UPDATE

1Password Hadirkan Fitur agar AI Bisa Login Tanpa Melihat Kata Sandi

23/10/2026 02:09

CIANJUR.CO - Kekhawatiran tentang akses yang diberikan konsumen kepada agen kecerdasan buatan (AI) terus meningkat seiring makin banyaknya layanan otomatis yang dapat bertindak atas nama pengguna. Di tengah perkembangan itu, perusahaan keamanan berupaya menyediakan cara agar tugas dapat didelegasikan tanpa membuka kredensial pribadi.

Pengelola kata sandi 1Password meluncurkan perangkat baru pada Kamis yang memungkinkan agen AI masuk ke akun pribadi pengguna untuk menjalankan tugas, tetapi tidak memberi agen akses langsung ke kata sandi. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, layanan tersebut diberi nama 1Password for Agents dan dirancang agar kendali atas kredensial tetap berada di tangan pemilik akun.

Fitur ini bekerja melalui komunikasi antara agen, pengguna, dan 1Password. Saat agen mencoba masuk ke akun atas permintaan pengguna, sistem mengirimkan kunci digital unik kepada 1Password untuk mengonfirmasi identitas digital agen tersebut. Dengan demikian, proses login tidak dimulai hanya berdasarkan permintaan agen tanpa pemeriksaan identitas.

Baca juga: MAI-DxO Microsoft Capai Akurasi 83 Persen pada Kasus Medis Kompleks

Pengguna kemudian menerima pemberitahuan mengenai upaya masuk itu dan dapat menyetujui permintaan secara langsung. Setelah persetujuan diberikan, 1Password mengisi kredensial yang dibutuhkan atas nama asisten digital tersebut. Agen pun dapat masuk ke akun dan menyelesaikan tugas yang diminta tanpa melihat kata sandi pengguna.

Perbedaan utama dari cara yang berisiko, menurut penjelasan perusahaan, terletak pada siapa yang menangani kredensial. Jika kata sandi diberikan langsung kepada agen, informasi itu berpotensi tersimpan sebagai salinan untuk penggunaan berikutnya di tempat yang tidak lagi dapat dikendalikan pemiliknya. 1Password menyebut pemberian kata sandi atau rahasia sebagai jalan pintas yang umum, tetapi dapat membuat informasi sensitif berada di luar kendali pengguna.

Perusahaan menyatakan 1Password for Agents menyediakan cara tepercaya untuk mendelegasikan pekerjaan kepada agen AI pribadi sambil mempertahankan kendali atas kata sandi, rahasia, dan kredensial yang diperlukan. Dalam pernyataan di blog perusahaan, 1Password menekankan bahwa layanan tersebut memungkinkan agen menjalankan tugas, sementara pengguna tetap memegang kendali atas informasi yang dipakai untuk mengakses akun.

Baca juga: Peretas China Sasar 2.250 Organisasi Usai Bobol ConnectWise

Pengguna dapat memilih agen yang ingin digunakan. Pilihan yang disebutkan mencakup Claude Duet dari Anthropic, Dots atau ChatGPT Work dari OpenAI, Grok Bot, Muse dari Meta, serta agen dari Town, perusahaan rintisan asisten AI. 1Password juga mengatakan sedang bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memperluas layanan tersebut.

Peluncuran itu berlangsung ketika aktivitas agen AI di akun pengguna mulai menjadi perhatian lembaga besar, termasuk bank. Pada hari yang sama, Axios melaporkan sejumlah bank di Amerika Serikat mulai mendeteksi aktivitas agen di dalam akun nasabah. Aktivitas tersebut tidak serta-merta berarti ada agen nakal yang mencuri akun. Situasi itu juga mencerminkan bahwa konsumen semakin mengizinkan layanan otomatis bertindak atas nama mereka, termasuk dalam urusan keuangan.

Baca juga: Meta Siapkan Saham Tanpa Hak Suara untuk Danai Ekspansi AI

Namun, kemungkinan munculnya masalah terkait agen tetap menjadi perhatian. Persoalan yang disoroti adalah bank pada umumnya belum dapat membedakan apakah aktivitas agen di akun dilakukan atas permintaan pengguna atau tidak. Ketidakpastian mengenai asal aktivitas itulah yang membuat akses otomatis menjadi tantangan bagi institusi keuangan.

Para bankir yang diwawancarai Axios menggambarkan situasi tersebut sebagai “horrifying”. Seorang juru bicara Chase yang diwawancarai media itu juga menyampaikan bahwa nasabah “should not give their usernames and passwords to anyone.” Pernyataan tersebut menegaskan kekhawatiran tentang penyerahan informasi login kepada pihak lain, sementara 1Password for Agents menawarkan mekanisme agar agen dapat masuk tanpa menerima kredensial secara langsung.