Tolan Raih Pendanaan US$30 Juta, Pengguna Aktif Tembus 250 Ribu

20/10/2026 02:03

CIANJUR.CO - Startup Tolan memperoleh tambahan pendanaan sebesar US$30 juta untuk mengembangkan aplikasi pendamping berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna menjalani aktivitas sehari-hari. Aplikasi ini dirancang untuk mendampingi pengguna mengelola urusan harian, menavigasi hubungan dan emosi, serta menyelesaikan tujuan yang mereka tetapkan.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, putaran terbaru tersebut diikuti Union Square Ventures, Khosla Ventures, dan Homebrew. Masuknya modal baru itu membuat total dana yang telah dihimpun Tolan menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Pendanaan ini juga terjadi ketika perusahaan mengklaim telah menarik lebih dari 250.000 pengguna aktif.

Tolan belum mengungkapkan valuasi terbaru perusahaan. Laporan Upstarts Media yang dikutip dalam pemberitaan tersebut menyebut pendanaan baru itu mendorong valuasi Tolan melewati angka sebelumnya, yakni US$120 juta. Sementara itu, PitchBook memperkirakan nilainya berada di atas US$268 juta, dengan tingkat keyakinan yang dikategorikan “medium confidence”. Angka PitchBook itu merupakan estimasi, bukan valuasi resmi yang diumumkan Tolan.

Baca juga: Wabi, Asisten AI Baru Eugenia Kuyda dengan Banyak Thread

Karakter kartun dan model berlangganan

Pengguna berinteraksi dengan Tolan melalui karakter bergaya kartun. Karakter tersebut dimaksudkan untuk memberikan dukungan sekaligus membantu pengguna menghadapi daftar pekerjaan dan urusan yang perlu diselesaikan. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya ditujukan untuk percakapan, tetapi juga untuk menemani pengguna mengatur kegiatan dan mencapai sasaran mereka.

Perusahaan memperoleh pendapatan melalui keanggotaan bertingkat. Pengguna perlu berlangganan untuk mendapatkan akses penuh ke seluruh fitur yang tersedia. Kepada Upstarts Media, Tolan menyampaikan bahwa pendapatan berulang tahunannya kini berada di kisaran “puluhan juta” dalam denominasi dolar. Perusahaan tidak mengungkapkan angka yang lebih terperinci dalam keterangan tersebut.

Menurut klaim Tolan, lebih dari 250.000 pengguna aktif telah menghasilkan lebih dari 70 juta percakapan selama setahun terakhir. Komposisi pengguna yang disebut tim perusahaan kepada media itu juga menunjukkan sekitar 70 persen penggunanya adalah perempuan, sedangkan 40 persen merupakan orang tua. Kedua persentase tersebut menggambarkan kelompok pengguna yang disampaikan perusahaan, bukan jumlah pengguna tambahan di luar angka aktif yang telah disebutkan.

Baca juga: Pemilik TV Pintar Memakai AI untuk Menghapus Iklan dan Bloatware

Laporan itu juga menyebut aplikasi ini secara anekdotal dinilai menarik bagi sebagian orang neurodivergen. Dukungan yang ditawarkan, baik terkait emosi maupun pengorganisasian tugas, disebut dapat menjadi salah satu alasan daya tarik tersebut. Keterangan ini disampaikan sebagai pengamatan mengenai pengguna, bukan sebagai klaim bahwa seluruh pengguna Tolan memiliki kebutuhan atau pengalaman yang sama.

Persaingan dan risiko dukungan emosional

Di tengah persaingan aplikasi pendamping AI, Tolan disebut tampak menemukan pendekatan yang membantu tanpa dianggap terlalu aneh oleh pengguna. Perbandingan dalam laporan menyinggung Friend, pendamping AI berbentuk perangkat liontin yang mendapat reaksi negatif di ruang publik. Pengguna menyebut Friend “very cringe”, The New York Times menggambarkannya sebagai “hated”, sementara Wired menilai produk itu “has no soul”. Penilaian tersebut merujuk pada tanggapan terhadap Friend, bukan Tolan.

Pemain lain di bidang pendamping AI juga menghadapi perubahan. Character.ai, yang sebelumnya termasuk pesaing utama di ruang ini, baru-baru ini mengajukan kebangkrutan setelah para pendirinya kembali ke Google. Staf yang tersisa sedang beralih ke Disney, perusahaan yang membeli sebagian aset Character.ai.

Baca juga: Nvidia Luncurkan Model Nemotron dan Bolt untuk Agen AI

Namun, posisi Tolan juga dapat menghadapi tekanan dari gelombang agen AI yang lebih baru. Agen-agen tersebut dirancang untuk membantu pengguna merencanakan, mengatur, dan menuntaskan tugas serta tujuan, bukan sekadar menemani mereka membicarakan hal-hal tersebut. Sebagai contoh, Meta memberikan avatar lucu kepada agen AI Muse agar pengguna dapat berinteraksi dengannya. Meta juga berencana merilis Muse sebagai produk perangkat keras pada masa mendatang.

Selain persaingan, Tolan perlu menghadapi risiko yang berkaitan dengan dukungan emosional berbasis AI. Beberapa gugatan telah diajukan terhadap pembuat aplikasi AI serbaguna dengan tuduhan bahwa interaksi chatbot berkontribusi pada tindakan bunuh diri pengguna. Informasi tersebut menjadi konteks risiko bagi layanan yang menawarkan pendampingan emosional, meskipun laporan tidak menyatakan bahwa gugatan-gugatan itu ditujukan kepada Tolan.