Gempa Alo Wallis and Futuna 5.1 M 19 Nov 2011 - 12:41:59 WIB

Gempa Alo Wallis and Futuna 5.1 M 19 Nov 2011 - 12:41:59 WIB
Gempa Alo Wallis and Futuna 5.1 M 19 Nov 2011 - 12:41:59 WIB

Gempa bumi di Alo Wallis and Futuna berkekuatan 5.1 magnitude, kedalaman 35,0 KM pada lintang -14.88 dan bujur -176.827. Waktu kejadian 19 Nov 2011 12:41:59 WIB.

Lokasi Gempa Alo Wallis and Futuna

Gempa berada di sekitar 151 km Timur-Tenggara dari Alo, Wallis and Futuna (Kabupaten Tidak Ditemukan)

Data dari USGS mencatat tingkat urgent mencapai nilai 400, gempa signifikan dengan jumlah laporan Did You Feel It? yang masif atau bermagnitudo cukup kuat.

Minimum Distance (Jarak Minimum)

Berikut ini jarak horizontal terdekat antara episenter (pusat) gempa dengan stasiun seismik/sensor pencatat gempa bumi yang mendeteksinya.

Tingkat presisi data posisi dan kedalaman pada gempa ini tergolong Sangat Akurat, karena posisi sensor pencatat gempa berada sangat dekat dengan pusat guncangan (hanya sekitar 0,0 km).

Jumlah Stasiun Seismik

Informasi awal gempa ini diperoleh berdasarkan analisis terbatas dari 18 stasiun sensor terdekat.

Jika gempa ditangkap oleh banyak sekali sensor pencatat gempa bumi di berbagai lokasi. Hal ini membuat perhitungan matematis mengenai kekuatan (magnitudo) dan lokasi koordinat gempa menjadi sangat valid, kokoh, dan sulit terbantahkan.

Namun jika semakin sedikit sensor atau alat yang berhasil merekam guncangan gempa (biasanya karena gempanya terlalu kecil, berada di pedalaman ekstrem, atau di tengah samudra yang minim sensor terdekat) bukan berarti tidak valid atau kurang valid, hanya estimasi akurasinya semakin kecil.

Sumber Data

Laporan data parameter gempa bumi ini bersumber dari analisis resmi yang dirilis oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Keselarasan Sensor

Evaluasi sisa waktu tempuh (RMS) menunjukkan hasil Variasi Tinggi, Terdapat perbedaan waktu tempuh gelombang yang cukup besar (1.36 detik), mengindikasikan perhitungan posisi mengandalkan stasiun seismik jarak jauh.

Azimuthal Gap

Tingkat kerataan jaringan deteksi (Azimuthal Gap) berada pada status Ideal, karena sebaran sensor pencatat di sekitar episenter masih tergolong proporsional dengan celah sudut sebesar 98.6 derajat.

Perhitungan ini menggunakan metode Skala Magnitudo Momen (Mw), yang merupakan standar paling akurat secara global untuk mengukur total energi seismik yang dilepaskan.

Gempa Alo Wallis and Futuna 5.1 Magnitudo

Guncangan gempa Magnitudo 5.1 hingga 6.0 tergolong kuat: Gempa 5.1 magnitude membuat kerusakan ringan hingga sedang, dan dapat terjadi pada bangunan yang konstruksinya buruk atau tidak tahan gempa. Jarang merusak bangunan yang kokoh. Semua orang di sekitar lokasi pusat gempa pasti merasakan guncangannya secara kuat.

Gempa Bumi Dangkal (Kedalaman 10 km hingga 60 km)

Gempa pada kedalaman 35,0 km, biasanya terjadi di kerak bumi hingga bagian atas mantel luar bumi. Gempa dengan kedalaman di rentang ini paling sering terjadi dan paling merusak bagi manusia jika magnitudonya besar. Karena pusat gampanya dekat dengan permukaan, energi yang dilepaskan tidak banyak teredam sebelum mencapai pemukiman.