• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tony Fadell: Gadget AI Gagal karena Tak Menjawab Kebutuhan Nyata

by
October 7, 2026
in Teknologi
0
Tony Fadell: Gadget AI Gagal karena Tak Menjawab Kebutuhan Nyata

Tony Fadell menilai gadget AI generasi pertama tak menjawab kebutuhan nyata. Kepercayaan, privasi, dan pemrosesan di perangkat jadi kunci berikutnya.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Perangkat kecerdasan buatan generasi pertama sempat menawarkan gambaran tentang asisten pribadi yang bisa membantu pengguna melalui gadget khusus. Namun, produk seperti Rabbit R1, Humane AI Pin, dan pendant Limitless kini sudah dihentikan. Tony Fadell menilai persoalan utamanya bukan sekadar kekurangan teknologi, melainkan kegagalan menjawab kebutuhan yang benar-benar dirasakan konsumen.

Fadell menyampaikan pandangannya saat tampil di MIT Future Fest perdana. Ia menunjukkan slide berisi gambar tiga perangkat AI yang pernah mendapat perhatian tersebut. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, perusahaan-perusahaan di balik produk itu pernah menghubunginya untuk meminta bantuan, tetapi Fadell mengatakan ia tidak membantu mereka.

Ia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan produk teknologi. Fadell dikenal sebagai “bapak iPod”, ikut menciptakan iPhone, dan mendirikan Nest, perusahaan termostat pintar yang kemudian diakuisisi Google. Meski latar belakangnya membuat perusahaan teknologi tertarik meminta saran, ia menekankan bahwa pengembangan produk harus berangkat dari pemahaman tentang masalah yang hendak diselesaikan.

“Anda harus benar-benar memahami apa yang ingin dilakukan dan masalah apa yang ingin diselesaikan,” kata Fadell. Menurutnya, produk-produk awal itu tidak memenuhi kebutuhan tertentu. Perangkat tersebut lebih tampak sebagai teknologi menarik bagi penggemar teknologi daripada sesuatu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari kebanyakan orang.

Generasi awal gadget AI menjanjikan kemudahan memiliki asisten pribadi, tetapi perangkat-perangkat itu belum bekerja dengan baik. Fadell juga menyoroti jarak antara gagasan asisten AI dan pengalaman masyarakat. Banyak orang belum pernah memiliki asisten manusia, sehingga tidak memiliki gambaran jelas mengenai pekerjaan yang bisa diserahkan, cara memanfaatkannya, ataupun alasan untuk memercayai asisten digital.

Baca juga: Google Labs Uji Playground, Platform AI untuk Membuat Gim dari Prompt

Kepercayaan tidak terbentuk seketika

Fadell mengatakan kurang dari 0,01 persen penduduk dunia pernah memiliki asisten manusia. Karena itu, ketika perusahaan berbicara tentang kebutuhan akan asisten, menurutnya, gagasan tersebut banyak berasal dari orang-orang yang memang sudah memiliki asisten. “Kebanyakan konsumen bahkan tidak tahu apa itu asisten,” ujarnya, sebagaimana dikutip TechCrunch AI.

Pengalaman pribadi Fadell menunjukkan bahwa penggunaan asisten memerlukan proses penyesuaian. Ia mengatakan perlu beberapa tahun untuk memahami cara terbaik memanfaatkan seorang asisten. Setelah itu, ia baru dapat mempercayakan informasi yang sangat sensitif dan tugas seperti mengatur pertemuan dengan orang lain serta berurusan dengan bank.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan asisten AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan fungsi. Fadell mengatakan masih ada banyak tahapan sebelum konsumen umum, bahkan pelaku bisnis secara umum, dapat menempuh jalur menuju penggunaan asisten semacam itu. Pengguna perlu memahami manfaatnya sekaligus membangun keyakinan bahwa informasi dan tugas yang diberikan akan ditangani dengan aman.

Risiko itu terasa penting karena asisten pribadi berpotensi memperoleh akses ke data yang sensitif. Seseorang yang baru mempekerjakan asisten manusia, misalnya, tidak langsung memberikan akses masuk ke rekening bank pada hari pertama. Fadell menganggap kehati-hatian serupa relevan bagi perangkat AI: teknologi hanya berguna jika pengguna percaya perangkat tersebut aman untuk menerima informasi pribadi.

Fadell menyebut kepercayaan dan keselamatan sebagai hal utama ketika seseorang menyerahkan urusan kepada suatu bentuk kecerdasan. Tantangan itu juga terlihat pada produk AI yang sudah diluncurkan. Meta baru-baru ini memperkenalkan Muse, asisten AI serbaguna. Seorang peneliti keamanan segera menemukan kerentanan serius setelah peluncuran. Laporan 404 Media juga menyebut sejumlah pegawai Meta menemukan masalah keamanan yang mendorong beberapa tim bekerja lembur dalam upaya cepat memperbaikinya sebelum peluncuran.

Baca juga: Alexander Embiricos OpenAI Hadir di TechCrunch Disrupt 2026

Pemrosesan di perangkat dan perlindungan privasi

Dalam pandangan Fadell, Apple termasuk perusahaan yang saat ini mungkin mampu membangun asisten AI yang dipercaya konsumen; ia juga membuka kemungkinan ada satu perusahaan lain. Apple mempunyai perangkat keras, chip, dan berbagai komponen yang diperlukan, tetapi, menurutnya, belum memiliki seluruh kemampuan AI yang dibutuhkan.

Fadell memprediksi agen AI yang berhasil nantinya harus beroperasi hanya di perangkat, baik untuk menjaga privasi maupun membuat teknologi tetap ringan. Ia tidak meyakini klaim bahwa pusat data akan menguasai perkembangan teknologi. Menurutnya, perangkat sekarang memiliki daya dan kemampuan komputasi yang besar, sementara tetap menggunakan baterai.

Menjaga data sensitif tetap di perangkat, alih-alih mengirimkannya melalui cloud, dapat membantu membangun kepercayaan. Fadell menunjuk Face ID sebagai contoh fitur yang membuat pengguna Apple bersedia berbagi data biometrik. Ia menilai Apple memiliki goodwill konsumen yang lebih besar dibanding pesaingnya dalam hal privasi.

Namun, keunggulan perangkat keras dan reputasi privasi itu tidak berarti Apple unggul dalam setiap aspek. Perusahaan tersebut belum memiliki model AI sendiri yang tergolong kelas dunia. Siri AI yang baru, menurut materi yang diberitakan TechCrunch AI, berjalan dengan versi Gemini milik Google yang dibuat khusus. Dengan demikian, kekuatan Apple pada perangkat dan privasi berdampingan dengan ketergantungan pada teknologi AI Google.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13–15 Oktober, Diskon Tiket hingga US$100

Fadell juga menjelaskan alasan Meta dan OpenAI mengalihkan perhatian ke gadget. Menurutnya, kedua perusahaan itu tidak memiliki miliaran perangkat yang beredar seperti Apple dan tidak memperoleh akses yang sama ke sensor ponsel. Tanpa akses tersebut, perusahaan perlu meminta izin pengguna untuk menggunakan video, audio, dan lokasi GPS.

Permintaan izin dapat bertambah seiring kebutuhan data. Fadell menggambarkan urutannya: pengguna diminta menyetujui akses video, kemudian audio, lalu lokasi GPS. Sebelum menyadarinya, daftar itu bisa mencakup 20 hal atau lebih yang telah diizinkan. Sebagai tanggapan, perusahaan dapat membuat perangkat berisi sensor-sensor tersebut tanpa layar, menghubungkannya ke ponsel melalui Bluetooth atau Wi-Fi, lalu meneruskan data ke web atau jaringan 5G.

Fadell mengakui keunggulan Apple, tetapi sikap itu tidak berarti ia selalu membela perusahaan tersebut. Ia pernah mengkritik Apple ketika menilai perusahaan itu melakukan kesalahan. Saat seorang peserta bertanya tentang peran keberuntungan dalam menemukan kecocokan produk dengan pasar, Fadell mengatakan perusahaan rintisan lebih sulit menciptakan keberuntungan karena kegagalan produk dapat menjadi ancaman bagi perusahaan.

“Karena ini startup, Anda hanya mendapat satu kesempatan,” kata Fadell. Ia membandingkan situasi tersebut dengan Apple dan Vision Pro. Bagi perusahaan rintisan, satu produk yang gagal dapat berarti akhir perusahaan, sedangkan perbandingan dengan Apple menunjukkan bahwa risiko produk tidak dihadapi dalam kondisi yang sama.

Tags: AppleGadget AIkecerdasan buatanPrivasi digitalTony Fadell
Previous Post

Google Labs Uji Playground, Platform AI untuk Membuat Gim dari Prompt

Next Post

Kemendag Fasilitasi 38 Pelaku IP Kreatif di JFC 2026, Potensi Transaksi Rp3,51 Miliar

Next Post
Kemendag Fasilitasi 38 Pelaku IP Kreatif di JFC 2026, Potensi Transaksi Rp3,51 Miliar

Kemendag Fasilitasi 38 Pelaku IP Kreatif di JFC 2026, Potensi Transaksi Rp3,51 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Disbudpar Cianjur Andalkan Promosi Digital dan Event pada 2026

Disbudpar Cianjur Andalkan Promosi Digital dan Event pada 2026

October 7, 2026
DPPKBP3A Cianjur Dampingi Tiga Siswi SMA Korban TPPO

DPPKBP3A Cianjur Dampingi Tiga Siswi SMA Korban TPPO

October 7, 2026
Pemkot Bandung Kawal Perbaikan 1.458 Rumah lewat Program BSPS

Pemkot Bandung Kawal Perbaikan 1.458 Rumah lewat Program BSPS

October 7, 2026
Garut Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih meski Status Siaga Kemarau Berakhir

Garut Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih meski Status Siaga Kemarau Berakhir

October 7, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co

Web Developer Cianjur Web Developer Cianjur