UPDATE

Meta Siapkan Saham Tanpa Hak Suara untuk Danai Ekspansi AI

22/10/2026 23:15

CIANJUR.CO - Meta merancang kelas saham baru tanpa hak suara yang dapat menjadi salah satu perangkat pendanaan untuk ekspansi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI). Rencana tersebut disampaikan ketika perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga, di tengah investasi besar Meta untuk mengembangkan model dan layanan AI.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, kabar mengenai kemungkinan penerbitan saham non-voting itu lebih dahulu diberitakan Semafor pada Rabu, bertepatan dengan pengumuman hasil kuartalan Meta. Saham tanpa hak suara tidak memberikan pemiliknya hak untuk memberikan suara dalam keputusan perusahaan. Dalam panggilan konferensi terkait laporan keuangan, Meta mengonfirmasi rencana tersebut.

Chief Financial Officer Meta Susan Li mengatakan perusahaan akan membuat kelas baru saham modal tanpa hak suara. Saham itu, menurut Li, akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham yang sudah ada melalui dividen saham. Dengan demikian, rancangan yang diumumkan bukan sekadar penerbitan saham baru untuk investor tertentu, melainkan pembagian kelas saham baru kepada pemegang saham perusahaan saat ini.

Li menjelaskan saham tersebut dirancang agar dapat diperdagangkan secara publik dan dipakai Meta untuk sejumlah kebutuhan korporasi. Kegunaannya mencakup penggalangan modal, kompensasi karyawan, akuisisi, serta keperluan umum perusahaan lainnya. Perusahaan menyatakan kelas saham baru itu akan menambah pilihan pendanaan untuk mendukung investasinya.

Baca juga: Uber Perluas ChatGPT Work ke Seluruh 30.000 Karyawan

Menurut Li, rancangan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga kekuatan suara pemegang saham Kelas A dan Kelas B yang sudah ada. Dengan memisahkan saham yang dapat digunakan untuk penggalangan modal dari hak suara, Meta ingin mempertahankan struktur perusahaan yang dipimpin pendiri. Li menyebut saham itu memungkinkan perusahaan menjaga “founder-led structure” sekaligus memperluas perangkat pendanaan dan memberi fleksibilitas untuk berinvestasi.

Dalam penjelasannya pada panggilan tersebut, Li mengaitkan fleksibilitas itu dengan momentum yang disebut Meta sedang terlihat di berbagai bagian bisnisnya, yang didorong AI. Karena itu, rencana saham baru hadir bersamaan dengan upaya perusahaan memperluas investasi pada model dan layanan kecerdasan buatan, bukan hanya sebagai perubahan teknis dalam struktur saham.

Kinerja kuartalan dan tekanan biaya

Meta mencatat pendapatan sebesar US$64 miliar pada kuartal yang dilaporkan. Angka tersebut naik 26 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi Wall Street. Namun, biaya dan beban perusahaan juga meningkat: jumlahnya tumbuh 68 persen secara tahunan.

Di antara unit usaha Meta, Reality Labs masih mencatat kerugian. Divisi yang menangani kacamata augmented reality (AR), headset virtual reality (VR), dan perangkat lunak VR itu masih merugi, meskipun kerugiannya disebut lebih rendah daripada sebelumnya. Dalam laporan pendapatannya, perusahaan memperkirakan kerugian Reality Labs akan turun dari tingkat pada 2025 menjadi kisaran US$18 miliar hingga US$19 miliar.

Baca juga: Spotify Ingin Menjadi Layanan Musik Pilihan bagi Agen AI

Perkembangan keuangan itu berlangsung saat Meta memperluas portofolio AI selama setahun terakhir. Perusahaan telah merilis beberapa model, termasuk Muse Spark dan Muse Glimmer pada awal tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, Meta menambahkan Muse Wonder dan Muse Spark Open. Model open-weight tersebut memiliki parameter dasar yang tersedia untuk digunakan dan dikembangkan pihak luar.

Meta juga meluncurkan Muse Code, agen pemrograman yang ditujukan bagi pengembang perangkat lunak. Sementara itu, pada acara Meta Connect tahun ini, perusahaan mengumumkan jajaran avatar baru yang dirancang dengan tampilan lucu dan menggemaskan untuk asisten AI Meta Muse. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membuat layanan AI itu terasa lebih dekat dengan pengguna.

Penggunaan Muse dan tantangan regulasi

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan lebih dari 10 juta orang di Amerika Serikat dan Kanada telah menyiapkan agen personal Muse dalam waktu satu setengah bulan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam panggilan konferensi pendapatan pada Rabu. Zuckerberg juga mengatakan pertumbuhan layanan masih kuat dan Muse hampir setiap hari berada di posisi nomor satu di App Store.

Baca juga: Anthropic Luncurkan Claude Duet, Agen AI untuk Profesional dan Usaha Kecil

Zuckerberg menyebut Muse telah mencapai kecocokan produk-pasar yang jelas. Menurutnya, perusahaan memasuki tahap baru yang lebih berfokus pada operasional dan peningkatan skala layanan. Ia mengatakan Meta ingin memperluas daya tarik produk tersebut agar pada akhirnya dapat melayani miliaran orang. Klaim mengenai penggunaan dan pertumbuhan itu disampaikan Zuckerberg dalam panggilan perusahaan, sementara laporan TechCrunch AI menyebut kinerja produk-produk AI tersebut tampak positif sejauh yang dapat diketahui.

Di sisi lain, Meta menyatakan masih menghadapi persoalan hukum dan regulasi yang berpotensi memengaruhi bisnis serta hasil keuangannya secara signifikan. Li mengatakan perusahaan terus memantau perkara-perkara yang sedang berjalan. Salah satu perhatian yang ia sebut adalah pengawasan terhadap isu terkait anak muda di sejumlah pasar.

Li juga menyampaikan bahwa sejumlah persidangan terkait isu anak muda dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang di Amerika Serikat. Dengan demikian, ketika Meta menyiapkan tambahan sarana pendanaan untuk investasi dan pengembangan AI, perusahaan sekaligus menghadapi peningkatan biaya, kerugian Reality Labs, serta perkara hukum dan regulasi yang masih berlangsung.