Nirva Raih Pendanaan US$33 Juta untuk Pendant AI yang Hanya Mendengarkan Pemakainya
CIANJUR.CO - Perangkat kecerdasan buatan yang terus mendengarkan aktivitas pemakainya tengah menjadi perhatian sejumlah perusahaan. Amazon meluncurkan perangkat baru yang dikenakan di pergelangan tangan bersama Bee. Mantan eksekutif Plaud juga mendirikan Ambi, startup yang mengembangkan aplikasi ambient dan berencana membuat perangkat keras sendiri. Apple turut memperkenalkan fitur Voice Intelligence saat peluncuran iPhone pada September.
Di tengah perkembangan itu, Nirva memilih pendekatan berupa aksesori yang menyerupai perhiasan. Startup tersebut mengembangkan pendant yang diklaim hanya mendengarkan ucapan orang yang mengenakannya. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Nirva mengumumkan pendanaan baru sebesar US$25 juta dalam putaran pra-Seri A. Dana itu menambah US$8 juta yang dihimpun pada awal tahun dari investor seperti Lightspeed dan South Park Commons, sehingga total pendanaan perusahaan mencapai US$33 juta.
Nirva didirikan pada 2025 oleh Wei Lyu dan Jason Chen, dua mantan karyawan Meta Reality Labs, bersama Hanying Hu, pendiri merek fesyen dan perhiasan. Pendiri-pendiri tersebut membawa latar berbeda ke perusahaan: Lyu dan Chen berasal dari bidang teknologi, sedangkan Hu mendirikan usaha di ranah fesyen dan perhiasan. Produk pertamanya mempertemukan kedua ranah itu melalui perangkat AI yang dirancang untuk dikenakan sebagai aksesori.
Perangkat pertama Nirva berbentuk pendant, tetapi dapat pula dipakai sebagai gelang. Bobotnya sekitar delapan gram, yang menurut perusahaan membuatnya mudah dikenakan sepanjang hari. Baterainya dapat bertahan hingga tiga hari dalam sekali pengisian daya. Untuk jangka panjang, Nirva ingin merilis lebih banyak perangkat, meski belum merinci bentuk maupun jadwal produk selanjutnya.
Baca juga: DeepSeek Dikabarkan Menggalang Dana US$15 Miliar Usai Pembatasan AS
Dalam percakapan dengan TechCrunch, CEO Nirva Lyu mengatakan perusahaan ingin membangun wearable yang menyatu dengan fesyen sekaligus memberi manfaat bagi pengguna. Ia membedakan pendant itu dari perekam suara atau alat pencatat rapat. “Ini adalah perhiasan yang hanya berfokus mendengarkan ucapan Anda sendiri,” kata Lyu. Ia menjelaskan perangkat bekerja pasif dan selalu aktif mendengarkan ucapan pemakai, sambil terus memodelkan pengguna dan pikirannya.
Fungsi mendengarkan terus-menerus membuat privasi menjadi persoalan penting bagi perangkat ambient. Pengguna bisa merasa tidak nyaman jika direkam sepanjang waktu. Kekhawatiran juga dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar pemakai perangkat, sebagaimana muncul pada produk seperti Ray-Ban Meta: mereka mungkin takut ikut terekam meski bukan pengguna langsung.
Nirva mengatakan pendekatan teknisnya ditujukan untuk membatasi masalah tersebut. Saat onboarding atau penyiapan awal, pengguna diminta merekam beberapa cuplikan suaranya. Perusahaan membangun model berdasarkan cuplikan itu, lalu perangkat menyaring percakapan atau data yang tertangkap dari orang lain di sekitarnya saat digunakan. Dengan cara tersebut, Nirva menyatakan sistemnya hanya merekam pemakai.
Baca juga: Celah Kritis PHP Ditemukan dengan AI, NSA Minta Situs Segera Ditambal
Perusahaan juga menyebut perangkat secara bawaan tidak menyimpan data audio maupun transkrip setelah percakapan diproses. Sebelum audio dibuang, sistem dapat melacak nada, tinggi-rendah suara, volume, dan kecepatan bicara. Nirva menyatakan unsur-unsur tersebut berguna untuk memperoleh pemahaman terkait emosi yang kemudian ditampilkan di aplikasi. Informasi tentang pemrosesan itu berkaitan dengan klaim privasi perusahaan sekaligus fungsi wawasan personal yang ditawarkan.
Nirva memosisikan diri sebagai perusahaan wawasan personal, bukan startup produktivitas. Namun, aplikasi pendampingnya tetap dapat menampilkan pengingat, hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, dan cara untuk meresponsnya. Lyu mengatakan perusahaan ingin membantu pengguna hadir dengan lebih baik bagi orang-orang lain dalam kehidupannya. Jadi, pengingat bukan satu-satunya tujuan aplikasi; perusahaan juga mengarahkannya pada pemahaman diri dan hubungan pengguna dengan orang lain.
“Tidak ada cara universal untuk membantu semua orang menyelesaikan masalah mereka,” kata Lyu. Ia mengatakan Nirva membangun alat untuk membantu orang meningkatkan pemahaman diri, welas asih terhadap diri sendiri, dan kesadaran diri. Aplikasi memproses ucapan pengguna, lalu membuat wawasan yang disimpulkan berkaitan dengan kepribadian. Materi yang dapat disajikan mencakup pola, orang-orang yang cenderung berada di sekitar pengguna, tempat yang pernah dikunjungi, serta catatan harian lainnya.
Baca juga: Blacksmith Raih Valuasi US$1 Miliar Usai Pendanaan Seri C
Lyu menekankan bahwa aplikasi juga menunjukkan wawasan mengenai emosi, gaya komunikasi, dan cara pengguna dapat memperbaiki diri. Laporan TechCrunch AI menyebut Lyu memberi contoh ketika ia lupa berterima kasih kepada ibunya atas sesuatu. Aplikasi kemudian mengingatkannya mengenai hal tersebut. Contoh itu memperlihatkan bentuk pengingat yang dapat muncul dari pemrosesan ucapan, tanpa mengubah posisi Nirva yang mengutamakan wawasan personal.
Nirva akan mulai menerima pesanan perangkat pada November dan menargetkan pengiriman kepada pengguna awal pada akhir tahun. Harga pendant tersebut US$249. Perusahaan menyiapkan empat pilihan warna: perak, perak sikat, hitam, dan emas. Informasi itu menjadi rincian peluncuran yang diumumkan bersama rencana pengiriman, sementara pendanaan baru menopang total dana yang telah dihimpun perusahaan menjadi US$33 juta.
Nirva akan bersaing dengan perusahaan lain di bidang wearable AI. Taya, yang didirikan mantan karyawan Apple, juga mengembangkan perhiasan pintar. Startup Friend dan Bee berupaya membuat perangkat pendamping. Sebelumnya, Bee juga disebut dalam peluncuran perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan bersama Amazon. Di antara para pemain tersebut, Nirva mengandalkan bentuk perhiasan dan sistem yang menurut perusahaan memusatkan pendengaran pada ucapan pemakainya.