Hakim Beri Apple Akses Cepat ke Dokumen Wawancara OpenAI
CIANJUR.CO - Apple memperoleh akses yang dipercepat ke sejumlah dokumen perekrutan OpenAI dalam gugatan terkait rahasia dagang yang diajukan perusahaan pembuat iPhone tersebut pada Juli. Putusan hakim federal itu mencakup materi wawancara dengan mantan karyawan Apple yang melamar pekerjaan di kelompok perangkat keras konsumen dan robotika OpenAI.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, dokumen yang dapat dilihat Apple berkaitan dengan wawancara para pelamar sebelum kabar rencana peluncuran perangkat keras pertama OpenAI beredar. Materi tersebut berpotensi meliputi daftar periksa wawancara, panduan, instruksi, manual, naskah, presentasi teknis, serta catatan yang menunjukkan apakah pembicaraan wawancara menyinggung teknologi atau komponen Apple.
Hakim memberi OpenAI waktu lima hari untuk menyerahkan materi yang sudah dikumpulkan. Untuk dokumen lain yang masih berkaitan dengan permintaan tersebut, perusahaan itu diberi waktu 14 hari. Pengadilan menyetujui permintaan Apple agar akses terhadap bahan-bahan itu dipercepat.
Baca juga: Linus Torvalds Gunakan Claude Code untuk Membantu Menulis Kode Kernel Linux
Perselisihan ini berlangsung ketika OpenAI mengembangkan perangkat keras konsumen. Perangkat tersebut suatu hari berpotensi menjadi pesaing iPhone atau ponsel pintar secara lebih luas apabila perangkat AI itu menjadi bagian utama dari kehidupan konsumen dan cara mereka menggunakan perangkat lunak serta layanan. Namun, potensi persaingan tersebut disampaikan sebagai kemungkinan, bukan sebagai keadaan yang telah terjadi.
Tuduhan Apple terhadap mantan karyawan
Dalam gugatannya, Apple menuduh OpenAI melakukan pola pencurian. Salah satu keluhan yang diajukan Apple menyangkut mantan karyawan yang disebut menggunakan laptop Apple untuk mengunduh materi rahasia. Berkas yang dipersoalkan, menurut Apple, memuat informasi tentang teknologi, fitur, dan produk yang belum diumumkan.
Rincian informasi tersebut mencakup spesifikasi teknis, presentasi rekayasa, serta data proyek yang bersifat kepemilikan. Apple juga menuduh sejumlah mantan karyawannya di OpenAI membimbing orang lain yang mempertimbangkan pindah dari Apple agar mengetahui informasi apa yang perlu dibawa ke wawancara di OpenAI. Hal-hal itu merupakan tuduhan Apple dalam perkara tersebut.
Baca juga: Flox Kembangkan AI untuk Mencegah Satwa Liar Tertabrak Kereta
Hakim Distrik Amerika Serikat Edward Davila tidak mengabulkan seluruh permintaan Apple untuk mempercepat akses terhadap dokumen dan pesan OpenAI yang relevan. Selain materi wawancara, ia mengizinkan Apple memperoleh pesan pribadi melalui aplikasi LINE di antara orang-orang yang disebut dalam perkara, termasuk karyawan OpenAI Chang Liu dan Alyssa Peng.
Davila juga menyetujui deposisi terhadap Liu dan Peng serta seorang tokoh lainnya, yaitu Tang Yew Tan, kepala bidang perangkat keras OpenAI. Ketiganya merupakan mantan karyawan Apple. Dengan demikian, putusan tersebut membuka akses pada materi wawancara, komunikasi tertentu, dan kesaksian tiga individu, tetapi tidak mencakup semua kategori dokumen yang diminta Apple.
Baca juga: Facebook Hadirkan Your Algorithm untuk Mengatur Rekomendasi Feed dan Reels
Permintaan lain belum dikabulkan
Hakim menolak permintaan Apple untuk memperoleh akses cepat ke riset dan pengembangan OpenAI dalam bidang tertentu, termasuk lapisan akhir logam dan manajemen daya. Ia juga menolak beberapa permintaan pengungkapan yang lebih luas, seperti akses terhadap riset perangkat keras OpenAI atau informasi mengenai hasil karya mantan karyawan Apple selama bekerja di perusahaan tersebut.
Penolakan atas permintaan yang lebih luas itu belum bersifat final. Davila membuka kemungkinan bagi Apple untuk mempersempit permohonannya dan mengajukannya kembali. Karena itu, putusan saat ini membedakan dokumen yang harus segera diserahkan dari permintaan lain yang belum mendapat persetujuan pengadilan.