UPDATE

Guru SMP di Cianjur Ditodong Pistol Saat Motornya Dicuri

21/10/2026 16:31

CIANJUR.CO - Sepeda motor milik seorang guru SMP IT Darul Muttaqin Cianjur dibawa kabur oleh komplotan pencuri di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026) siang. Peristiwa itu terjadi setelah korban memergoki beberapa orang yang mengitari kendaraannya. Saat korban berusaha mendekat, salah seorang pelaku menodongkan pistol sehingga ia memilih menjauh.

Berdasarkan laporan detikJabar, rekaman CCTV memperlihatkan tiga pria mendatangi sepeda motor yang diparkir di depan gerbang sekolah. Dua orang berada di atas sepeda motor dan mengamati keadaan sekitar. Sementara itu, seorang pria yang mengenakan jaket menaiki motor korban dan berusaha menjebol kontaknya.

Korban baru tiba kembali di sekolah setelah mengunjungi rumah salah seorang siswa. Kepala SMK Darul Muttaqin Cianjur, Irwan, mengatakan kedatangan korban sekitar pukul 12.00. Saat itu gerbang sekolah sedang terkunci karena kebijakan sekolah ketika salat berjamaah, sehingga korban menunggu di luar.

Cuaca yang panas membuat korban turun dan berteduh di sebuah tempat. Jaraknya kurang lebih 15 meter dari sepeda motor yang diparkir di depan gerbang. Tidak lama kemudian, para pelaku melihat kendaraan tersebut dan mulai beraksi. Dari tempat berteduh, korban menyadari ada beberapa orang yang berada di sekitar motornya.

Baca juga: Kekeringan di Takokak Cianjur, 500 Hektare Sawah Terdampak

Irwan menerangkan, jumlah orang yang terlibat dalam kejadian itu empat orang. Tiga orang melakukan aksi secara langsung, sedangkan satu orang lainnya menunggu tidak jauh dari lokasi. Keterangan tersebut menjelaskan bahwa jumlah pelaku yang terlibat lebih banyak daripada tiga pria yang tampak mendekati sepeda motor dalam rekaman CCTV.

“Pelaku berjumlah 4 orang. Yang beraksi langsung tiga orang, satu orang lagi menunggu tidak jauh dari lokasi,” kata Irwan, Rabu (21/10/2026).

Ketika mengetahui motornya sedang dijarah, korban sempat berusaha mendekati para pelaku dan merebut kembali kendaraannya. Namun, salah seorang dari mereka mengacungkan pistol ke arah korban. Korban yang ketakutan kemudian mundur dan menjauh, sementara para pelaku membawa pergi sepeda motor tersebut.

Menurut Irwan, korban awalnya berniat melawan dan mengambil kembali motornya. Ancaman pistol mengubah keputusan korban. Ia memilih menjaga keselamatan dengan menjauh, sehingga tidak melanjutkan upaya merebut kendaraan. Setelah itu, para pelaku langsung melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban.

Baca juga: Bagong Mogok, Gerakan Sosial dari Cianjur yang Melawan Keterbatasan

Irwan menyebut para pelaku datang dari arah Desa Maleber menuju Warujambe. Setelah berhasil membawa motor, mereka kembali kabur ke arah yang sama dengan arah kedatangan. Dengan demikian, informasi mengenai pergerakan para pelaku yang disampaikan Irwan mencakup perjalanan mereka sebelum dan sesudah pencurian.

“Jadi mereka terlihat datang dari arah Maleber ke arah Warujambe. Dan setelah membawa sepeda motor korban, mereka kembali kabur ke arah yang sama,” tegasnya.

Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi mengatakan polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Anggota Polsek Karangtengah bersama Polres Cianjur juga meminta keterangan dari saksi serta korban. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari penanganan atas pencurian sepeda motor tersebut.

Baca juga: Yan Diomande Pecahkan Rekor Jude Bellingham di Real Madrid

“Anggota dari Polsek Karangtengah dan Polres Cianjur sudah melakukan penyelidikan. Kami juga mintain keterangan ke saksi serta korban,” kata Yudi.

Selain mengumpulkan keterangan, polisi memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat. Pengecekan dilakukan terhadap kamera milik sekolah maupun CCTV lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menurut Yudi, pemeriksaan rekaman itu menjadi salah satu upaya kepolisian untuk mengetahui identitas para pelaku.

“Selain CCTV sekolah, kami juga cek CCTV lain untuk mengidentifikasi pelaku. Kami berupaya secepatnya pelaku bisa ditangkap,” pungkasnya.