Pemkab Cianjur Deklarasikan Damai Antarpelajar di Cilaku
CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama unsur pendidikan mengambil langkah bersama setelah terjadi kejadian yang melibatkan sejumlah pelajar. Upaya ini ditujukan untuk mencegah peristiwa serupa terulang sekaligus menjaga kegiatan pendidikan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.
Berdasarkan laporan Pemkab Cianjur, komitmen tersebut dituangkan dalam Deklarasi Damai Antarpelajar pada Selasa (11/8/2026) di Kecamatan Cilaku. Kegiatan itu diikuti kepala sekolah, komite sekolah, siswa, alumni, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah unsur terkait.
Pelibatan berbagai pihak itu menandai bahwa upaya menjaga ketertiban di lingkungan pendidikan tidak hanya ditujukan kepada pelajar. Sekolah, komite, alumni, dan unsur pendidikan lainnya turut hadir dalam deklarasi yang menjadi langkah bersama setelah kejadian tersebut.
Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, deklarasi bukan semata-mata respons terhadap kejadian yang telah berlangsung. Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan karakter generasi muda. Pemerintah daerah, lanjutnya, ingin memastikan para pelajar dapat mengikuti proses pendidikan dalam keadaan aman, nyaman, dan tertib, tanpa kekerasan.
Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa perbedaan pendapat antarsiswa tidak seharusnya berkembang menjadi persoalan. “Kami tidak ingin ada perbedaan pendapat di golongan siswa yang satu dengan siswa yang lain,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah bergerak bersama seluruh elemen dan sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur.
Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan
Ia juga mengajak semua pihak mengarahkan energi generasi muda pada kegiatan yang positif. Pendidikan, pembentukan karakter, kreativitas, dan prestasi menjadi hal-hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian. Ajakan tersebut sejalan dengan tujuan deklarasi untuk menjaga proses belajar sekaligus mendorong perkembangan pelajar ke arah yang baik.
Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan, terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif bukan pekerjaan yang dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sekolah, orang tua, komite, alumni, pelajar, dan masyarakat dibutuhkan untuk membangun komunikasi serta mencegah potensi konflik sejak dini. Dengan demikian, keterlibatan berbagai unsur dipandang penting dalam menjaga hubungan di antara pelajar dan suasana sekolah.
Baca juga: Bupati Cianjur Pimpin Gorol Pembangunan Jalan di Sukaraharja
“Kita betul-betul fokus terhadap pendidikan dan juga pengembangan karakter anak-anak kita serta menghindarkan dari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik,” tegasnya. Pernyataan itu menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap perlindungan pelajar dari kekerasan, baik yang berbentuk ucapan maupun tindakan fisik.
Melalui deklarasi tersebut, Pemkab Cianjur berharap sekolah dan pelajar dapat memperkuat persaudaraan serta saling menghormati. Mereka juga diharapkan bersama-sama menjaga nama baik dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur, sejalan dengan tujuan awal kegiatan untuk mencegah kejadian serupa dan mempertahankan suasana belajar yang aman serta kondusif.