UPDATE

Riki Sopana Ditemukan Membusuk di Jurang Sindangbarang

15/10/2026 16:37

CIANJUR.CO - Penemuan jasad seorang laki-laki di kawasan jurang menggegerkan warga Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Saat ditemukan, jasad tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Korban kemudian diketahui bernama Riki Sopana, 35 tahun, warga Kampung Baru Seneu RT 01/RW 05, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang.

Kapolsek Sindangbarang Polres Cianjur IPTU Dadang Arifin membenarkan adanya penemuan itu. Berdasarkan laporan iNews Cianjur, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu bulan sebelum ditemukan. Sebelum jasadnya ditemukan, Riki juga diperkirakan sudah menghilang selama kurang lebih satu bulan. Dengan demikian, perkiraan waktu hilangnya korban dan lamanya jasad berada di lokasi sama-sama berada pada rentang sekitar satu bulan.

Baca juga: Sembilan Eks Admin Judi Online Kamboja Ditangkap di Sukaresmi Cianjur

Dadang menyampaikan bahwa kondisi jasad turut menunjukkan lamanya korban berada di lokasi. “Diperkirakan korban telah berada di lokasi selama kurang lebih satu bulan,” ujar Kapolsek, Kamis (15/10/2026). Ia mengatakan sejumlah bagian tubuh korban dilaporkan sudah tidak utuh. Kondisi tersebut diduga akibat dimakan hewan liar. Keterangan tentang dugaan itu menjelaskan keadaan jasad saat ditemukan, bukan penetapan penyebab kematian korban.

Peristiwa tersebut terungkap ketika Idin, warga berusia 50 tahun, melintas di sekitar lokasi sepulang dari kebun. Sekitar pukul 16.00 WIB, saksi mencium bau menyengat yang menurutnya mencurigakan. Bau itu membuat Idin mencari sumbernya. Setelah menelusuri asal bau tersebut, ia mendapati sesosok mayat di kawasan jurang. Penemuan oleh saksi itu kemudian menjadi awal terungkapnya keberadaan jasad Riki di lokasi.

Baca juga: Basarnas Cari Nelayan Hilang Setelah Perahu Ditemukan Tanpa Awak di Sindangbarang

Pemeriksaan terhadap jasad tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun bekas luka akibat benda tajam. Dadang menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut, sementara pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka atau kerusakan pada bagian punggung korban. Bagian punggung itu diduga mengalami kerusakan akibat korban jatuh dari jurang. Kedalaman jurang tersebut diperkirakan sekitar 100 meter.

Meski terdapat kerusakan pada punggung dan dugaan korban jatuh dari jurang, penyebab kematian Riki belum dapat dipastikan. Kapolsek menyatakan bahwa kondisi jasad dan pemeriksaan awal belum cukup untuk memastikan penyebabnya. Pemeriksaan awal juga tidak menemukan tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam. Temuan-temuan tersebut disampaikan sebagai hasil pemeriksaan, sedangkan dugaan jatuh dan dugaan jasad dimakan hewan liar tetap belum memastikan bagaimana korban meninggal.

Baca juga: Polisi Pastikan Jasad dalam Karung di Cianjur Anak Perempuan

Setelah ditemukan, jasad Riki dibawa pulang ke rumah keluarganya. Keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban, dan penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan keluarga. Dadang mengatakan, “Saat ini korban telah dibawa pulang ke rumah keluarganya.” Keputusan keluarga tersebut disampaikan bersamaan dengan keterangan bahwa penyebab kematian belum dapat dipastikan berdasarkan pemeriksaan awal.