cianjur. Ia menilai program itu positif karena langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Baca juga: King Kobra Dua Meter Dievakuasi dari Rumah Warga Ciamis
Contoh yang disampaikan Asep adalah pelatihan pembuatan roti di Mande. Menurut dia, keterampilan tersebut dapat mempersiapkan peserta untuk bekerja di pabrik roti. Pada saat yang sama, peserta juga didorong memanfaatkan kemampuannya untuk berwirausaha secara mandiri dalam skala rumah tangga. Dengan demikian, satu jenis pelatihan dapat menjadi bekal untuk memasuki pekerjaan industri maupun mengembangkan usaha sendiri.
Manfaat serupa ia kaitkan dengan pelatihan menjahit di Ciranjang. Keterampilan itu dapat digunakan untuk memasok kebutuhan industri konveksi atau membuka jasa penjahit mandiri. Sementara itu, kelas komputer dasar menjadi bidang pelatihan yang diselenggarakan di Bojongpicung. Asep menyebut rangkaian kegiatan tersebut sebagai upaya konkret meningkatkan keterampilan warga sesuai minat masing-masing.
Baca juga: Mahasiswa Tel-U Minta Kampus Tegas Tangani Perundungan di Asrama
Apresiasi Asep berangkat dari kesesuaian antara materi pelatihan dan kemungkinan pemanfaatannya oleh peserta. Program TMT di Dapil IV itu menggabungkan persiapan memasuki dunia kerja dengan pembekalan untuk berusaha mandiri. Di setiap kecamatan, warga mengikuti bidang yang berbeda, sementara jumlah peserta pada masing-masing kelas disebut sebanyak 16 orang.