UPDATE

Canva Luncurkan Canva Craft, Model Gambar AI Pertamanya

23/10/2026 02:13

CIANJUR.CO - Canva merilis Canva Craft, model generasi gambar pertamanya yang dikembangkan oleh tim riset perusahaan. Peluncuran ini menempatkan Canva dalam persaingan dengan model sejenis dari Google, OpenAI, ByteDance, dan Meta. Perusahaan menyebut Craft dirancang untuk menghasilkan visual dengan detail objek yang akurat dan teks yang terbaca, sekaligus memberi pengguna keleluasaan lebih besar saat menyunting hasilnya.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI pada 23 Oktober 2026, proses kerja Canva Craft terdiri atas dua tahap. Pertama, model menafsirkan prompt pengguna dan menyusun rencana visual sebelum gambar dibuat. Rencana tersebut memperhitungkan hubungan ruang antara unsur-unsur dalam gambar, skala relatif, hierarki visual, serta informasi yang diperlukan untuk membentuk teks.

Pada tahap kedua, model mengubah rencana itu menjadi gambar dengan resolusi hingga 2K. Canva menyebut Craft dapat menghasilkan gambar dalam kemungkinan 30 rasio aspek berbeda untuk berbagai platform. Dengan pilihan format tersebut, pengguna dapat menentukan bentuk keluaran sesuai kebutuhan platform yang dituju, sementara proses pembuatannya tetap berangkat dari perencanaan visual pada tahap pertama.

Baca juga: 1Password Hadirkan Fitur agar AI Bisa Login Tanpa Melihat Kata Sandi

Canva mengaitkan pendekatan dua tahap ini dengan kemampuan model menjaga detail objek tetap akurat dan menghasilkan teks yang legibel. Perusahaan juga mengatakan pengguna bisa melakukan penyuntingan secara presisi tanpa mengubah bagian lain pada gambar. Jadi, kemampuan yang ditawarkan tidak hanya mencakup pembuatan gambar, tetapi juga kendali atas bagian tertentu ketika hasil perlu disesuaikan.

Materi yang digunakan untuk melatih Craft berbeda dari fotografi. Canva menggunakan desain dan templat buatan manusia yang tersedia di pustakanya. Contohnya meliputi poster, unggahan media sosial, presentasi, infografik, menu, serta tata letak yang kaya tipografi. Perusahaan menyebut pilihan materi pelatihan tersebut sebagai bagian dari pendekatan modelnya, yang berangkat dari desain, bukan foto.

Hubungan dengan desain juga memungkinkan gambar hasil Craft dikonversi menjadi desain berlapis melalui Canva Magic, alat perusahaan yang mengubah gambar menjadi desain. Canva sebelumnya, pada tahun lalu, merilis model yang dapat memahami desain dan lapisan. Dengan demikian, gambar yang dihasilkan Craft dapat diteruskan ke alat tersebut untuk diubah menjadi susunan desain berlapis.

Baca juga: MAI-DxO Microsoft Capai Akurasi 83 Persen pada Kasus Medis Kompleks

Canva Craft sudah tersedia di platform Canva bagi seluruh pengguna melalui tab Dream Lab. Model itu juga akan tersedia lewat Canva API. Selain akses di platform dan API, perusahaan berencana mendukung pembuatan gambar melalui chatbot pihak ketiga, termasuk ChatGPT dan Gemini, dengan menggunakan Canva’s MCP. Rencana ini memperluas jalur akses yang disiapkan Canva untuk model barunya.

Sebelum merilis Craft, Canva telah menggunakan berbagai model gambar untuk fitur generasi gambar di platformnya. Pengembangan model sendiri diperkirakan dapat membantu perusahaan mengurangi biaya API yang berkaitan dengan penggunaan model-model tersebut. Canva juga menyatakan bahwa manfaat Craft bukan hanya dari sisi biaya: model ini memberi platform kendali yang lebih baik atas kualitas dan kecepatan.

Baca juga: Peretas China Sasar 2.250 Organisasi Usai Bobol ConnectWise

Pengembangan Craft turut melibatkan peneliti dari Leonardo.ai. Canva mengakuisisi platform generasi media itu pada 2024 dan menyatakan para peneliti Leonardo berkontribusi pada model gambar baru tersebut. Canva kini juga mengembangkan dua versi yang lebih hemat biaya, yakni Craftfast dan Craft-ultrafast. Perusahaan menyebut kedua model itu akan dirilis dalam waktu dekat.

Peluncuran Craft berlangsung ketika prospek pertumbuhan Canva juga menjadi perhatian. Perusahaan berada di jalur untuk mencatat pendapatan 4 miliar dolar AS pada tahun lalu. Namun, Canva memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk 2026. Mengutip analis eksternal, TechCrunch AI melaporkan valuasi perusahaan turun dari 42 miliar dolar AS menjadi 35 miliar dolar AS.