Google Hadirkan Agen AI Gemini untuk Dunia Usaha

09/10/2026 01:19

CIANJUR.CO - Google membawa Gemini ke tahap baru dengan memperkenalkan satu agen AI terpadu yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menjalankan pekerjaan atas nama pengguna. Pengumuman itu disampaikan dalam acara Google Cloud pada Kamis. Agen tersebut dirancang agar pengguna dapat memberi tujuan, lalu Gemini merencanakan langkah dan menyelesaikan tugas melalui satu antarmuka.

Perubahan ini berlangsung ketika perangkat AI mulai bergerak melampaui fungsi percakapan. Sejumlah agen kini dirancang untuk mengambil tanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan, termasuk membuat kode, menjadwalkan rapat, memesan janji, hingga mengatur perjalanan. Dalam laporan TechCrunch AI, kemunculan agen Gemini juga ditempatkan di tengah berkembangnya layanan sejenis, seperti Muse dari Meta, agen yang bekerja melalui aplikasi pesan seperti Instinct, serta Dots yang baru diperkenalkan ChatGPT.

Google akan lebih dahulu menawarkan agen ini kepada kalangan bisnis, sebelum memperluasnya ke konsumen. Perusahaan menilai penggunaan Gemini di lingkungan korporasi memberi peluang untuk menjangkau banyak pengguna. CEO Google Sundar Pichai menyebut Gemini telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Ia juga mengatakan hampir 90 persen perusahaan Fortune 100 kini menggunakan Gemini Enterprise di tempat kerja.

Pichai menjelaskan bahwa fokus awal pada perusahaan memberi Google kesempatan menangani persoalan yang lebih rumit sebelum agen tersedia lebih luas. Menurutnya, peluncuran agen dengan kemampuan besar menghadirkan tantangan terkait keamanan, skala, dan kinerja. Ketiga hal itu menjadi perhatian dalam pengembangan produk untuk penggunaan bisnis.

Baca juga: Bukti Matematika OpenAI Dinilai Belum Memenuhi Standar Peneliti

CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan pengguna dapat memberikan “tujuan, bukan hanya instruksi”. Dengan pendekatan itu, agen dapat menyusun rencana kerja, menggunakan keterampilan dan alat khusus, lalu menghubungkan diri ke sistem internal perusahaan untuk mencapai sasaran yang diberikan. Jadi, perannya tidak berhenti pada merespons permintaan, tetapi mencakup pengelolaan rangkaian pekerjaan yang diperlukan.

Dalam menyelesaikan tugas, Gemini secara bawaan akan memilih model yang dianggap paling sesuai. Namun, pengguna tetap dapat mengambil alih pemilihan model, termasuk memakai model dari pihak ketiga. Pilihan yang tersedia pada tahap awal mencakup model Claude dari Anthropic. Google menyatakan daftar model itu kelak akan diperluas dengan model sumber terbuka dan model privat lainnya.

Permintaan kepada agen dapat dilengkapi lampiran, seperti berkas, folder, atau proyek yang dibuat untuk alur kerja tertentu. Proyek tersebut dapat menggabungkan berkas dan keterampilan yang dibutuhkan. Gemini juga dapat tersambung dengan data serta sistem bisnis, termasuk Google Workspace, Microsoft 365, Slack, Jira, Confluence, Git, BigQuery, Databricks, Postgres, dan Snowflake.

Selain layanan tersebut, agen dapat terhubung dan bekerja secara aman dengan server Model Context Protocol (MCP), baik yang berada di dalam maupun di luar jaringan perusahaan. Koneksi ke berbagai sistem ini memungkinkan agen menggunakan sumber daya kerja yang relevan saat menjalankan tugas, tanpa membatasi pekerjaannya pada satu aplikasi saja.

Baca juga: California Batasi Keputusan Pemecatan yang Sepenuhnya Diserahkan kepada AI

Aktivitas agen dapat dipantau melalui antarmuka “tasks inbox”. Di sana, pengguna bisa melihat proses berpikir Gemini, pembagian pekerjaan kepada subagen, pemuatan keterampilan khusus, kode yang digunakan, serta perkembangan tugas. Informasi tersebut menunjukkan tahapan pekerjaan yang sedang dilakukan, sekaligus memungkinkan pengguna mengikuti bagaimana agen menangani sasaran yang telah diberikan.

Salah satu unsur yang membedakan agen ini ialah keberadaan akun Workspace tersendiri. Google menyebut agen akan memiliki alamat email dan konteksnya sendiri, sehingga diperlakukan seperti rekan kerja lain di lingkungan perusahaan. Konteks itu mencakup informasi tentang anggota tim, zona waktu mereka, pihak yang perlu menyetujui suatu pekerjaan, serta agenda di kalender.

Pengguna dapat memanggil agen dengan menandainya, mengirim email, membagikan sesuatu kepadanya, atau menambahkannya ke obrolan grup. Ketika agen bertindak, sistem membuat jejak audit yang mencatat tindakan atas nama agen, bukan atas nama seseorang. Dengan demikian, aktivitas yang dilakukannya memiliki atribusi tersendiri dalam catatan perusahaan.

Baca juga: AI Dinilai Belum Menuntaskan Masalah Modernisasi Sistem IT Lama

Akses ke agen direncanakan melalui perangkat seluler iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta antarmuka baris perintah. Agen juga akan tersedia melalui Google Workspace, Microsoft 365, ServiceNow, dan Slack. Cakupan akses ini melengkapi koneksinya dengan aplikasi dan sistem yang digunakan organisasi.

Sejumlah perusahaan telah menjadi penguji awal, di antaranya merek pakaian olahraga On, Shopify, dan PayPal. Google juga menyebut pelanggan Gemini Enterprise dari perusahaan besar, termasuk BNP Paribas, Bradesco, Merck, Orange Spain, Santee Cooper, SOMPO, Ulta Beauty, dan Wesfarmers.

Untuk membantu perusahaan mengendalikan biaya penggunaan AI, Google mengumumkan pilihan belanja yang lebih fleksibel. Opsi itu mencakup orkestrasi beberapa model, pengalihan cerdas ke model yang sesuai, serta batas pengeluaran waktu nyata. Perusahaan menyatakan fitur-fitur tersebut ditujukan agar biaya AI perusahaan dapat dikelola dengan lebih baik.