Pemerintah Perkuat SDM, Pariwisata, dan Pembiayaan UMKM
CIANJUR.CO - Penguatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan pariwisata, dan perluasan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tiga upaya yang terus didorong pemerintah untuk memperkuat produktivitas ekonomi. Program-program di bidang tersebut juga diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.
Dalam siaran pers yang diterbitkan 21 Oktober 2026, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyebut langkah-langkah itu terus berjalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang genap pada 20 Oktober 2026. Akselerasi dilakukan melalui pemagangan dan pelatihan vokasi, pengembangan pariwisata, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha.
Program-program tersebut menghubungkan peningkatan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong kegiatan ekonomi di berbagai daerah dan membuka akses modal bagi usaha produktif. Pemerintah menempatkan ketiganya sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan.
Pemagangan dan pelatihan vokasi
Di bidang pengembangan SDM, Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi diluncurkan pada Oktober 2025 dengan target awal 100.000 peserta. Program ini dirancang untuk menjembatani perbedaan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman langsung di dunia usaha, industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun instansi pemerintah.
Selain pengalaman kerja, peserta mendapatkan uang saku setara upah minimum dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program tersebut menyasar salah satu kendala yang kerap dihadapi lulusan baru saat memasuki pasar kerja, yaitu belum memiliki pengalaman profesional. Melalui pemagangan, mereka diharapkan dapat mengembangkan keterampilan teknis, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Badendeng Hadirkan Dendeng Batokok dan Sambal Hijau di Pangan Nusa Expo 2026
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan bahwa pengalaman kerja sering menjadi pertanyaan bagi lulusan yang baru pertama kali melamar. “Lulusan primary atau yang baru lulus pertama, jika melamar pekerjaan pasti pertanyaan pertamanya adalah mengenai pengalaman kerja. Nah, inilah yang dijembatani dengan program magang,” ujarnya.
Perluasan kesiapan tenaga kerja berlanjut pada 2026. Program Magang Nasional tahap II ditargetkan menjangkau 150.000 lulusan baru dengan dukungan anggaran Rp4,14 triliun. Pada saat yang sama, pelatihan vokasi memperoleh alokasi Rp2,12 triliun. Sasaran prioritasnya mencakup 220.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Secara keseluruhan, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan sekitar 340.000 peserta. Jumlah itu terdiri atas 70.000 peserta serta tambahan 270.000 peserta melalui stimulus ekonomi semester II 2026. Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan vokasi.
Haryo menekankan pentingnya penggunaan fasilitas yang tersedia dari berbagai pihak dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja. “Ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri,” katanya.
Pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah
Selain menyiapkan tenaga kerja, pemerintah mendorong pariwisata sebagai sektor yang dapat memperluas kegiatan ekonomi dan membuka peluang usaha. Dampaknya berkaitan dengan sejumlah bidang, antara lain transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, ekonomi kreatif, serta usaha mikro dan kecil yang berkembang di sekitar destinasi wisata.
Baca juga: Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga, Kemiskinan Turun dan Investasi Tumbuh
Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Sektor pariwisata menghasilkan devisa USD18,28 miliar dan mendukung 25,91 juta lapangan kerja. Kontribusi langsungnya terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 3,97%, sedangkan nilai investasi sektor tersebut mencapai hingga Rp73,55 triliun.
Perkembangan positif juga terlihat pada Januari hingga Agustus 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, naik 5,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perjalanan wisatawan nusantara selama periode tersebut tercatat 842,15 juta atau tumbuh 4,29%. Pada semester I 2026, devisa pariwisata mencapai USD8,43 miliar, sementara investasi sektor pariwisata tumbuh 16,64%.
Haryo menyebut pariwisata sebagai potensi yang perlu dikejar karena dapat menghasilkan devisa dan mendukung pembelian di dalam negeri. “Kita harus kejar pariwisata itu sebagai low hanging fruit. Dan itu juga penghasil devisa yang besar,” ungkapnya.
Pengembangan sektor tersebut, menurut laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, diiringi dengan peningkatan kualitas destinasi, konektivitas, kompetensi SDM, dan keterlibatan masyarakat lokal. Dengan perhatian pada aspek-aspek itu, pertumbuhan kunjungan dan penerimaan devisa diharapkan berjalan bersama dengan terbukanya ruang bagi usaha lokal untuk berkembang serta meluasnya manfaat ekonomi di daerah.
Penyaluran KUR untuk UMKM
Upaya memperluas kesempatan usaha juga dilakukan melalui penguatan akses pembiayaan UMKM dengan KUR. Program ini membantu pelaku usaha memperoleh modal melalui skema kredit yang didukung kebijakan pemerintah. Penyalurannya juga diarahkan untuk mendorong pembiayaan pada sektor-sektor produktif, agar usaha dapat tumbuh dan meningkatkan kapasitasnya.
Baca juga: TEI 2026 Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Vanuatu
“KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas,” kata Haryo. Pernyataan itu menggambarkan tujuan program yang tidak berhenti pada pemberian akses modal, tetapi juga mendukung perkembangan usaha dan kontribusinya terhadap perekonomian.
Memasuki 2026, pemerintah memperkuat penyaluran KUR dengan mengarahkan pembiayaan ke sektor produksi. Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR mencapai Rp232,66 triliun dan menjangkau 3,61 juta debitur. Program tersebut sekaligus mendukung sekitar 10,83 juta tenaga kerja.
Capaian penyaluran itu menunjukkan perluasan akses permodalan bagi UMKM sekaligus dukungan terhadap kapasitas dan daya saing usaha. Penguatan SDM lewat pemagangan dan vokasi, pengembangan pariwisata, serta pembiayaan UMKM melalui KUR saling berkaitan dalam mendorong keterampilan, aktivitas ekonomi, dan pengembangan usaha masyarakat.
Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program di bidang tersebut mencatat capaian yang dinilai positif oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Keberlanjutan dan penguatannya diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha, serta membuat manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat.