• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Teknologi

LibreOffice Belum Akan Menghadirkan AI di Pengaturan Bawaan

by
October 6, 2026
in Teknologi
0
LibreOffice Belum Akan Menghadirkan AI di Pengaturan Bawaan

LibreOffice belum akan memasukkan AI ke instalasi bawaan. The Document Foundation menilai privasi, lokasi pemrosesan dokumen, dan kendali data pengguna.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – LibreOffice menyatakan tidak akan menambahkan kecerdasan buatan (AI) ke konfigurasi bawaan perangkat lunaknya untuk waktu mendatang yang dapat diperkirakan. Sikap ini menjadikan penyunting dokumen open source tersebut salah satu pilihan bagi pengguna yang mencari perangkat lunak tanpa fitur AI generatif di dalam instalasi standarnya.

Dalam tulisan blog yang dikutip TechCrunch AI, The Document Foundation, organisasi nirlaba pembuat LibreOffice, menegaskan bahwa keputusan itu bukan penolakan terhadap AI secara menyeluruh. Organisasi tersebut mengatakan tidak menolak teknologi itu begitu saja, tetapi untuk saat ini belum akan memasukkannya ke perangkat lunak. Pengguna yang ingin memakai AI tetap dapat melakukannya melalui ekstensi yang dipasang secara terpisah.

Pernyataan itu muncul beberapa pekan setelah versi terbaru LibreOffice dirilis pada akhir Agustus. Dalam keterangannya saat itu, The Document Foundation kembali menegaskan bahwa LibreOffice “tidak memiliki fitur AI generatif”. Ketiadaan fitur tersebut, menurut organisasi itu, merupakan posisi desain yang disengaja, bukan sekadar akibat belum adanya fitur yang sempat ditambahkan.

Alasan di balik desain tersebut berkaitan dengan cara dokumen pengguna diproses. LibreOffice mengatakan perangkat lunak itu dirancang agar dokumen tidak perlu diunggah ke server untuk diproses, dan tidak ada bagian aplikasi yang mengharuskan koneksi jaringan agar dapat berfungsi. Dengan kata lain, penggunaan fungsi dasar perangkat lunak tidak bergantung pada layanan daring.

Baca juga: Mistral Large 4 Hadir dengan Satu Triliun Parameter

The Document Foundation menyebut LibreOffice digunakan oleh puluhan juta orang dan organisasi. Karena itu, organisasi tersebut menilai pengguna seharusnya tetap memegang kendali atas data mereka. Perhatian ini dinilai penting bagi organisasi yang menangani informasi rahasia, data yang dilindungi secara hukum, maupun data pribadi.

“Setiap organisasi yang menangani data rahasia, dilindungi secara hukum, atau data pribadi perlu mengetahui ke mana data itu pergi,” kata organisasi tersebut. Mereka menambahkan bahwa satu-satunya jaminan yang tetap dapat dipertahankan dalam audit adalah kepastian bahwa data tidak meninggalkan perangkat. Pernyataan itu menempatkan lokasi pemrosesan sebagai pertimbangan utama, terutama ketika dokumen memuat informasi yang perlu dijaga.

Pengguna yang tetap ingin mengintegrasikan AI tidak sepenuhnya kehilangan pilihan. LibreOffice menyediakan kemungkinan untuk menggunakan ekstensi yang menghubungkan penyunting dokumen dengan model AI lokal. Fitur semacam itu tidak otomatis hadir dalam instalasi bawaan; pengguna perlu memilih dan memasang ekstensi untuk menghubungkan aplikasi dengan model tersebut.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Ungkap Agenda Breakout Session di San Francisco

Pemisahan antara fitur standar dan ekstensi ini juga menunjukkan batas keputusan yang diambil organisasi. Yang tidak akan tersedia secara bawaan adalah AI dalam bentuk apa pun, sementara integrasi melalui ekstensi tetap dapat digunakan oleh orang yang menginginkannya. Dengan demikian, penggunaan AI melalui LibreOffice bergantung pada pilihan pengguna, bukan menjadi bagian yang aktif secara otomatis dalam perangkat lunak.

Keputusan itu berbeda dari arah banyak pembuat perangkat lunak yang berupaya memasukkan semakin banyak fitur AI ke produk mereka. Penambahan chatbot dan asisten AI, misalnya, kerap menjadi bagian dari perangkat lunak yang dianggap terlalu penuh atau membebani pengalaman pengguna. Kritik terhadap fenomena yang disebut “enshittification” tersebut mendorong sebagian pengembang membuat atau menyertakan fitur untuk memblokir maupun menghapus kemampuan AI.

Selain soal banyaknya fitur, pemrosesan data juga menjadi perhatian. Alat AI sering meminta data pengguna diunggah dan diproses di server jarak jauh. Dalam keadaan itu, pengguna tidak memiliki kendali atas cara data disimpan ataupun lamanya data tersebut disimpan. Risiko ketidakjelasan mengenai penyimpanan dan pemrosesan ini menjadi salah satu persoalan yang mendasari kehati-hatian LibreOffice.

Baca juga: Pinterest Hadirkan Beauty Guides AI untuk Panduan ke Salon

The Document Foundation mengatakan saat ini belum ada integrasi yang memenuhi seluruh persyaratan mereka. Persyaratan itu mencakup perlindungan agar data pengguna tetap berada di perangkat serta tidak adanya ketergantungan pada satu penyedia AI. Organisasi tersebut menegaskan bahwa kriteria itu bukan penolakan definitif terhadap teknologi AI. Sikapnya merupakan penilaian terhadap teknologi yang tersedia saat ini, bukan penghakiman terhadap nilai sektor AI secara keseluruhan.

“Sampai saat itu, tidak akan ada AI dalam bentuk apa pun di instalasi bawaan; ekstensi akan tersedia bagi mereka yang ingin mengintegrasikan fitur AI, dan kami akan memantau dengan cermat ke mana arah teknologi ini,” demikian isi tulisan blog LibreOffice. Organisasi itu menyatakan akan terus mengamati perkembangan teknologi, sementara pilihan untuk menggunakan integrasi tambahan tetap tersedia bagi pengguna.

LibreOffice termasuk di antara berbagai perangkat lunak open source dan alternatif yang digunakan untuk menghindari ketergantungan pada perusahaan teknologi besar Silicon Valley. Dalam konteks itu, keputusan mempertahankan instalasi bawaan tanpa AI berjalan seiring dengan penekanan organisasi pada kendali pengguna atas dokumen dan data.

Tags: kecerdasan buatanLibreOfficePerangkat Lunak Open SourceThe Document Foundation
Previous Post

Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar untuk Atasi Macet di Garut

Next Post

Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

Next Post
Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Api dari Lahan Gunung Leneng Merembet ke TPAS Gunung Santri

Api dari Lahan Gunung Leneng Merembet ke TPAS Gunung Santri

October 6, 2026
Sampah Majalengka Capai 90 Ton Sehari, DLH Terima Tambahan Dump Truck

Sampah Majalengka Capai 90 Ton Sehari, DLH Terima Tambahan Dump Truck

October 6, 2026
Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

October 6, 2026
Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar untuk Atasi Macet di Garut

Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar untuk Atasi Macet di Garut

October 6, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co