UPDATE

Kemendag dan Garuda Jajaki Dukungan Distribusi Bumbu Indonesia ke Luar Negeri

18/10/2026 14:29

CIANJUR.CO - Kementerian Perdagangan memperkuat upaya mendorong ekspor produk pangan, bumbu, dan rempah melalui kolaborasi lintas sektor dalam program S’RASA atau Rasa Rempah Indonesia. Salah satu fokusnya ialah menjajaki dukungan distribusi produk bumbu Indonesia bagi restoran Indonesia yang beroperasi di luar negeri.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, penjajakan tersebut disampaikan dalam aktivasi Paviliun S’RASA pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Kegiatan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10). Kemendag mendorong kolaborasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk melihat peluang dukungan bagi distribusi produk, termasuk melalui layanan penerbangan dan kargo.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan kerja sama lintas sektor menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekspor kuliner. Ekosistem tersebut menghubungkan promosi produk dengan perluasan akses pasar serta dukungan rantai pasok. Dengan demikian, pengenalan produk diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya memenuhi kebutuhan pelaku usaha kuliner di negara lain.

Menurut Wamendag Roro, kebutuhan restoran Indonesia di mancanegara tidak berhenti pada pengenalan produk. Pelaku usaha juga memerlukan ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, dan dukungan logistik. “Melalui S’RASA, kami mendorong promosi produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan pelaku usaha kuliner di luar negeri,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara produsen nasional dan restoran Indonesia di luar negeri, sekaligus membuka peluang perdagangan berkelanjutan. Keterlibatan sektor penerbangan dan kargo dipandang dapat membantu produk bumbu menjangkau pelaku usaha kuliner di pasar internasional dan mendukung penyajian hidangan Nusantara. Namun, dukungan distribusi itu masih menjadi hal yang dijajaki bersama mitra.

Baca juga: Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Perjanjian Dagang untuk Ekspor

Demo masak perlihatkan penggunaan produk bumbu

Aktivasi Paviliun S’RASA juga diisi demonstrasi memasak bersama Vanny Prihatiningsih, Vice President Service Standard & Delivery PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Chef Vindex Tengker, juri MasterChef Indonesia. Sajian yang dibuat menggunakan produk bumbu masak DBFoods dan bumbu rendang Subanabana, produk binaan Koperasi Wanita Ikaboga.

Menu demonstrasi mencakup ayam balado dan rendang telur dengan produk DBFoods. Sementara itu, bumbu rendang Subanabana digunakan untuk memasak rendang dan kalio ayam. Penyajian beberapa hidangan tersebut memperlihatkan penerapan produk bumbu dalam masakan Nusantara yang berbeda, sekaligus mengenalkan pemanfaatannya kepada pengunjung dan calon mitra usaha.

Wamendag Roro menyebut demonstrasi memasak sebagai salah satu cara memperlihatkan potensi serta fleksibilitas produk bumbu Indonesia. Pengenalan langsung lewat hidangan diharapkan membantu konsumen dan pelaku usaha, termasuk pengelola restoran Indonesia di luar negeri, mengenal produk nasional. Dengan begitu, promosi tidak hanya menyampaikan informasi tentang produk, tetapi juga menunjukkan penggunaannya dalam penyajian makanan.

Demonstrasi itu juga menampilkan potensi produk bumbu lokal untuk mendukung penyajian hidangan khas Indonesia. Pengalaman mencicipi dan mengenali hidangan diharapkan dapat memberi gambaran kepada calon mitra mengenai kualitas serta keragaman produk. Pengenalan tersebut berpotensi meningkatkan minat untuk menggunakan bumbu Indonesia dalam industri makanan dan minuman di pasar internasional.

Baca juga: Kemendag Luncurkan 500 Brand Go Global untuk Perkuat Merek Lokal

Vanny mengatakan pengembangan pasar kuliner Indonesia di luar negeri memerlukan keterhubungan antara produk, pelaku usaha, dan konsumen. Dukungan distribusi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar produk pangan dan bumbu Indonesia dapat menjangkau pasar internasional sesuai kebutuhan para pelaku usaha.

“Kolaborasi antarpelaku usaha dan dukungan distribusi menjadi bagian penting untuk membantu produk Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Vanny. Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan bumbu siap pakai dapat membantu pelaku usaha menghadirkan cita rasa masakan Indonesia secara lebih praktis dan konsisten.

Forum membahas pasokan, regulasi, dan logistik

Selain demonstrasi memasak, Paviliun S’RASA menyelenggarakan forum bisnis bertajuk “Secret Ingredients for Global Culinary Business”. Forum tersebut dimoderatori Meilati Batubara, Direktur Gastro Nusantara sekaligus Kurator S’RASA. Pesertanya mencakup pemilik Restoran Amanah Mande di Jepang yang bergabung secara daring, Direktur PT Berangan Ragam Rasa yang menaungi Kopi Tuku, serta perwakilan manajemen kargo Garuda Indonesia.

Pembahasan forum mencakup tantangan restoran dan merek makanan dan minuman Indonesia saat berusaha di pasar internasional. Hal-hal yang dibicarakan meliputi pemenuhan kebutuhan bahan baku, kesinambungan rantai pasok, regulasi, dan logistik. Topik-topik tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga ketersediaan produk sekaligus memastikan proses distribusi dapat menjawab kebutuhan usaha kuliner di negara tujuan.

Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi Terdampak Karhutla

Forum itu juga menjadi ruang pertukaran informasi antara pengelola restoran diaspora, pemilik merek makanan dan minuman, penyedia jasa logistik, produsen bumbu, serta pemangku kepentingan terkait. Para pihak dapat membahas peluang dan solusi untuk mengembangkan usaha kuliner Indonesia di luar negeri, dengan memperhatikan persoalan pasokan dan pengiriman yang mereka hadapi.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut sejalan dengan upaya Kemendag membangun ekosistem ekspor kuliner yang terintegrasi. Restoran Indonesia di mancanegara berperan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara dan berpotensi menjadi saluran pemasaran produk pangan, bumbu, serta rempah nasional. Karena itu, promosi perlu disertai pengembangan kemitraan usaha dan dukungan rantai pasok yang mampu menjawab kebutuhan pasar.

Dalam penjajakan dengan Garuda Indonesia, layanan kargo disebut berpotensi menjadi bagian dari solusi distribusi untuk produk pangan dan bumbu yang dibutuhkan restoran di luar negeri. Pengembangannya tetap perlu memperhatikan persyaratan pengiriman, ketentuan negara tujuan, serta kelayakan operasional dan komersial. Dengan pertimbangan tersebut, sinergi yang dibangun diarahkan untuk menemukan bentuk dukungan yang sesuai, bukan sekadar memperluas promosi.

Melalui S’RASA, Kemendag terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra strategis untuk meningkatkan pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam industri kuliner global. Sinergi dengan Garuda Indonesia diharapkan membuka peluang penjajakan dukungan logistik sesuai kebutuhan restoran Indonesia di mancanegara, sekaligus memperkuat akses pasar dan potensi ekspor produk nasional.