UPDATE

Linus Torvalds Gunakan Claude Code untuk Membantu Menulis Kode Kernel Linux

14/10/2026 02:07

CIANJUR.CO - Linus Torvalds kini menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu mengembangkan kode kernel Linux. Dalam pengajuan perubahan atau Git submission, pengembang yang memimpin pemeliharaan Linux itu mengungkap bahwa asisten pemrograman Claude Code membantu mengerjakan kode, program pengujian, dan materi peninjauan untuk sebuah perbaikan. Namun, usulan tersebut masih berupa eksperimen dan belum menjadi bagian dari kernel Linux utama.

Berdasarkan laporan ZDNET AI, pekerjaan itu berfokus pada masalah perebutan akses di page cache Linux, bagian kernel yang menyimpan data berkas di memori. Persoalan ini dapat muncul ketika sejumlah thread berulang kali membaca data berukuran kecil dari berkas yang sama. Setiap proses membaca perlu mengambil dan melepas referensi pada folio yang menyimpan data tersebut, sehingga pembaruan penghitung referensi berulang kali dilakukan.

Dalam submission-nya, Torvalds menjelaskan pembagian peran dengan Claude Code. “The code, the test programs, the review behind the list above and the first draft of this text were done with an LLM coding assistant (Claude Code) under my direction.” Dengan kata lain, asisten AI membantu menyiapkan kode dan bahan terkait, tetapi pekerjaan dilakukan di bawah arahan Torvalds.

Perbaikan untuk perebutan akses pada page cache

Pembaruan penghitung referensi tersebut memerlukan penulisan atomik pada satu cache line yang dipakai bersama. Akibatnya, inti-inti prosesor harus bersaing untuk mengakses bagian memori yang sama. Efeknya tidak selalu terlihat besar pada pembacaan biasa, tetapi pengukuran Torvalds menunjukkan kondisi tertentu dapat membuat proses melambat secara nyata.

Dalam pengujian, delapan thread menjalankan panggilan pread() berukuran 16 byte terhadap halaman yang sama. Pengujian dilakukan pada laptop Intel Core i7-8565U dengan empat core dan delapan thread. Berdasarkan pengukuran Hit in Modified cache line (HITMs), cache line bersama itu menyumbang 99,92 persen dari beban lintas-core yang terukur. Angka tersebut menunjukkan besarnya perebutan akses pada cache line dalam skenario uji tersebut.

Baca juga: Flox Kembangkan AI untuk Mencegah Satwa Liar Tertabrak Kereta

Masalah ini bukan persoalan baru yang hanya ditemukan Torvalds saat mengutak-atik laptopnya. Menurut laporan ZDNET AI, isu tersebut telah diketahui sejak 2024, tetapi upaya-upaya sebelumnya untuk memperbaikinya belum berhasil. Usulan terbaru Torvalds dan Claude Code mengubah waktu penggunaan kembali memori yang telah dikeluarkan dari page cache.

Alih-alih segera mengembalikan memori itu kepada allocator, patch menunda penggunaan kembali sampai periode grace read-copy-update (RCU) berlalu. Dengan cara tersebut, pembaca yang berada dalam bagian pembacaan RCU dapat menyalin data langsung ke buffer pengguna tanpa harus mengambil referensi folio. Perubahan ini menukar pelepasan memori secara langsung dengan jalur pembacaan yang tidak perlu terus-menerus memperbarui penghitung referensi bersama.

Hasil uji menjanjikan, tetapi belum menyeluruh

Pada beban baca kecil yang diuji, perubahan tersebut menghasilkan peningkatan kinerja yang besar untuk delapan thread. Throughput naik dari sekitar 9,9–10,4 juta pembacaan per detik menjadi 30–33 juta pembacaan per detik. Sementara itu, jumlah siklus kernel per pembacaan turun dari sekitar 2.950 menjadi 725.

Hasil untuk satu thread lebih terbatas. Siklus per pembacaan turun dari sekitar 452–454 menjadi 408–409. Torvalds menilai mesin dengan lebih banyak CPU atau lebih dari satu soket seharusnya memperoleh peningkatan lebih besar, tetapi ia juga menegaskan bahwa pengukuran pada sistem yang lebih besar belum dilakukan. Dalam pull request-nya ia menulis, “A machine with more CPUs, or more than one socket, should gain more; nothing bigger has been measured.”

Baca juga: Facebook Hadirkan Your Algorithm untuk Mengatur Rekomendasi Feed dan Reels

Angka-angka itu tidak berarti seluruh Linux berjalan tiga kali lebih cepat. Hasil tersebut berasal dari beban kerja tertentu, yakni pembacaan kecil dengan banyak thread, pada laptop pribadi Torvalds. Laptop itu sedang dibawanya di Praha saat Linux Plumbers berlangsung. Karena itu, peningkatan yang dilaporkan perlu dipahami dalam batas skenario pengujian tersebut, bukan sebagai gambaran kinerja seluruh sistem Linux.

Selain itu, perubahan belum menyelesaikan semua persoalan teknis. Menunda penggunaan kembali memori dapat membuat halaman tetap tidak tersedia selama kernel menunggu periode grace RCU. Dalam submission, Torvalds menyebut persoalan pemulihan memori itu sebagai “the part of this series that is least solved”. Artinya, bagian tersebut masih menjadi aspek yang paling sedikit terselesaikan dalam rangkaian patch yang diajukan.

Ada pula regresi saat pembacaan mengarah ke halaman pengguna yang belum dipetakan. Jalur baru menimbulkan pengecualian gagal tambahan sebelum akhirnya beralih ke implementasi yang sudah ada. Per 13 Oktober, cabang perubahan itu masih berada di luar mainline Linux 7.3-rc6. Belum ada kepastian apakah perubahan tersebut akan digabungkan ke kernel utama maupun kapan proses itu dapat terjadi.

Sikap Torvalds terhadap AI berkembang bertahap

Penggunaan Claude Code dalam pekerjaan kernel menunjukkan perubahan sikap Torvalds terhadap AI, tetapi bukan perubahan mendadak dari menolak menjadi mendukung tanpa syarat. Pada Desember 2023, ia menyebut AI sebagai alat yang berpotensi membantu pengembang menjadi lebih baik. Kala itu, perhatiannya terutama tertuju pada pemanfaatan AI untuk menemukan bug, bukan menulis kode. Penggunaan AI untuk membuat program serius belum menjadi hal yang banyak dipertimbangkan.

Baca juga: Laplace Intelligence Uji Ketahanan Robot dan Mobil Otonom lewat Simulasi AI

Pada akhir 2025, Torvalds menyebut dirinya “a huge believer in AI as a tool”. Minatnya telah meluas, dari pencarian bug ke pemeliharaan kode dan peninjauan patch, meskipun pembuatan kode Linux baru yang serius masih belum menjadi fokus utama. Pada Januari 2026, ia mulai mencoba pemrograman berbantuan AI untuk proyek hobi berupa visualisator audio Python.

Pada 9 Oktober, setelah berbincang dengan Dirk Hohndel di Open Source Summit Europe di Praha, Torvalds menyampaikan pandangan yang lebih antusias. “I used to think it was just not very good — but now I’m at the point where I actually really like using AI,” ujarnya. Ia menilai AI dapat menjadi alat yang baik bila digunakan dengan benar dan diperlakukan sebagai alat, serta membuat kegiatan pemrograman lebih menyenangkan.

Meski demikian, Torvalds mengingatkan bahwa AI harus digunakan dengan sangat hati-hati ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang nyata dan penting. Eksperimen page cache memperlihatkan dua sisi penggunaan tersebut: Claude Code membantu menghasilkan kode, pengujian, dan bahan tinjauan, sementara hasilnya masih menyisakan persoalan pemulihan memori serta regresi yang harus ditangani. Dengan demikian, kontribusi AI dalam pekerjaan kernel telah terjadi, tetapi status patch dan kelayakannya untuk masuk ke kernel utama belum dipastikan.