CEO Replit Sebut Kerja Sama dengan Anthropic Tak Lagi Berjalan

17/10/2026 04:25

CIANJUR.CO - Replit tidak lagi bekerja sama dengan Anthropic, menurut CEO sekaligus salah satu pendiri perusahaan itu, Amjad Masad. Ia menyampaikan keterangan tersebut saat tampil di panggung TechCrunch Disrupt 2026 pada Kamis. Pernyataan itu menyangkut hubungan antara platform pengembangan perangkat lunak berbasis AI tersebut dan perusahaan yang mengembangkan model Claude.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Masad mengatakan keputusan itu didorong beberapa pertimbangan, termasuk biaya. Replit sebelumnya mengumumkan kemitraan dengan OpenAI pada Agustus. Akan tetapi, pengumuman tersebut tidak disertai pernyataan bahwa kerja sama dengan Anthropic telah berakhir. Karena itu, komentar Masad di Disrupt menjadi keterangan langsung yang mengaitkan perubahan mitra dengan sejumlah faktor sekaligus.

Masad membandingkan kemampuan model yang digunakan dalam pengembangan aplikasi. “I think ChatGPT is better now,” katanya. Ia menjelaskan bahwa Replit memakai tolok ukur internal untuk membantu menilai metrik, seperti performa. Perusahaan juga menerbitkan tolok ukur publik yang dapat digunakan untuk melihat hasil penilaian terhadap model.

Dalam penjelasannya, Masad menyebut Sol dan Astra secara konsisten berkinerja lebih baik dalam membangun aplikasi berbasis vibe coding dari awal. Ia menghubungkan hasil tolok ukur itu dengan pertimbangan biaya dan kemitraan, bukan hanya performa. “It was a decision based on both cost, you know, partnership, and performance,” ujarnya. Masad menambahkan bahwa, atas berbagai alasan tersebut, Replit merasa pihak lain menjadi mitra yang lebih baik untuk saat ini.

Baca juga: Agen AI Akses Data Pribadi dan Dokumen Rahasia Organisasi di India

Status kemitraan masih dipertanyakan

Keterangan Masad tidak sepenuhnya sejalan dengan informasi dari seseorang yang mengetahui hubungan Replit dan Anthropic. Sumber tersebut, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, mengatakan kemitraan kedua perusahaan masih berlangsung. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara pernyataan CEO Replit di panggung Disrupt dan keterangan pihak yang memahami kerja sama tersebut.

Catatan penggunaan produk Anthropic juga muncul dalam tulisan blog Replit yang terbit pada September. Tulisan itu mencantumkan Claude Fable 5 dan Claude Fable 5.1 sebagai model yang berjalan di lingkungan produksi Replit Agent. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kedua model disebut dalam konteks operasional Replit Agent pada September, tetapi laporan itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status hubungan komersial kedua perusahaan setelahnya.

TechCrunch kembali menghubungi Replit untuk meminta klarifikasi mengenai status kerja sama tersebut. Media itu menyatakan akan memperbarui laporannya jika memperoleh tanggapan. Dalam informasi yang dilaporkan, belum ada keterangan lanjutan dari Replit yang menjawab perbedaan antara pernyataan Masad, komentar sumber anonim, dan penyebutan model Claude dalam tulisan blog September.

Baca juga: Amulya Vishwanath: AI Fisik Bukan Hanya soal Robot

Pendapatan enterprise dan B2B

Di panggung yang sama, Masad juga membicarakan pertumbuhan Replit, khususnya kontribusi pelanggan enterprise terhadap pendapatan. Ia mengatakan perusahaan belum membagikan angka ARR. Meski demikian, ia menyampaikan perbandingan persentase untuk menjelaskan perubahan porsi pendapatan dari kontrak enterprise dalam dua tahun terakhir.

Menurut Masad, enterprise menyumbang sekitar 2 persen dari pendapatan Replit pada tahun lalu. Tahun ini, ia memperkirakan kontrak enterprise telah mencakup sekitar 15 persen dari pendapatan. Ia juga menyatakan bahwa lebih dari 50 persen pendapatan perusahaan berasal dari bisnis ke bisnis atau B2B. Angka yang disebutkannya tersebut berbentuk persentase pendapatan; Masad secara terpisah menegaskan bahwa angka ARR belum dibagikan.

Keterangan itu menunjukkan bahwa pembahasan pertumbuhan yang disampaikan Masad tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, tetapi juga komposisi sumbernya. Kontribusi enterprise yang ia sebut meningkat dari sekitar 2 persen menjadi sekitar 15 persen, sementara porsi B2B disebut telah melampaui setengah pendapatan. Ia tidak menyampaikan nilai pendapatan keseluruhan dalam pemaparannya.

Baca juga: Elorian Rilis Glimpse, Model AI yang Menalar Langsung dari Gambar

Masad bicara tentang keselamatan AI

Masad turut menjelaskan pentingnya langkah keselamatan AI yang baik. Ia menggunakan perbandingan dengan manusia yang membutuhkan lingkungan kerja tertentu, seperti kantor yang nyaman, makanan yang baik di kantor, pendingin udara, dan komputer. Menurutnya, agen AI juga memerlukan lingkungan yang mendukung agar dapat beroperasi dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Masad menyebut lingkungan tersebut sebagai “habitat” bagi agen. Unsur yang ia uraikan meliputi orkestrasi yang baik, pemulihan kesalahan, keselamatan dan keamanan, sandboxing, jaringan, serta identitas dan otorisasi. Ia mengatakan bahwa setelah kebutuhan tersebut ditangani, AI dapat diterapkan dengan aman. Penjelasan ini disampaikan sebagai bagian dari pembahasannya mengenai persyaratan keselamatan untuk penggunaan agen AI.