ChatGPT Hadirkan Locked Chats untuk Mengunci Percakapan
CIANJUR.CO - OpenAI mengumumkan fitur Locked Chats yang memungkinkan pengguna mengunci percakapan tertentu di ChatGPT. Fitur ini ditujukan untuk menjaga obrolan sensitif agar tidak mudah terlihat ketika orang lain mendapat akses ke layar atau perangkat pengguna. Percakapan yang dikunci dapat diamankan menggunakan PIN empat digit. Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna juga bisa memanfaatkan Face ID atau Touch ID sebagai metode pengamanan.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, OpenAI merancang fitur tersebut untuk keadaan ketika pengguna membicarakan hal personal atau sedang merencanakan kejutan. Misalnya, seseorang mungkin menyerahkan perangkat kepada teman atau anggota keluarga untuk memperlihatkan percakapan lain. Dalam situasi seperti itu, penguncian membantu menjaga obrolan tertentu tetap pribadi saat perangkat berada di tangan orang lain.
Locked Chats memiliki fungsi berbeda dari Temporary Chats. Chat sementara menyediakan sesi tersendiri yang tidak muncul dalam riwayat percakapan. Sementara itu, chat yang dikunci tetap bisa dibuka kembali oleh pengguna kapan saja. Dengan demikian, penguncian tidak menghapus percakapan atau menjadikannya sesi terpisah yang tidak tersimpan dalam riwayat, melainkan memberi akses khusus pada obrolan tertentu.
Baca juga: Muse Tembus 10,2 Juta Unduhan di AS dalam 40 Hari
Setelah pengguna mengunci sebuah chat, percakapan itu dipindahkan ke bagian khusus bernama “Locked Chats”. Bagian tersebut dipisahkan dari riwayat chat reguler, percakapan yang disematkan, serta hasil pencarian obrolan. Pemisahan ini membuat chat yang dikunci tidak tampil bercampur dengan daftar percakapan biasa maupun hasil pencarian, tetapi pengguna tetap dapat kembali mengaksesnya.
OpenAI menyebut Locked Chats sebagai lapisan privasi tambahan, seiring ChatGPT semakin sering digunakan untuk percakapan personal. Namun, penguncian tidak berarti informasi di dalamnya mendapat perlindungan enkripsi khusus. Perusahaan menegaskan fitur itu tidak menghadirkan enkripsi end-to-end ataupun brankas terenkripsi terpisah. Karena itu, fungsi yang diumumkan berfokus pada membatasi akses ke tampilan chat, bukan mengubah cara informasi disimpan atau ditangani.
Baca juga: Electric Plant Kembangkan AI untuk Membaca Sinyal Listrik Tanaman
Sejumlah pengaturan lain juga tidak berubah ketika chat dikunci. OpenAI menyatakan penguncian tidak memengaruhi berapa lama percakapan disimpan dan tidak menghapus informasi yang sudah diingat ChatGPT sebelum chat tersebut dikunci. Fitur ini juga tidak mengubah pengaturan “Improve the model for everyone”. Artinya, Locked Chats tidak mengubah pengaturan retensi maupun informasi terdahulu yang telah tersimpan dalam Memory.
Jika Memory diaktifkan, Locked Chats memiliki memori terpisah yang digunakan bersama oleh percakapan-percakapan di bagian tersebut. Pesan baru yang dikirim setelah sebuah chat dikunci dapat memperbarui memori khusus itu. Namun, pesan tersebut tidak memperbarui Memory reguler. OpenAI menjelaskan bahwa informasi baru yang berasal dari Locked Chats tidak akan terbawa ke percakapan biasa melalui Memory reguler.
Baca juga: Figma Perluas Dukungan MCP, Dylan Field Sebut Protokol Belum Sempurna
Pengguna juga perlu memperhatikan dampak saat PIN diatur ulang. OpenAI menyatakan reset PIN akan menghapus secara permanen seluruh Locked Chats, file, dan konten lain yang dilindungi PIN sebelumnya. Penghapusan tersebut mencakup materi yang berada di bawah perlindungan kode lama, sehingga pengaturan ulang PIN tidak hanya berkaitan dengan perubahan metode akses.
Fitur ini tidak tersedia untuk Temporary Chats, chat yang diarsipkan, percakapan grup, chat yang dibuat dari tautan berbagi, percakapan dengan tugas terjadwal, maupun chat yang memiliki rekaman rapat. Locked Chats akan tersedia pada paket ChatGPT Free, Go, Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu. OpenAI menyebut fitur tersebut tidak tersedia di ChatGPT for Healthcare. Peluncuran mulai dilakukan pada Selasa, sehingga fitur mungkin belum aktif bagi seluruh pengguna.