UPDATE

Nvidia Rilis Nemotron 3.5 Super VL, Model AI Open-Weight 120 Miliar Parameter

15/10/2026 23:14

CIANJUR.CO - Nvidia merilis Nemotron 3.5 Super VL, model kecerdasan buatan (AI) open-weight dengan 120 miliar parameter yang ditujukan untuk pekerjaan berbasis agen. Perusahaan menyatakan model tersebut dirancang untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan akurat, terutama pada agen khusus yang bekerja terus-menerus. Peluncuran ini berlangsung ketika model AI terbuka buatan perusahaan-perusahaan Barat mulai menantang dominasi laboratorium AI berbasis China dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan ZDNET AI, Nemotron 3.5 Super VL tersedia mulai hari pengumuman dan menyasar kebutuhan industri yang kian berfokus pada pekerjaan agentic. Nvidia menggambarkan model itu sebagai pilihan untuk membantu agen perusahaan menangani tugas berjumlah besar di berbagai alur kerja, termasuk pekerjaan yang berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Klaim kecepatan dan akurasi tersebut berasal dari Nvidia, sedangkan perbandingan kinerjanya merujuk pada pengujian Artificial Analysis.

Nvidia mengatakan Super VL merupakan model open agentic tercepat di kelasnya, dengan kecepatan lima kali lebih tinggi dibandingkan pesaing terbaik berikutnya. Dalam pengujian Artificial Analysis terhadap model-model dengan ukuran sebanding, InclusionAI Ling 3.0 Flash menempati posisi kedua dan DeepSeek V4.1 Flash berada di urutan ketiga. Menurut hasil yang dikutip Nvidia, jarak kinerja kedua model tersebut dengan Super VL cukup besar.

Perbandingan itu berfokus pada penyelesaian tugas agen, bukan semata-mata ukuran model. Nvidia menyebut kecepatan tersebut memungkinkan agen perusahaan menuntaskan beban kerja tinggi dengan lebih cepat di rangkaian proses yang panjang. Namun, laporan yang menjadi dasar pembahasan itu belum memastikan bahwa keunggulan tersebut akan menaikkan standar seluruh model open-weight maupun model proprietary dalam penggunaan nyata.

Baca juga: Rivian Siapkan Dukungan AI Agent dari Perusahaan Lain di Mobilnya

Penyesuaian model untuk kebutuhan perusahaan

Nvidia juga menyoroti hasil yang dapat diperoleh melalui post-training, yakni pelatihan lanjutan terhadap model dasar. Perusahaan menyebut Super VL dapat mencapai akurasi tingkat atas untuk agen khusus setelah proses tersebut. Sebagai contoh, Nvidia mengemukakan peningkatan sebesar 44 persen pada tugas klaim asuransi kesehatan setelah model dasar menjalani post-training. Dalam kasus itu, hasil model berada jauh di atas Claude Opus 5.

Angka tersebut tidak berarti model dasar Super VL sejak awal mengungguli model proprietary terdepan. Sebaliknya, contoh yang disampaikan Nvidia memperlihatkan potensi peningkatan setelah model disesuaikan melalui pelatihan lanjutan. Perusahaan dapat membentuk kemampuan model agar cocok dengan kebutuhan tertentu, sehingga hasil pada satu bidang, seperti klaim asuransi kesehatan, bisa berbeda dari kemampuan model sebelum disesuaikan.

Keunggulan model terbuka dibandingkan model proprietary, menurut penjelasan Nvidia, terletak pada keleluasaan perusahaan untuk melakukan post-training menggunakan data mereka sendiri dan menjalankan model di infrastruktur milik sendiri. Pengaturan tersebut memberi peluang personalisasi yang lebih besar dan mendukung keamanan, karena bisnis dapat menyesuaikan model serta cara penggunaannya dengan kebutuhan internal. Meski begitu, laporan tersebut tidak menyatakan bahwa seluruh risiko keamanan otomatis hilang.

Baca juga: Google Luncurkan Universal Cart untuk Pengguna di AS

Peluncuran Super VL disertai dua model edge baru, yaitu Nemotron 3.5 Bolt 74B-A9B 24GB dan Nemotron 3.5 Bolt E4B 4GB. AI edge merujuk pada model yang dapat beroperasi secara lokal dan tanpa koneksi jaringan. Nvidia menyebut Bolt 74B-A9B dibuat untuk penggunaan agentic lokal, sedangkan Bolt E4B ditujukan bagi agen percakapan yang cepat.

Ketersediaan dua model Bolt itu memperluas pengumuman Nvidia di luar model utama 120 miliar parameter. Fokusnya berbeda: Super VL ditawarkan untuk tugas agen khusus dan alur kerja perusahaan, sementara varian Bolt diarahkan pada pemakaian lokal dengan kebutuhan yang dijelaskan Nvidia secara lebih spesifik. Materi yang disampaikan tidak merinci angka performa kedua model edge tersebut, sehingga klaim pembanding yang tersedia dalam laporan berpusat pada Super VL.

Persaingan model terbuka semakin luas

Dalam gambaran yang lebih luas, persaingan model open-weight tidak lagi hanya dikaitkan dengan perusahaan China seperti DeepSeek dan Moonshot.ai. Model-model dari perusahaan China sebelumnya menunjukkan daya tarik model terbuka yang lebih murah dan mudah disesuaikan, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai risiko penggunaannya. Kini, peluncuran dari sejumlah laboratorium AI Barat menambah persaingan di bidang tersebut.

Baca juga: Bee Rilis Dua Perangkat AI Baru, Harga Mulai US$74,99

Laboratorium AI Prancis, Mistral, baru meluncurkan model Le Chonk yang mencapai sejumlah tolok ukur state-of-the-art. Sementara itu, Reflection AI merilis model Beam pada pekan sebelumnya dan mendapat perhatian besar. Nvidia telah berinvestasi di Reflection AI dan sedang melakukan pembicaraan untuk mengakuisisinya. Perkembangan itu menjadi bagian dari perubahan peta persaingan, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa model-model tersebut mengungguli seluruh pesaingnya.

Laporan ZDNET AI menilai temuan Artificial Analysis untuk saat ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pada Nemotron 3.5 Super VL. Namun, dampaknya terhadap standar model terbuka atau proprietary dalam praktik masih belum jelas. Perubahan yang lebih luas terlihat pada meningkatnya penerimaan industri terhadap model open-weight. Laporan tersebut mengaitkannya dengan kebocoran OpenAI Hugging Face, yang menggugurkan anggapan sebelumnya bahwa hanya model terbuka yang memiliki risiko keamanan.

Jika model terbuka buatan Amerika Serikat mampu membuktikan daya saingnya terhadap model China, hal itu dapat mendorong penerimaan lebih luas di bidang yang selama ini belum banyak menggunakannya. Laporan itu menyebut panduan keamanan siber yang memperingatkan penggunaan teknologi asing sebagai salah satu faktor yang turut memengaruhi adopsi. Dengan demikian, rilis Super VL menjadi salah satu perkembangan dalam persaingan open-weight yang kini melibatkan kemampuan teknis, penyesuaian untuk bisnis, dan pertimbangan keamanan.