Amulya Vishwanath: AI Fisik Bukan Hanya soal Robot

16/10/2026 23:37

CIANJUR.CO - Amulya Vishwanath menilai perkembangan robotika belum sampai pada tahap ketika satu model kecerdasan buatan umum dapat mengubah seluruh bidang secara mendadak. Menurut mantan pemimpin pemasaran produk platform robotika NVIDIA tersebut, teknologi ini masih berada dalam “era Lego”: berbagai komponen dasarnya masih dibangun ulang.

Seperti diberitakan TechCrunch AI, Vishwanath menghabiskan tujuh tahun memimpin pemasaran produk untuk platform robotika NVIDIA. Pengalamannya itu menjadi salah satu konteks pandangannya mengenai keadaan industri saat ini. Ia menyebut komponen seperti aktuator, tangan robot, perangkat lunak, dan standar keselamatan masih dalam proses pembentukan kembali.

Istilah “era Lego” menggambarkan robotika sebagai bidang yang belum memiliki seluruh bagian dasar yang mapan. Aktuator dan tangan robot merupakan unsur perangkat keras, sedangkan perangkat lunak dan standar keselamatan juga menjadi bagian dari fondasi yang menurut Vishwanath masih dibangun ulang. Dengan demikian, pandangannya menempatkan persoalan robotika bukan hanya pada kemampuan model AI, tetapi juga pada kesiapan beragam unsur yang membuat sistem fisik dapat berfungsi.

Baca juga: Elorian Rilis Glimpse, Model AI yang Menalar Langsung dari Gambar

Pandangan itu berbeda dari anggapan bahwa robotika akan segera mengalami “momen ChatGPT”. Istilah tersebut merujuk pada kemunculan chatbot yang dinilai sangat mampu ketika diluncurkan pada akhir 2022. Sebagian pihak memperkirakan model fondasi umum dapat mendorong perubahan serupa di bidang robotika.

Sebagai contoh pandangan yang berseberangan, CEO General Intuition Pim de Witte mengatakan kepada Equity pada awal tahun ini bahwa satu model fondasi umum dapat membuat banyak pekerjaan robotika khusus yang dilakukan saat ini menjadi tidak lagi diperlukan. Dalam pandangannya, model tersebut dapat menjadi pemicu momen besar bagi robotika. Vishwanath, sebaliknya, menyoroti bahwa komponen dasarnya sendiri masih berkembang.

Baca juga: Jev Jadi Model AI dengan Adopsi Tercepat di Vercel

Perbedaan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam episode podcast Equity milik TechCrunch. Jurnalis Dominic-Madori Davis berbincang dengan Vishwanath mengenai bidang yang menjadi sasaran investasi awalnya sebagai pendiri sekaligus managing partner Techable VC. Percakapan itu juga membahas pengalamannya membangun perusahaan investasi tahap awal setelah berkarier di NVIDIA.

Vishwanath termasuk salah satu eksekutif perempuan pertama yang keluar dari NVIDIA untuk mendirikan perusahaannya sendiri. Techable VC berinvestasi pada physical AI dengan cakupan yang meliputi robotika, sains material, dan ilmu hayati. Cakupan itu menunjukkan bahwa fokus investasi yang dibahas dalam podcast tidak terbatas pada robot, meskipun robotika menjadi bagian penting dari percakapan tentang physical AI.

Baca juga: Mark Wahlberg Terbuka pada AI di Film, Asal Cerita Tetap Utama

Episode penuh Equity memuat pembahasan lebih lanjut mengenai pandangan Vishwanath dan keputusan investasi awal Techable VC. Podcast tersebut dapat diikuti melalui YouTube, Apple Podcasts, Overcast, Spotify, serta layanan podcast lainnya. Equity juga dapat diikuti di X dan Threads melalui akun @EquityPod.