UPDATE

Panos Panay: AI Ambient Bisa Kurangi Ketergantungan pada Aplikasi

16/10/2026 02:57

CIANJUR.CO - Amazon melihat komputasi ambient sebagai salah satu arah masa depan kecerdasan buatan personal, bukan sekadar memperbanyak aplikasi yang harus dibuka pengguna. Dalam konsep ini, perangkat bekerja diam-diam di latar belakang dan membantu mengenali kebutuhan seseorang, sehingga pengguna tidak selalu perlu mengingat perintah yang harus diberikan kepada alat digitalnya.

Visi tersebut disampaikan Panos Panay, Senior Vice President Devices, Alexa & Leo di Amazon, saat berbicara dalam acara TechCrunch Disrupt pada Kamis. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Panay membahas arah perkembangan komputasi personal bertepatan dengan peluncuran perangkat wearable AI baru dari Bee, yang diperkenalkan Amazon pada hari yang sama.

Panay membandingkan cara orang menggunakan ponsel pintar saat ini dengan pendekatan yang ingin dituju. Menurutnya, pengguna sering kali harus lebih dulu mengingat apa yang ingin diminta dari sebuah alat. Ia menggambarkan pola interaksi itu sebagai “point, shoot, return”, yakni pengguna menunjuk atau memberikan perintah, menjalankan sesuatu, kemudian kembali ke aktivitas lain.

Dalam pandangan Panay, perangkat ambient mengubah titik awal interaksi tersebut. Alih-alih terus menunggu instruksi, perangkat menggunakan sensor dan kecerdasan buatan untuk bekerja di sekitar pengguna serta membantu mengenali hal yang perlu dilakukan. Teknologi itu diharapkan mengambil sebagian beban untuk mengingat dan mengatur tugas, bukan sekadar menjadi alat yang baru aktif setelah pengguna menyampaikan permintaan secara eksplisit.

Baca juga: Anthropic Beri Enam Peneliti METR Akses Setingkat Karyawan

Panay mengatakan pemrosesan di latar belakang dapat membantu orang tetap hadir dalam aktivitas yang sedang dijalani. Ia menyebut pengguna berpeluang menyelesaikan lebih banyak hal dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang lain tanpa terus khawatir melewatkan sesuatu. Baginya, manfaat tersebut menjadi salah satu alasan komputasi ambient dinilai memiliki potensi besar dalam penggunaan sehari-hari.

Perangkat Bee dan pengelolaan privasi

Produk utama Amazon yang diperkenalkan untuk ranah ini adalah rangkaian perangkat Bee. Salah satunya berupa band yang dapat dikenakan di pergelangan tangan atau dilepas untuk digunakan sebagai liontin. Amazon juga memperkenalkan perangkat berukuran kartu kredit yang menempel secara magnetis pada bagian belakang ponsel pintar.

Perangkat-perangkat Bee merekam audio secara pasif dan membuat catatan mengenai kegiatan pengguna sepanjang hari. Informasi itu kemudian digunakan untuk menemukan hal-hal yang mungkin perlu dirujuk kembali, seperti daftar tugas, pengingat, dan wawasan. Dengan demikian, perangkat dimaksudkan bukan hanya menangkap percakapan, melainkan membantu menyusun informasi yang relevan untuk kebutuhan pengguna berikutnya.

Pengolahan data tersebut dirancang dengan perhatian pada privasi. Perangkat Bee tidak menyimpan audio mentah dari percakapan. Audio diproses secara langsung atau real time, lalu dihapus setelah proses itu selesai. Sementara itu, transkrip percakapan dienkripsi menggunakan kunci yang dibuat dan dikendalikan oleh perangkat milik pengguna.

Baca juga: Bluesky Perluas Attie, Pengguna Bisa Membuat Situs dan Gim

Menurut penjelasan dalam laporan TechCrunch AI, pengaturan kunci tersebut berarti pihak lain, termasuk karyawan Amazon, tidak dapat mengakses berkas transkrip kecuali pengguna sengaja membagikannya. Panay menekankan bahwa pelanggan perlu memiliki kendali. Ia mengatakan setiap produk memiliki karakteristik berbeda, tetapi perangkat Bee di ranah ambient harus dirancang dengan privasi sebagai pertimbangan sejak awal. Ia menyebut prinsip itu sebagai hal yang penting.

Perhatian Panay terhadap perkembangan komputasi personal juga terkait dengan pengalaman kerjanya. Sebelum bergabung dengan Amazon, ia menghabiskan 19 tahun di Microsoft dan mengawasi pengembangan perangkat Surface. Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya dalam memikirkan perubahan cara orang berinteraksi dengan teknologi personal.

AI sebagai lapisan kecerdasan antarperangkat

Untuk masa depan, Panay membayangkan bahwa interaksi melalui aplikasi tidak lagi selalu menjadi pusat pengalaman. Ia menilai akan ada generasi pengguna yang tidak otomatis meminta sebuah aplikasi untuk setiap kebutuhan, melainkan berharap perangkat memahami apa yang diperlukan. Panay menyatakan ia percaya transformasi itu akan datang dan menjadi bagian dari generasi berikutnya.

Baca juga: Diskon hingga US$200 untuk Tiket TechCrunch Founder Summit Berakhir 16 Oktober

Namun, pandangan tersebut tidak berarti ponsel pintar akan kehilangan perannya sebagai perangkat komputasi personal. Panay secara khusus mengingatkan bahwa ia tidak meyakini satu bentuk perangkat akan menggantikan semua bentuk lainnya. Ponsel tetap dapat menjadi perangkat penting, meskipun Amazon juga memiliki produk seperti tablet Alexa dan speaker pintar Echo.

Menurut Panay, kemungkinan yang lebih tepat adalah munculnya perangkat-perangkat baru dengan sensor untuk memahami pengguna secara lebih baik. Perangkat itu dapat membawa kecerdasan ke lingkungan sekitar, sementara ponsel dan bentuk perangkat lain tetap digunakan. Ia menggambarkan masa depan tersebut sebagai lapisan kecerdasan yang menghubungkan berbagai perangkat, dengan syarat teknologi itu benar-benar berguna.

Dengan demikian, gagasan Panay bukan semata-mata mengganti ponsel atau menghapus aplikasi. Fokusnya adalah mengembangkan cara kerja teknologi agar lebih mampu memahami konteks dan membantu tanpa selalu menunggu pengguna membuka aplikasi atau menyampaikan instruksi. Perangkat Bee menjadi salah satu contoh yang diperkenalkan Amazon untuk pendekatan tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa pencatatan aktivitas dan perlindungan privasi menjadi bagian dari rancangan perangkat ambient.