UPDATE

Bantuan Rumah bagi 4.000 Korban Tanah Bergerak Cianjur Segera Disalurkan

14/10/2026 15:33

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan dan relokasi rumah bagi 4.000 korban tanah bergerak pada 2024 segera disalurkan. Bantuan itu disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Rumah yang mengalami kerusakan berat akan menjadi sasaran prioritas pada tahap awal penanganan.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu setelah bertemu langsung dengan Kepala BNPB. Dalam pertemuan di Cianjur pada Selasa itu, Wahyu didampingi anggota Komisi 8 DPR dari daerah pemilihan Cianjur, Isfan Taufik Munggaran. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, pembahasan mereka mencakup perbaikan rumah rusak berat serta penyaluran bantuan untuk pembangunan dan relokasi warga terdampak.

Kerusakan rumah akibat bencana alam yang terjadi dua tahun lalu tersebar di 17 kecamatan, terutama di wilayah selatan Cianjur. BNPB telah melakukan verifikasi terhadap ribuan rumah terdampak. Data kerusakan yang disampaikan mencatat sekitar 900 rumah rusak berat, 720 rumah rusak sedang, dan 2.487 rumah rusak ringan.

Baca juga: Warga Cibadak Cibeber Ramai Ajukan Perubahan Data Desil

Menurut Wahyu, hasil pertemuan dengan Kepala BNPB menetapkan pembangunan dan relokasi 900 rumah rusak berat sebagai prioritas. Penanganannya direncanakan dalam waktu dua pekan ke depan. Pemerintah daerah berharap pekerjaan tersebut kemudian dapat dilanjutkan untuk rumah rusak sedang dan rusak ringan, sehingga bantuan tidak berhenti pada kategori kerusakan paling berat.

“Pembangunan dan relokasi diprioritaskan terhadap rumah yang rusak berat sebanyak 900 unit dalam waktu dua pekan ke depan,” kata Wahyu. Ia menyampaikan harapan agar penanganan berikutnya menjangkau rumah dengan tingkat kerusakan sedang dan ringan. Dengan demikian, rencana yang dibahas mencakup tiga kategori kerusakan, meski rumah rusak berat didahulukan.

Pemkab Cianjur, kata Wahyu, akan terus mengupayakan agar perbaikan dan relokasi segera dilakukan di sejumlah kecamatan terdampak. Tujuannya agar masyarakat dapat hidup dengan tenang setelah rumah mereka yang rusak diperbaiki dan perkampungan yang berada di kawasan rawan tanah bergerak direlokasi. Upaya tersebut sekaligus diarahkan agar warga dapat tinggal di rumah yang layak dan jauh dari bencana.

Baca juga: Jenazah dalam Karung di Cianjur Diduga Anak Perempuan Berusia 10 Tahun

Wahyu menegaskan bahwa perbaikan rumah dan pemindahan perkampungan rawan merupakan bagian dari usaha membantu warga terdampak. Namun, ia mengingatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Menurut dia, upaya bersama pemerintah daerah dan anggota DPR RI untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak tidak menghapus perlunya kewaspadaan terhadap bencana.

Isfan Taufik Munggaran mengatakan akan terus mengawal dan membantu masyarakat di daerah pemilihannya. Ia menyebut warga selama dua tahun terakhir sering meminta bantuan terkait pembangunan rumah yang rusak akibat bencana alam. Isfan mendampingi Bupati Cianjur bertemu Kepala BNPB untuk memastikan bantuan perbaikan rumah dan relokasi bagi warga di 17 kecamatan yang terdampak tanah bergerak dan longsor.

Baca juga: Penduduk Cianjur Capai 2,63 Juta Jiwa, Kecamatan Cianjur Terpadat

Isfan mengatakan BNPB menyampaikan bahwa verifikasi cepat dilakukan dalam dua pekan ke depan, dengan rumah rusak berat sebagai prioritas. Ia berkomitmen mengawal proses tersebut sampai perbaikan dan pembangunan rumah korban bencana di Cianjur berjalan. Keterangan itu disampaikan seiring dengan pembahasan penyaluran bantuan dan penetapan rumah rusak berat sebagai sasaran pertama.

Ia menambahkan bahwa pertanyaan mengenai bantuan pemerintah pusat kerap disampaikan masyarakat ketika dirinya menggelar kegiatan di wilayah selatan Cianjur selama dua tahun terakhir. Karena itu, Isfan memastikan akan terus mengawal prosesnya dan berharap bantuan yang telah dibahas segera terwujud dalam dua pekan ke depan.