Gempa Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia 4.7 M 05 Okt 2011 - 08:25:28 WIB

Gempa Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia 4.7 M 05 Okt 2011 - 08:25:28 WIB
Gempa Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia 4.7 M 05 Okt 2011 - 08:25:28 WIB

Gempa bumi di Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia berkekuatan 4.7 magnitude, kedalaman 163,0 KM pada lintang 2.884 dan bujur 125.916. Waktu kejadian 05 Okt 2011 08:25:28 WIB.

Gempa berada di sekitar 186 km Timur Laut dari Laikit, Laikit II (Dimembe)

Data dari USGS mencatat tingkat urgent mencapai nilai 340, gempa yang mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat lokal, namun jarang memicu kerusakan fisik.

Minimum Distance (Jarak Minimum)

Berikut ini jarak horizontal terdekat antara episenter (pusat) gempa dengan stasiun seismik/sensor pencatat gempa bumi yang mendeteksinya.

Tingkat presisi data posisi dan kedalaman pada gempa ini tergolong Sangat Akurat, karena posisi sensor pencatat gempa berada sangat dekat dengan pusat guncangan (hanya sekitar 0,0 km).

Jumlah Stasiun Seismik

Kalkulasi parameter gempa ini didukung oleh rekaman data dari 30 stasiun pencatat gempa.

Jika gempa ditangkap oleh banyak sekali sensor pencatat gempa bumi di berbagai lokasi. Hal ini membuat perhitungan matematis mengenai kekuatan (magnitudo) dan lokasi koordinat gempa menjadi sangat valid, kokoh, dan sulit terbantahkan.

Namun jika semakin sedikit sensor atau alat yang berhasil merekam guncangan gempa (biasanya karena gempanya terlalu kecil, berada di pedalaman ekstrem, atau di tengah samudra yang minim sensor terdekat) bukan berarti tidak valid atau kurang valid, hanya estimasi akurasinya semakin kecil.

Sumber Data

Laporan data parameter gempa bumi ini bersumber dari analisis resmi yang dirilis oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Keselarasan Sensor

Evaluasi sisa waktu tempuh (RMS) menunjukkan hasil Cukup Selaras, Rekaman waktu gelombang antarsensor memiliki sedikit selisih variasi normal sekitar 0.87 detik.

Azimuthal Gap

Tingkat kerataan jaringan deteksi (Azimuthal Gap) berada pada status Ideal, karena sebaran sensor pencatat di sekitar episenter masih tergolong proporsional dengan celah sudut sebesar 119.1 derajat.

Kekuatan gempa dihitung berdasarkan metode Gelombang Badan (mb), yang melacak perambatan gelombang primer melalui bagian dalam lapisan bumi.

Gempa Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia 4.7 Magnitudo

Guncangan gempa Magnitudo 4.1 hingga 5.0 tergolong sedang: Gempa 4.7 magnitude di Laikit Laikit II (Dimembe) Indonesia terasa jelas oleh hampir semua orang di dalam ruangan. Jendela, pintu, dan barang pecah belah akan bergetar atau berdentang. Beberapa benda pajangan bisa jatuh, namun kerusakan struktur bangunan sangat jarang terjadi.

Gempa Menengah (Kedalaman 163,0 KM)

Jenis gempa ini umumnya bersumber dari zona penunjaman lempeng pada kedalaman menengah, berkisar antara 70 hingga 300 kilometer di bawah permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan gempa berkekalaman dangkal pada skala magnitudo yang setara, tingkat kerusakan yang diakibatkannya cenderung lebih minim lantaran energinya telah tereduksi selama merambat ke atas. Meski begitu, efek guncangannya memiliki radius sebaran yang jauh lebih luas.