Ramzi Ajak Generasi Muda Lestarikan Jaipong di Pasanggiri Cianjur
CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar Pasanggiri Kreasi Jaipong di Taman Pancaniti, Pendopo Bupati Cianjur, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian untuk memeriahkan Hari Jadi Cianjur ke-349 pada 2026, sekaligus menghadirkan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menunjukkan kemampuan dalam tari tradisional.
Berdasarkan laporan Pemkab Cianjur, acara dihadiri Wakil Bupati Cianjur Ramzi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur Yudha Azwar, Direktur BPR Cianjur Muhammad Ansyah Ferliansyah, Tenaga Ahli Bupati Lukman Hakim, serta Ketua Yayasan Wira Budaya Indonesia Nugie Casya Agustin Angeline Azhar. Sejumlah unsur pemerintah dan lembaga yang terlibat hadir dalam kegiatan yang mengangkat kesenian Jaipong tersebut.
Pasanggiri diikuti 85 peserta dan kelompok dari berbagai tingkat pendidikan. Mereka berlomba dalam lima kategori, dengan pembagian berdasarkan jenjang sekolah serta format penampilan, yakni tunggal dan rampak. Pada kategori tunggal, peserta tampil secara perorangan, sementara kategori rampak diikuti kelompok.
Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat
Rinciannya, kategori Tunggal SD kelas 1–3 diikuti 21 peserta, sedangkan Tunggal SD kelas 4–6 diikuti 26 peserta. Kategori Tunggal SMP dan SMA diikuti 21 peserta. Untuk kategori rampak, terdapat 12 kelompok dari tingkat SD dan lima kelompok dari tingkat SMP dan SMA. Jumlah tersebut menggambarkan keterlibatan peserta dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.
Dalam sambutannya, Ramzi mengapresiasi BPR Cianjur dan Yayasan Wira Budaya Indonesia atas kolaborasi dalam penyelenggaraan pasanggiri. Ia menilai kompetisi tersebut dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan kreativitas anak-anak serta remaja, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap seni budaya lokal.
Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas
Ramzi juga mengajak para peserta untuk mempertahankan kebanggaan terhadap budaya Kabupaten Cianjur. Menurutnya, upaya melestarikan kesenian tradisional dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Media sosial, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan kemampuan peserta dan menyebarluaskan seni tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.
“Gunakan media sosial untuk memperlihatkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Mari bersama-sama memperkenalkan seni tradisional Jawa Barat, khususnya kesenian khas Kabupaten Cianjur, agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Ramzi.
Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan
Ajakan tersebut menempatkan media sosial sebagai sarana promosi, sementara pasanggiri menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat secara langsung. Keduanya sejalan dengan pesan wakil bupati mengenai pelestarian budaya yang tetap memperhatikan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan kebanggaan terhadap kesenian daerah.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap penyelenggaraan Pasanggiri Kreasi Jaipong dapat mendorong seni budaya daerah terus berkembang dan diwariskan kepada generasi penerus. Selain berfungsi sebagai kompetisi, kegiatan ini diharapkan memperkuat identitas budaya daerah serta memperluas pengenalan kekayaan seni Cianjur.