Figma Perluas Dukungan MCP, Dylan Field Sebut Protokol Belum Sempurna

20/10/2026 21:15

CIANJUR.CO - Figma memperluas dukungan terhadap Model Context Protocol (MCP), standar terbuka yang mengatur cara agen kecerdasan buatan terhubung dengan sumber data dan perangkat eksternal. Namun, langkah tersebut tidak berarti seluruh data Figma akan dibuka melalui protokol itu. Perusahaan menyatakan ingin mendukung sebanyak mungkin standar, sementara salah satu pendirinya, Dylan Field, menilai MCP belum menjadi protokol yang sempurna.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, pengumuman perluasan dukungan disampaikan dalam konferensi Config pertama Figma yang digelar di India. Perusahaan memperkenalkan 20 mitra MCP baru, termasuk Amp, ClickUp, Dia, Junie by JetBrains, Linear, Meta Muse, Mistral, Notion, OpenCode, dan Sarvam Agents. Pengumuman ini menambah pihak-pihak yang masuk dalam ekosistem MCP Figma, meski Field tetap menyoroti keterbatasan protokol yang menjadi penghubung tersebut.

Perdebatan tentang keterbukaan MCP telah muncul beberapa hari sebelum pengumuman itu. Salah satu pembuat MCP mengeluhkan Figma belum mendukung Pi, perangkat sumber terbuka. Field merespons dengan menyinggung Anthropic, pembuat standar MCP, yang menurutnya tidak menyediakan berbagai artefak dan sumber daya cloud melalui protokol tersebut. Field kemudian menambahkan bahwa Figma berencana mendukung Pi.

Baca juga: AS Perintahkan Instansi Sipil Hapus DeepSeek dari Sistem Pemerintah

Dalam unggahan di X, Field mempertanyakan keputusan Anthropic untuk tidak membuka berbagai sumber dayanya lewat MCP. Ia juga mengingatkan bahwa perdebatan kerap dibingkai sebagai pilihan antara sistem terbuka dan tertutup, sementara persoalan pembagian konteks yang tidak seimbang kurang diperhatikan. “Everyone always prefers open… obviously. And meanwhile issues of asymmetric context sharing are ignored,” tulisnya. Dengan komentar itu, Field mengangkat pertanyaan tentang keseimbangan akses, selain soal apakah suatu sistem bersifat terbuka.

Field menjelaskan kembali posisinya saat menghadiri pengarahan media. Ia mengatakan Figma bersemangat membuka ekosistemnya, tetapi tetap melihat kekurangan pada MCP. “MCP is not a perfect protocol,” kata Field, yang juga menyebut protokol tersebut memiliki banyak ruang untuk perbaikan. Menurutnya, MCP lebih diuntungkan oleh laboratorium AI terdepan. Catatan itu disampaikan bersamaan dengan pengakuannya bahwa pengguna ingin memiliki protokol untuk memakai data Figma.

Baca juga: Eka Robotics Raih Valuasi US$1,45 Miliar dengan Model AI Fisik

Field menyatakan memahami keinginan pengguna yang hanya membutuhkan cara untuk mengakses data Figma ketika diperlukan. Ia mengatakan ingin pengguna juga dapat memakai data tersebut. Karena itu, keterbukaan ekosistem dan kritik terhadap MCP disampaikan sebagai dua hal yang berjalan beriringan: Figma ingin memperluas dukungan, tetapi Field tidak menganggap rancangan protokol saat ini sudah ideal. Pernyataannya tidak menghapus rencana dukungan, melainkan menjelaskan keberatan yang menurutnya masih perlu diperhatikan.

CEO Figma menjelaskan alasan perusahaan tidak ingin membuka akses sepenuhnya. Semakin banyak data yang dibagikan melalui MCP, semakin tinggi pula kemungkinan data itu disalahgunakan. Penjelasan tersebut menjadi dasar kehati-hatian perusahaan dalam menentukan data yang dapat disediakan melalui protokol. Dengan demikian, perluasan dukungan standar tidak disamakan dengan keputusan untuk menampilkan seluruh sumber daya Figma kepada pihak luar.

Baca juga: Yelp Hadirkan AI untuk Mengecek Waktu Tunggu Restoran

CEO Figma juga menegaskan bahwa kebanyakan pengguna tidak berniat menggunakan MCP atau data Figma dengan cara yang jahat. Meski demikian, perusahaan tetap harus memikirkan risiko yang mungkin timbul. Pertimbangan tersebut melengkapi kritik Field mengenai ketidaksempurnaan protokol dan pembagian konteks. Figma menyatakan akan mendukung sebanyak mungkin standar, tetapi tetap membatasi keterbukaan data, sementara jumlah mitra MCP baru yang diumumkan mencapai 20.