Uber Perluas ChatGPT Work ke Seluruh 30.000 Karyawan
CIANJUR.CO - Uber akan memperluas penggunaan ChatGPT Work ke seluruh tenaga kerjanya di dunia, sekitar 30.000 orang. Langkah ini menandai perubahan dari uji coba terbatas yang sebelumnya melibatkan 1.000 karyawan menjadi penerapan untuk seluruh perusahaan. Uber dan OpenAI mengumumkan perluasan kemitraan tersebut pada Kamis.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Uber mengatakan kepada media itu bahwa seluruh karyawan globalnya kini akan menggunakan ChatGPT Work. Layanan tersebut diperkenalkan pada Juli sebagai agen kecerdasan buatan yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan. Tim korporasi dapat memanfaatkannya dalam berbagai alur kerja, meskipun Uber belum menetapkan satu cara penggunaan yang berlaku bagi semua pekerja.
Uji coba ChatGPT Work dimulai Uber pada awal tahun ini. Sebanyak 1.000 karyawan dari sejumlah bagian perusahaan ikut serta, termasuk tim keuangan, operasional, dan produk. Perluasan terbaru membawa layanan itu dari kelompok pilot lintas departemen tersebut ke seluruh tenaga kerja global Uber.
Baca juga: Spotify Ingin Menjadi Layanan Musik Pilihan bagi Agen AI
Uji coba melibatkan beragam fungsi
Sumanth Sukumar, wakil presiden bidang rekayasa Uber, mengatakan kepada TechCrunch bahwa sekitar 80 persen pengguna awal bukan insinyur. Dengan demikian, pengujian awal tidak hanya berpusat pada pekerja teknis. Pesertanya juga berasal dari fungsi-fungsi perusahaan yang memiliki jenis pekerjaan dan kebutuhan berbeda.
Sukumar menjelaskan bahwa pemanfaatan selama uji coba mencakup analisis data operasional yang kompleks untuk menemukan tren dan menyusun rekomendasi. Karyawan juga menggunakan perangkat itu untuk melokalkan materi pelatihan bagi pasar dan bahasa yang berbeda. Selain itu, mereka membuat dasbor interaktif yang dipersonalisasi untuk membantu mengelola pekerjaan harian.
Ragam penggunaan tersebut memberi Uber gambaran tentang cara alat itu dapat digunakan di sejumlah bagian perusahaan. Namun, perusahaan belum menyatakan bahwa seluruh tim akan mengikuti pola yang sama. Sukumar mengatakan pendekatan Uber adalah menyediakan perangkat AI yang kuat di seluruh perusahaan, sembari memberi ruang kepada tiap tim untuk bereksperimen.
Baca juga: Anthropic Luncurkan Claude Duet, Agen AI untuk Profesional dan Usaha Kecil
Ia menyampaikan, “Our approach is to make powerful AI tools available across Uber while giving teams room to experiment.” Pernyataan itu menggambarkan bahwa perluasan akses berjalan bersamaan dengan keleluasaan tim dalam menemukan alur kerja yang sesuai. Karena itu, perusahaan akan mempelajari pemanfaatan yang terbentuk setelah penggunaan diperluas, bukan hanya menetapkan satu jenis tugas untuk seluruh karyawan.
Perusahaan akan mengevaluasi hasil penggunaan
Sebelum perluasan terbaru, Uber juga menguji pendekatan yang menggabungkan keahlian teknis dengan pemahaman terhadap pekerjaan tiap tim. Pada awal tahun ini, perusahaan memasangkan 30 insinyur AI dengan tim-tim di berbagai bagian Uber. Mereka mendapat waktu dua minggu untuk mengotomatisasi bagian-bagian penting dari pekerjaan. Sukumar menyebut kelompok itu sebagai “AI pods” dan mengatakan eksperimen tersebut menunjukkan besarnya peluang dari kerja sama tersebut.
Uber tidak mengungkapkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk penerapan ChatGPT Work yang lebih luas. Sebagai gantinya, Sukumar mengatakan perusahaan akan memantau cara karyawan memakai teknologi itu, jenis alur kerja yang mereka kembangkan, serta bagaimana alat tersebut membantu mereka bekerja lebih efektif. Uber akan mengevaluasi hasilnya dan menggunakan pembelajaran dari proses itu untuk memandu penerapan AI di berbagai bagian bisnis.
Baca juga: Nirva Raih Pendanaan US$33 Juta untuk Pendant AI yang Hanya Mendengarkan Pemakainya
Perusahaan menyatakan OpenAI bekerja erat dengan Uber dalam mengintegrasikan chatbot tersebut. Namun, rincian biaya maupun hasil evaluasi penggunaan belum disampaikan. Untuk saat ini, keterangan Uber berfokus pada perluasan akses dan rencana mempelajari bagaimana karyawan memanfaatkan perangkat tersebut dalam pekerjaan mereka.
Perluasan di Uber berlangsung ketika OpenAI bergerak cepat memperbesar bisnis perusahaannya dan bersaing dengan pesaing utamanya, Anthropic. OpenAI sebelumnya dikenal luas sebagai merek konsumen melalui ChatGPT, tetapi kini juga memperoleh pengikut setia di kalangan pelanggan bisnis. TechCrunch AI menyebut perusahaan AI lain kesulitan mengejar perkembangan OpenAI di pasar tersebut.