Polisi Selidiki Identitas Mayat di Desa Cibaregbeg Cibeber
CIANJUR.CO - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, masih menyelidiki penemuan jasad manusia di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber. Saat ditemukan pada Minggu (11/10), jasad tersebut sudah membusuk dan sebagian besar tinggal tulang belulang. Polisi belum mengungkap identitas korban maupun memastikan penyebab kematiannya.
Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Bagus Panuntun mengatakan penyelidikan mencakup pendalaman informasi dan permintaan keterangan sejumlah saksi. Langkah itu dilakukan untuk menyusun kronologi serta mencari tahu penyebab kematian. Seperti diberitakan ANTARA Jabar, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan meskipun pemeriksaan luar terhadap jasad telah dilakukan di RSUD Sayang Cianjur.
Menurut Bagus, hasil pemeriksaan luar di rumah sakit tersebut belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tertentu mengenai kematian korban. Namun, hasil awal itu belum menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Polisi masih perlu menelusuri keterangan dan temuan yang tersedia sebelum dapat memastikan identitas korban serta apa yang terjadi.
Baca juga: BPBD Cianjur Tunggu Verifikasi BNPB untuk Bantuan Warga Terdampak Pergeseran Tanah
“Kami masih menyelidiki identitas korban serta penyebab kematiannya,” kata Bagus. Ia menjelaskan jasad ditemukan dalam keadaan tinggal tulang belulang. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diperkirakan telah berada di lokasi penemuan selama 20 hari terakhir. Sebagian anggota tubuhnya hilang dan diduga dimakan hewan liar, sementara bagian yang tersisa berada dalam kondisi tidak utuh.
Penemuan itu bermula dari bau menyengat yang tercium warga. Pada awalnya, warga menduga bau tersebut berasal dari bangkai hewan. Setelah berusaha mencari sumbernya dan memastikan lokasi, mereka menemukan jasad manusia yang sudah membusuk. Dengan demikian, bau yang semula membuat warga mencari kemungkinan bangkai hewan mengantarkan mereka pada penemuan korban.
Baca juga: Truk Boks Diduga Rem Blong Tabrak Dapur MBG di Pagelaran Cianjur
Eben (43), warga sekitar yang menjadi saksi mata, mengatakan bau menyengat itu sudah tercium sejak dua hari sebelum jasad ditemukan. Warga kemudian mencari asal bau tersebut di sejumlah lokasi. Upaya itu berakhir dengan ditemukannya jasad yang kondisinya tidak utuh dan sebagian besar telah menjadi tulang belulang. Keterangan Eben mengenai waktu bau tercium disampaikan sebagai pengalaman warga sebelum penemuan, sedangkan kepolisian masih mendalami kronologi kasus.
Setelah menemukan jasad, warga melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib. Eben mengatakan tidak ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya selama ini. Ia juga menyebut warga setempat kerap melakukan ronda malam. Keterangan tersebut belum mengungkap siapa korban, dan polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitasnya.
Baca juga: Kebakaran Gudang Sayuran di Pasar Cigombong Cianjur, Stok Siap Kirim Hangus
Bagus menyatakan kepolisian akan terus mendalami temuan itu. Ia mengatakan, “Kami segera informasikan hasil pemeriksaan rumah sakit dan hasil penyelidikan guna mengetahui identitas korban serta penyebab tewasnya korban.” Sampai informasi tersebut disampaikan, hasil pemeriksaan luar belum menunjukkan indikasi penyebab kematian, sementara keterangan saksi dan penyelidikan masih diperlukan untuk memperoleh kepastian.