Disdukcapil Cianjur Jaga Layanan Adminduk di Tengah Efisiensi
CIANJUR.CO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat tetap berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pelayanan tersedia di kantor dinas maupun kantor kecamatan, sehingga masyarakat tetap dapat mengurus kebutuhan dokumen kependudukan melalui titik pelayanan tersebut.
Plt Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Cianjur, Rizkie Amrullah, mengatakan pelayanan terus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dokumen masyarakat. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Rizkie menyampaikan keterangan itu di Cianjur, Senin. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak menghambat pelayanan dan pihaknya tetap berupaya menjalankannya sesuai standar maksimal yang telah ditetapkan.
Rizkie menyebut pelayanan adminduk di kantor dinas dan kecamatan berjalan lancar tanpa kendala. Ia mengatakan kebijakan efisiensi tidak membuat layanan berkurang. Di kantor dinas, sedikitnya 100 hingga 200 orang terlayani setiap hari untuk mengurus dokumen kependudukan. Angka tersebut menggambarkan jumlah pemohon yang dilayani di kantor dinas, sementara jumlah masyarakat yang mengajukan dokumen dapat berubah dari hari ke hari.
Baca juga: Polisi Selidiki Identitas Mayat di Desa Cibaregbeg Cibeber
Karena jumlah pemohon tidak selalu sama, Rizkie menyatakan angka pengajuan perlu dilihat berdasarkan rekapitulasi pelayanan. Dengan demikian, jumlah harian tidak diperlakukan sebagai angka tetap. Ia menjelaskan bahwa perubahan jumlah masyarakat yang mengurus dokumen terjadi setiap hari, sehingga pencatatan melalui rekapitulasi menjadi rujukan untuk mengetahui jumlah pemohon dalam periode pelayanan terkait.
Jenis dokumen yang paling banyak diajukan masyarakat setiap hari didominasi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Selain itu, warga mengurus penerbitan akta kelahiran serta dokumen administrasi kependudukan lainnya. Disdukcapil tetap melayani kebutuhan yang beragam tersebut, baik di kantor dinas maupun di titik pelayanan kecamatan yang disebutkan Rizkie.
Baca juga: BPBD Cianjur Tunggu Verifikasi BNPB untuk Bantuan Warga Terdampak Pergeseran Tanah
Di tengah pelayanan rutin, sejumlah pengaduan masih ditemukan. Rizkie mengatakan sebagian besar persoalan dapat ditangani langsung ketika masyarakat menyampaikan masalah yang mereka rasakan di titik pelayanan. Petugas terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang diajukan sebelum menentukan langkah penyelesaian. Karena itu, penanganan pengaduan mengikuti masalah yang disampaikan warga dan pemeriksaan petugas terhadap kebutuhan penyelesaian.
Salah satu persoalan yang dicontohkan adalah perubahan data status perkawinan dari kawin menjadi cerai. Pengajuan perubahan tersebut memerlukan dokumen pendukung yang sesuai dengan ketentuan. Petugas mengidentifikasi masalah terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah penyelesaian, sehingga kelengkapan dokumen menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses perubahan data. Keterangan itu disampaikan sebagai contoh jenis persoalan yang dapat muncul dalam pelayanan adminduk.
Baca juga: Truk Boks Diduga Rem Blong Tabrak Dapur MBG di Pagelaran Cianjur
Selain mempertahankan pelayanan di kantor dinas, Disdukcapil membuka pelayanan yang sama di sejumlah kecamatan. Menurut Rizkie, setelah layanan di kecamatan tersedia, antrean atau penumpukan pemohon di kantor dinas tidak terlihat berlebihan. Penyediaan layanan di luar kantor dinas membuat warga tidak perlu selalu datang ke pusat layanan tersebut untuk mengurus dokumen kependudukan.
Rizkie menyebut pelayanan tersedia di delapan kecamatan yang mencakup 32 kecamatan, serta di Mal Pelayanan Publik di pusat Kota Cianjur. Ia mengatakan masyarakat yang membutuhkan layanan adminduk tidak perlu lagi datang ke kantor dinas karena layanan juga dapat diakses melalui titik-titik tersebut. Disdukcapil menyatakan pelayanan di kantor dinas maupun kecamatan tetap berjalan lancar selama kebijakan efisiensi anggaran diterapkan.