Gempa Abepura Indonesia 4.1 M 13 Okt 2011 - 20:36:30 WIB
Gempa bumi di Abepura Indonesia berkekuatan 4.1 magnitude, kedalaman 35,0 KM pada lintang -2.339 dan bujur 138.69. Waktu kejadian 13 Okt 2011 20:36:30 WIB.
Gempa berada di sekitar 217 km Barat dari Abepura
Data dari USGS mencatat tingkat urgent mencapai nilai 259, gempa yang mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat lokal, namun jarang memicu kerusakan fisik.
Minimum Distance (Jarak Minimum)
Berikut ini jarak horizontal terdekat antara episenter (pusat) gempa dengan stasiun seismik/sensor pencatat gempa bumi yang mendeteksinya.Tingkat presisi data posisi dan kedalaman pada gempa ini tergolong Sangat Akurat, karena posisi sensor pencatat gempa berada sangat dekat dengan pusat guncangan (hanya sekitar 0,0 km).
Jumlah Stasiun Seismik
Informasi awal gempa ini diperoleh berdasarkan analisis terbatas dari 12 stasiun sensor terdekat.
Jika gempa ditangkap oleh banyak sekali sensor pencatat gempa bumi di berbagai lokasi. Hal ini membuat perhitungan matematis mengenai kekuatan (magnitudo) dan lokasi koordinat gempa menjadi sangat valid, kokoh, dan sulit terbantahkan.
Namun jika semakin sedikit sensor atau alat yang berhasil merekam guncangan gempa (biasanya karena gempanya terlalu kecil, berada di pedalaman ekstrem, atau di tengah samudra yang minim sensor terdekat) bukan berarti tidak valid atau kurang valid, hanya estimasi akurasinya semakin kecil.
Sumber Data
Laporan data parameter gempa bumi ini bersumber dari analisis resmi yang dirilis oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Keselarasan Sensor
Evaluasi sisa waktu tempuh (RMS) menunjukkan hasil Variasi Tinggi, Terdapat perbedaan waktu tempuh gelombang yang cukup besar (1.43 detik), mengindikasikan perhitungan posisi mengandalkan stasiun seismik jarak jauh.
Azimuthal Gap
Tingkat kerataan jaringan deteksi (Azimuthal Gap) berada pada status Kurang Merata, lantaran penempatan sensor pencatat gempa cenderung menumpuk di satu sisi arah saja dengan kesenjangan sudut mencapai 188 derajat. Hal ini umum terjadi pada gempa di wilayah lepas pantai.
Kekuatan gempa dihitung berdasarkan metode Gelombang Badan (mb), yang melacak perambatan gelombang primer melalui bagian dalam lapisan bumi.
Gempa Abepura Indonesia 4.1 Magnitudo
Guncangan gempa Magnitudo 4.1 hingga 5.0 tergolong sedang: Gempa 4.1 magnitude di Abepura Indonesia terasa jelas oleh hampir semua orang di dalam ruangan. Jendela, pintu, dan barang pecah belah akan bergetar atau berdentang. Beberapa benda pajangan bisa jatuh, namun kerusakan struktur bangunan sangat jarang terjadi.
Gempa Bumi Dangkal (Kedalaman 10 km hingga 60 km)
Gempa pada kedalaman 35,0 km, biasanya terjadi di kerak bumi hingga bagian atas mantel luar bumi. Gempa dengan kedalaman di rentang ini paling sering terjadi dan paling merusak bagi manusia jika magnitudonya besar. Karena pusat gampanya dekat dengan permukaan, energi yang dilepaskan tidak banyak teredam sebelum mencapai pemukiman.