Pemkab Garut Siapkan Relokasi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Andir

08/10/2026 20:45

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan tempat sementara bagi pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Andir di Kecamatan Bayongbong, Jawa Barat. Area terminal yang berada di sebelah pasar menjadi salah satu pilihan lokasi agar kegiatan jual beli bisa kembali berlangsung. Penyiapan tempat itu ditujukan supaya pedagang tetap memperoleh penghasilan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup selama kios mereka tidak bisa digunakan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Efendi, mengatakan para pedagang berharap dapat segera berdagang kembali. Namun, pemerintah masih mengerjakan tempat yang dinilai cukup aman untuk mereka. “Mereka berharap bisa segera berdagang kembali,” kata Ridwan di Garut, Kamis, seperti diberitakan ANTARA Jabar.

Kebakaran melanda pasar tradisional di Kecamatan Bayongbong pada Rabu (7/10) malam. Api berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari, tetapi dampaknya membuat 382 kios tidak lagi dapat digunakan untuk berjualan. Pemerintah daerah kemudian menyiapkan langkah agar pedagang memiliki pilihan tempat berjualan sementara sembari penanganan pasar berjalan.

Baca juga: Majalengka Siapkan 100 Mahasiswa Kuliah dan Bekerja di Jepang

Menurut Ridwan, pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah dinas setelah kejadian. Perwakilan pedagang yang menjadi korban kebakaran turut dilibatkan dalam pembahasan. Salah satu hasil yang dibicarakan adalah penggunaan area terminal di sebelah pasar sebagai lokasi alternatif. Dengan melibatkan pedagang, pembahasan tersebut diarahkan pada upaya agar mereka bisa kembali berjualan.

Lokasi terminal itu masih perlu dipersiapkan sebelum digunakan. Ridwan menjelaskan bahwa area tersebut akan dibersihkan dan dibenahi terlebih dahulu. Ia menyebut kawasan terminal dapat digunakan sementara sambil pekerjaan pembenahan berlangsung. Pemerintah menargetkan proses tersebut selesai dalam dua sampai tiga hari ke depan, sehingga penyiapan lokasi dan kegiatan berjualan dapat berjalan beriringan.

“Salah satu alternatifnya ada area terminal di sebelah pasar,” ujar Ridwan. Ia menyampaikan bahwa pedagang untuk sementara bisa berjualan di kawasan tersebut sambil proses penataan dilakukan. Rencana ini merupakan relokasi sementara, bukan keterangan mengenai pemindahan permanen. Lokasi yang dipertimbangkan tetap berada di dekat pasar, sementara kios yang terdampak kebakaran belum dapat dipakai untuk aktivitas dagang.

Baca juga: Jembatan Raden Demang Cimahi Kembali Dibuka untuk Kendaraan

Relokasi itu tidak hanya dimaksudkan menjaga penghasilan pedagang. Pemerintah daerah juga ingin mempertahankan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap berbagai barang pokok, terutama pangan. Warga dan pelanggan yang biasa berbelanja di Pasar Andir perlu kembali mendapatkan layanan, meskipun kegiatan transaksi berlangsung dalam kondisi darurat. Dengan demikian, keberadaan lokasi sementara berkaitan dengan keberlanjutan usaha pedagang sekaligus akses pembeli terhadap kebutuhan sehari-hari.

Ridwan menyebut transaksi di pasar tersebut cukup besar dan aktivitasnya padat. Karena itu, pemulihan kegiatan jual beli dipandang perlu dilakukan segera, sementara proses penanganan dampak kebakaran masih berjalan. Ia mengatakan masyarakat atau pelanggan yang biasa memenuhi kebutuhan dari pasar itu harus segera dipulihkan pelayanannya, walaupun untuk sementara tempat berjualan berada dalam situasi darurat.

Baca juga: Buku FH Unpad Bahas Tantangan AI bagi Profesi Notaris

Jumlah kios di Pasar Andir tercatat sebanyak 731 unit, sedangkan 382 kios terdampak kebakaran. Ridwan mengatakan penghitungan kerugian materi masih berlangsung. Hingga keterangannya disampaikan, pihaknya baru memiliki catatan mengenai jumlah keseluruhan kios dan kios yang terdampak, sehingga nilai kerugian belum ditetapkan.

Dalam penanganan api, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kobaran hingga Kamis dini hari. Ridwan menyampaikan api dapat diminimalkan sehingga tidak menjalar luas dan membakar bangunan lainnya. Ia menyebut petugas dari Disdamkar menyelesaikan pemadaman sampai dini hari. Keberhasilan membatasi penjalaran api menjadi bagian dari penanganan kejadian, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan tempat sementara bagi pedagang yang kiosnya terdampak.