UPDATE

Figma Luncurkan Figma Specs untuk Mengarahkan Agen AI

15/10/2026 11:35

CIANJUR.CO - Figma mengumumkan sejumlah pembaruan untuk membantu tim menetapkan aturan desain dan memberi acuan bagi agen kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di platformnya. Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Figma Specs, editor berbasis Markdown untuk mendokumentasikan bahasa desain sebuah perusahaan. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Config pertama Figma di India.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, fitur-fitur itu ditujukan untuk membantu agen milik Figma maupun pihak ketiga mengikuti aturan desain suatu merek ketika membuat sesuatu dengan AI. Perusahaan juga memperluas akses ke agen di canvas serta membuka code layers dalam beta publik. Rangkaian pembaruan ini mencakup cara memberi konteks kepada agen, sekaligus sarana untuk mengembangkan desain menjadi prototipe yang lebih interaktif.

Figma Specs memungkinkan pengguna menuliskan bahasa desain dalam dokumen yang sederhana. Dokumen tersebut dapat menjadi rujukan bagi tim dan agen saat merancang sesuatu di Figma. Pengguna bisa menyimpannya sebagai file tersendiri di platform atau menempatkannya bersama elemen lain di canvas. Dengan begitu, panduan dapat berdiri terpisah atau hadir dalam ruang kerja desain yang terkait dengannya.

Meski berbentuk editor teks, Specs juga dapat menghubungkan uraian tertulis dengan materi lain di Figma. Pengguna dapat merujuk elemen yang berada di canvas, serta menyematkan diagram FigJam, code layers, dan desain. Elemen-elemen itu memberi konteks tambahan pada dokumen, sehingga panduan desain dapat dibaca berdampingan dengan materi visual maupun kode yang dirujuk.

Baca juga: Ricursive Intelligence Kembangkan AI untuk Mempercepat Desain Chip

Tim juga dapat memasukkan pustaka desain, pustaka kode, dan pedoman untuk mengelola konteks sistem desain. Figma menyediakan sistem terpusat untuk menghimpun konteks tersebut agar agen dapat merujuknya ketika bekerja. Tujuannya adalah membantu agen menaati aturan yang telah ditentukan, bukan hanya menghasilkan desain tanpa mengacu pada ketentuan yang disediakan tim.

Pembaruan ini hadir setelah Figma, dalam sepekan terakhir, membuka akses agen di canvas kepada lebih banyak pengguna. Namun, perusahaan juga menyoroti sifat AI yang non-deterministik: hasil yang diberikan dapat sulit dipastikan sebelumnya. Karena itu, Figma menyediakan perangkat untuk mengarahkan kerja AI menuju keluaran yang lebih dapat diprediksi. Figma Specs dan konteks sistem desain menjadi bagian dari upaya memberi panduan tersebut.

Figma turut membuka code layers dalam beta publik. Fitur ini menambahkan kode pada desain di canvas untuk memungkinkan pembuatan prototipe yang lebih interaktif. Perusahaan sebelumnya mengumumkan code layers dalam beta privat pada Juni. Dalam acara di India pekan ini, aksesnya diperluas menjadi beta publik agar lebih banyak pengguna dapat mencoba fungsi tersebut.

Di dalam alur kerja itu, pengguna dapat meminta agen mengubah desain menjadi kode atau mengubah bagian tertentu dari kode untuk mengiterasi prototipe. Dengan demikian, kode dapat ditambahkan dan disunting dalam kaitannya dengan desain pada canvas. Fitur ini memberi pengguna cara untuk mengembangkan prototipe interaktif, sementara agen dapat membantu mengerjakan perubahan yang diminta.

Baca juga: Gudea Pakai AI untuk Mendeteksi Krisis Media Sosial Sebelum Membesar

Chief design officer Figma Loredana Crisan menjelaskan bahwa perusahaan memandang Figma sebagai tempat bagi tim perangkat lunak untuk memutuskan apa yang akan mereka bangun dan luncurkan. Dalam wawancara dengan TechCrunch, Crisan mengatakan AI telah mengubah dan memperluas kemampuan untuk membangun. Ia menyebut jumlah baris kode yang diproduksi saat ini mencapai 17 kali lipat dibandingkan sebelumnya, sementara jumlah rilis hanya 1,3 kali lipat.

Menurut Crisan, banyak kode yang dihasilkan tidak selalu dibuat untuk langsung diluncurkan. Sebagian kode digunakan untuk menemukan bentuk produk dan untuk merancangnya. “A lot of that code actually is not necessarily built to ship, but really built to discover what the product is. It’s built to design,” kata Crisan kepada TechCrunch. Penjelasan tersebut mengaitkan peningkatan produksi kode dengan proses eksplorasi dan desain, bukan semata-mata penambahan produk yang dirilis.

Figma juga menyatakan bahwa MCP-nya kini mendukung lebih dari 20 alat baru. Di antara alat yang disebut perusahaan adalah Open Code, Dia, Grok Bot, dan Sarvam, startup AI asal India. Pengumuman itu menambah daftar dukungan alat pada MCP, bersamaan dengan fitur yang memberi konteks bagi agen dan memperluas akses ke kemampuan AI di dalam platform.

Baca juga: CEO Flock Sebut Mikrofonnya Hanya Mendeteksi Tembakan, Situs Perusahaan Cantumkan Suara Lain

Pembaruan lain mencakup integrasi Payload, sistem pengelolaan konten headless sumber terbuka yang diakuisisi Figma tahun lalu. Payload kini diintegrasikan dengan Figma Make, produk Figma untuk menghasilkan situs web dinamis dan mengelola konten secara langsung. Perusahaan menyatakan unduhan Payload meningkat enam kali lipat dalam 12 bulan terakhir.

Pengumuman di India berlangsung setelah Figma membuka kantor pertamanya di negara itu pada akhir tahun lalu. Kantor tersebut mencakup fungsi penjualan, kemitraan, go-to-market, dan dukungan produk. Figma menyebut India sebagai pasar terbesarnya berdasarkan jumlah pengguna di luar Amerika Serikat, menunjukkan pentingnya negara itu bagi jangkauan pengguna perusahaan.

Figma juga mengatakan platformnya digunakan oleh 40 persen dari 100 perusahaan teratas India yang terdaftar di Bombay Stock Exchange. Angka tersebut disampaikan perusahaan bersamaan dengan pengumuman fitur di Config. Acara pertama Figma di India itu menjadi tempat perusahaan memperkenalkan perangkat untuk mendefinisikan aturan desain, pengembangan prototipe berbasis kode, dukungan alat, dan integrasi pengelolaan konten.