Disdikpora Cianjur Dorong Sekolah Swasta Perkuat Mutu Pendidikan
CIANJUR.CO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mendorong sekolah swasta memperkuat mutu dan daya saing pendidikan. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan kontribusi lembaga pendidikan swasta terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan peran sekolah swasta semakin strategis seiring jumlahnya yang terus berkembang. Pada sejumlah jenjang pendidikan, jumlah lembaga swasta bahkan telah melampaui sekolah negeri secara kuantitas.
Berdasarkan laporan iNews Cianjur, Ruhli menyampaikan data sekitar 1.800 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 450 sekolah menengah pertama (SMP). Data itu disampaikan pada Senin (5/10/2026). Besarnya jumlah lembaga menjadi potensi bagi pendidikan Cianjur, sekaligus tantangan untuk memastikan layanan yang tersedia ikut mendorong kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: Polres Cianjur Ungkap Dugaan Perdagangan Anak Bermodus Prostitusi Online
Dengan jumlah tersebut, keberadaan sekolah swasta tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses pendidikan. Disdikpora juga mendorong yayasan dan penyelenggara pendidikan untuk membangun keunggulan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta berbagai inovasi pendidikan. Ketiga aspek itu menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu, bukan sekadar menambah jumlah lembaga yang tersedia.
Ruhli menekankan bahwa yayasan perlu memiliki arah dan langkah yang jelas dalam mengembangkan pendidikan. “Yayasan sekolah swasta harus sudah punya harapan, inisiatif, dan strategi dalam memberikan mutu pendidikan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menempatkan peran yayasan sebagai unsur penting dalam menentukan upaya peningkatan kualitas di sekolah yang dikelolanya.
Baca juga: Pemkab Cianjur Targetkan Kemantapan Jalan 87,5 Persen pada 2027
Menurut Ruhli, sekolah swasta yang mampu menghadirkan pendidikan berkualitas akan semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu berjalan seiring dengan kontribusi lembaga pendidikan terhadap pembangunan sumber daya manusia Cianjur. Karena itu, penguatan kualitas sekolah dinilai berkaitan dengan peran yang dapat diberikan sektor pendidikan swasta bagi daerah.
Namun, peningkatan mutu pendidikan bukan tanggung jawab pemerintah semata. Ruhli menyebut perlunya sinergi antara pemerintah daerah, yayasan, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Masing-masing pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan, sehingga upaya memperbaiki kualitas tidak hanya bertumpu pada satu unsur.
Baca juga: Warga Cugenang Pasang Pagar Bambu di Tebing Longsor
Dalam hubungan antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta, Ruhli menekankan pentingnya semangat kemitraan. Pemerintah, menurut dia, tidak seharusnya diposisikan sebagai atasan dan yayasan sebagai bawahan. Keduanya perlu dipandang sebagai mitra yang sama-sama memikul tanggung jawab untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Cianjur.
“Pemerintah tidak menjadi atasan dan bawahan, tetapi kita adalah mitra,” kata Ruhli. Penegasan itu sejalan dengan dorongan Disdikpora agar sekolah swasta memperkuat mutu dan daya saing, sekaligus mengambil bagian dalam peningkatan capaian IPM daerah.