Gempa Jimbaran Indonesia 6.1 M 13 Okt 2011 - 10:16:30 WIB
Gempa bumi di Jimbaran Indonesia berkekuatan 6.1 magnitude, kedalaman 39,0 KM pada lintang -9.35 dan bujur 114.587. Waktu kejadian 13 Okt 2011 10:16:30 WIB.
Gempa berada di sekitar 88 km Barat Daya dari Jimbaran
Data dari USGS mencatat tingkat urgent mencapai nilai 855, gempa dengan tingkat urgensi tinggi, biasanya memicu alarm peringatan PAGER USGS, dirasakan sangat luas, atau berpotensi merusak infrastruktur.
Minimum Distance (Jarak Minimum)
Berikut ini jarak horizontal terdekat antara episenter (pusat) gempa dengan stasiun seismik/sensor pencatat gempa bumi yang mendeteksinya.Tingkat presisi data posisi dan kedalaman pada gempa ini tergolong Sangat Akurat, karena posisi sensor pencatat gempa berada sangat dekat dengan pusat guncangan (hanya sekitar 0,0 km).
Jumlah Stasiun Seismik
Data gempa ini memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi karena dikalkulasi berdasarkan rekaman dari 456 stasiun sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah.
Jika gempa ditangkap oleh banyak sekali sensor pencatat gempa bumi di berbagai lokasi. Hal ini membuat perhitungan matematis mengenai kekuatan (magnitudo) dan lokasi koordinat gempa menjadi sangat valid, kokoh, dan sulit terbantahkan.
Namun jika semakin sedikit sensor atau alat yang berhasil merekam guncangan gempa (biasanya karena gempanya terlalu kecil, berada di pedalaman ekstrem, atau di tengah samudra yang minim sensor terdekat) bukan berarti tidak valid atau kurang valid, hanya estimasi akurasinya semakin kecil.
Sumber Data
Laporan data parameter gempa bumi ini bersumber dari analisis resmi yang dirilis oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Keselarasan Sensor
Evaluasi sisa waktu tempuh (RMS) menunjukkan hasil Variasi Tinggi, Terdapat perbedaan waktu tempuh gelombang yang cukup besar (1.07 detik), mengindikasikan perhitungan posisi mengandalkan stasiun seismik jarak jauh.
Azimuthal Gap
Tingkat kerataan jaringan deteksi (Azimuthal Gap) berada pada status Sangat Sempurna, karena posisi pusat gempa dikepung dengan sangat merata dari segala penjuru oleh stasiun seismik (tingkat kesenjangan arah hanya 18.4 derajat).
Perhitungan ini menggunakan metode Skala Magnitudo Momen (Mw), yang merupakan standar paling akurat secara global untuk mengukur total energi seismik yang dilepaskan.
Gempa Jimbaran Indonesia 6.1 Magnitudo
Guncangan gempa Magnitudo 6.1 hingga 7.0 tergolong sangat kuat: Gempa bumi kuat. Gempa 6.1 magnitude dapat menyebabkan kerusakan parah pada area berpenduduk padat dalam radius hingga 160 kilometer dari pusat gempa. Dinding bangunan bisa retak, dan struktur yang lemah bisa roboh.
Gempa Bumi Dangkal (Kedalaman 10 km hingga 60 km)
Gempa pada kedalaman 39,0 km, biasanya terjadi di kerak bumi hingga bagian atas mantel luar bumi. Gempa dengan kedalaman di rentang ini paling sering terjadi dan paling merusak bagi manusia jika magnitudonya besar. Karena pusat gampanya dekat dengan permukaan, energi yang dilepaskan tidak banyak teredam sebelum mencapai pemukiman.