UPDATE

Ribuan Warga Meriahkan Kirab Milangkala Tatar Sunda di Cianjur

06/05/2026 12:00

CIANJUR.CO - Ribuan warga memadati pusat kota Cianjur pada Rabu (6/5/2026) malam untuk menyaksikan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Milangkala Tatar Sunda. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar membuat kirab menjadi perhatian di pusat kota, sekaligus menempatkan perayaan budaya itu sebagai ruang bagi warga untuk menyaksikan langsung prosesi yang membawa simbol warisan leluhur Sunda.

Dikutip dari laman resmi CianjurKab, Pemkab Cianjur menyampaikan bahwa salah satu unsur utama kirab adalah Mahkota Binokasih Sanghyang Pake. Mahkota itu dihadirkan sebagai simbol kebesaran warisan leluhur Sunda. Dalam prosesi, mahkota diarak secara sakral menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa. Unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat turut mengiringi arak-arakan tersebut.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Penggunaan kereta kencana menjadi bagian dari cara mahkota dibawa dalam kirab, sementara kehadiran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menyertai prosesi itu. Materi Pemkab Cianjur menempatkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebagai lambang kebesaran warisan budaya, bukan sekadar bagian dari rangkaian acara. Dengan demikian, arak-arakan tersebut menghubungkan perayaan Milangkala Tatar Sunda dengan pengenalan warisan leluhur Sunda kepada masyarakat yang hadir.

Warga juga terlihat di sepanjang rute kirab. Tingginya partisipasi masyarakat disebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi dukungan terhadap pelaksanaan kirab, tetapi juga dipandang sebagai wujud kecintaan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Keterangan tersebut mengaitkan keterlibatan warga dengan upaya pelestarian yang menjadi pesan kegiatan.

Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas

Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Kirab ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat identitas lokal. Harapan itu terutama diarahkan kepada generasi muda, agar mereka tetap mengenal dan menjaga budaya Sunda di tengah perkembangan zaman. Dalam penyampaian pemerintah daerah, pengenalan budaya kepada generasi muda berjalan seiring dengan tujuan menjaga warisan leluhur.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Rangkaian kirab pada malam 6 Mei 2026 itu mempertemukan prosesi arak-arakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dengan kehadiran warga, unsur pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Pemkab Cianjur mengaitkan kegiatan tersebut dengan komitmen menjaga warisan budaya dan penguatan identitas lokal. Partisipasi warga di sepanjang rute menjadi bagian dari gambaran dukungan masyarakat terhadap pelestarian nilai-nilai Sunda yang disampaikan melalui Milangkala Tatar Sunda.